<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360</id><updated>2011-04-21T20:25:56.126-07:00</updated><category term='Pengetahuan  Al quran'/><category term='Ibadah Haji'/><category term='Muslimah'/><category term='Jaringan Islam Liberal'/><category term='Mengenal Allah'/><category term='Women In Islam'/><category term='Nabi Muhammad S.A.W'/><category term='Malaikat'/><category term='Keluarga Sakinah'/><category term='Ihsan'/><category term='Bacaan Al qur&apos;an'/><category term='Akhir zaman dan Kiamat'/><category term='Akhlak dan Adab'/><category term='Dak&apos;wah Islam'/><category term='Kisah Kisah Nabi'/><category term='Cinta Karena Allah'/><category term='Hadis Nabi'/><category term='Aqidah Da&apos;iyah'/><category term='Doa&apos;Doa'/><category term='Seputar Islam'/><category term='Mengingat Kematian'/><title type='text'>Seputar Dunia Islam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>110</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-1377210693959052651</id><published>2008-10-29T21:04:00.001-07:00</published><updated>2008-10-29T21:04:42.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Islam'/><title type='text'>Islam Tentang Perbudakan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;HalalGuide-Budak dalam islam adalah berasal dari tawanan perang fi sabilillah atau keturunannya. Jadi, ia bukan pembantu, TKW, dsb. Sebenarnya Islam tidak mengakui perbudakan. Atau tepatnya tidak menyetujui perbudakan. Islam hanyalah menyikapi perbudakan yang sudah ada jauh sebelum datangnya agama ini. Perbudakan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pada abad ke 7 dari ujung Eropa, seluruh Afrika, hingga India dan China, tak satupun yang bebas budak. Semua umat manusia telah menerapkan sistem perbudakan. Bukan hanya dalam tatanan sosial, melainkan juga terkait dengan masalah moneter.&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pada saat itulah Islam datang dan secara sistematis melakukan menghilangkan perbudakan melalui syariat Islam. Semuanya kongkrit, bukan sekedar teori yang diseminarkan lalu masuk kotak. Salah satunya lewat bentuk hukuman pelanggran. Banyak sekali pelanggaran yang bentuk hukumannya adalah membebaskan budak. Ini adalah sebuah bentuk win win solution yang belum pernah ditawarkan sistem hukum manapun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Di dalam Al-Quran kita menemukan beberapa ayat yang menjelaskan hukuman atas pelanggaran tertentu dan bentuknya adalah membebaskan budak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;"maka bayarlah diat yang diserahkan kepada keluarganya serta MERDEKAKAN BUDAK yang beriman" (QS. An-Nisa : 92)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud , tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK. (QS. Al-Maidah : 89)&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah : 3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Biasanya dalam sistem hukum buatan manusia, kalau ada pelanggaran maka hukumannya adalah penjara yang hakikatnya adalah pengekangan kebebasan. Sebaliknya, pelanggaran dalam Islam justru hukumannya adalah pembebasan seseorang dari perbudakan. Maka tidak ada yang dizalimi, pelaku pelanggaran tidak hilang kemerdekaannya dan budakpun mendapatkan kemerdekaannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Semua pintu ke arah perbudakan telah ditutup rapat-rapat oleh syariat Islam. Sehingga secara perkembangan demografi, angka perbudakan dengan sendirinya akan semakin mengecil dan pada satu titik tertentu akan lenyap dari muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Namun selama proses itu, Islam tetap membolehkan para pemilik budak untuk mendapatkan haknya dari budak mereka. Tentu saja dengan tidak boleh menzhalimi, menyiksa, menyakiti atau menganiaya. Alasannya adalah bahwa ketika para tuan memiliki budak, mereka membelinya dengan harga yang tinggi. Sehingga bila pembebasan budak dilakukan dalam sehari, akan runtuhlah sendi-sendi ekonomi masyarakat. Seorang yang punya seratus budak akan tiba-tiba menjadi miskin karena budak itu adalah harta miliknya. Harus ada nilai tukar yang sepadan untuk membebaskan budak begitu saja. Salah satunya adalah dengan pilihan bentuk hukuman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Selain itu, sistem zakat yang diperkenalkan Islam pun punya andil dalam mengentaskan perbudakan. Sebab salah satu mustahiq zakat adalah para budak yang ingin menebus dirinya dengan uang kepada tuannya. Maka para budak akan mendapatkan harta zakat dari amil zakat untuk tebusan dirinya. Si pemilik budak tidak dirugikan dengan ditebusnya budak miliknya dengan harta yang sepadan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, UNTUK BUDAK, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Allah SWT-Taubah : 60)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dan terakhir adalah membebaskan budak begitu saja sebagai ibadah maliyah sunnah, yaitu bagi mereka yang ingin mendapatkan pahala yang besar disisi Allah SWT. Bukan karena melanggar, juga bukan karena ingin membayar zakat, tapi semata-mata sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT dan keikhlasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Maka kalau sejarah mencatat hilangnya perbudakan dari muka bumi, ketahuilah bahwa pembebasan itu dimulai dari pusat-pusat peradaban Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sumber: syariahonline&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-1377210693959052651?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/1377210693959052651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/islam-tentang-perbudakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1377210693959052651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1377210693959052651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/islam-tentang-perbudakan.html' title='Islam Tentang Perbudakan'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-7012448392172839369</id><published>2008-10-29T20:59:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T21:00:25.875-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak dan Adab'/><title type='text'>Bersedekah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="atas"&gt;Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt;Sudah menjadi kecenderungannya, manusia amat mencintai materi atau harta yang menjadi miliknya. Di saat lapang saja ia demikian, terlebih lagi di saat sempit. Padahal Islam senantiasa menganjurkan umatnya untuk bersedekah di saat sulit sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)&lt;span id="more-411"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fnu"&gt; الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ&lt;br /&gt;“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara sembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapatkan pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 274)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Keutamaan bersedekah sudah kita maklumi. Karena keutamaannya yang besar, syariat yang mulia ini banyak mendorong kita untuk mengeluarkan sedekah. Dorongan tersebut tidak hanya ditujukan kepada lelaki namun juga kepada kaum perempuan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang agung:&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah (berdzikir), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Dalam surah lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan serta meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka dan mereka akan beroleh pahala yang banyak.” (Al-Hadid: 18)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia pun turut memberi dorongan kepada para wanita untuk bersedekah, sebagaimana dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Ia bertutur:&lt;br /&gt;أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى يَوْمَ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا، ثُمَّ أَتَى النِّسَاءَ وَمَعَهُ بِلاَلٌ، فَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ فَجَعَلْنَ يُلْقِيْنَ، تُلْقِي الْمَرْأَةُ خُرْصَهَا وَسِخَابَهَا&lt;br /&gt;“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat pada hari Idul Fithri dua rakaat dan tidak shalat sebelum maupun sesudahnya. Kemudian (setelah menyampaikan khutbah kepada hadirin) beliau mendatangi tempat para wanita sementara Bilal menyertai beliau. Beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah. Maka mulailah mereka melemparkan perhiasan mereka (ke kain yang dibentangkan Bilal untuk menampung sedekah), ada wanita yang melemparkan anting-anting dan kalungnya.” (HR. Al-Bukhari no. 964 dan Muslim no. 2054)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Asma` bintu Abi Bakr radhiyallahu ‘anha berkata:&lt;br /&gt;قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَالِي مَالٌ إِلاَّ مَا أَدْخَلَ عَلَيَّ الزُّبَيْرُ، فَأَتَصَدَّقُ؟ قَالَ: تَصَدَّقِي وَلاَ تُوْعِي فَيُوْعَى عَلَيْكِ&lt;br /&gt;“Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki harta kecuali apa yang dimasukkan Az-Zubair kepadaku. Apakah boleh aku menyedekahkannya?’ Beliau bersabda: ‘Bersedekahlah. Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan infak, niscaya Allah akan menyempitkan rizkimu’.” (HR. Al-Bukhari no. 2590 dan Muslim no. 2375)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Sampaipun seorang wanita tidak memiliki kelebihan harta ataupun makanan, kecuali sedikit, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memberikan dorongan baginya untuk bersedekah dan tidak menahannya, terutama kepada tetangganya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ، لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ&lt;br /&gt;“Wahai wanita-wanita muslimah! Janganlah seorang tetangga meremehkan untuk memberikan sedekah kepada tetangganya, walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (HR. Al-Bukhari no. 6017 dan Muslim no. 2376)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu menerangkan, “Janganlah seorang wanita menahan untuk memberi sedekah dan hadiah kepada tetangganya, karena kekurangannya yang ada pada dirinya dan ia meremehkan apa yang hendak diberikannya. Namun hendaknya ia bersifat dermawan, memberi apa yang mudah baginya untuk diberikan walaupun hanya sedikit, seperti sepotong kaki kambing. Itu lebih baik daripada tidak memberi sama sekali. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:&lt;br /&gt;فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ&lt;br /&gt;“Siapa yang beramal kebaikan walaupun hanya seberat semut yang sangat kecil niscaya ia akan melihat balasannya.” (Az-Zalzalah: 7)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;اتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ&lt;br /&gt;“Takutlah kalian kepada api neraka walaupun (untuk menjaga diri dari neraka tersebut) kalian hanya dapat bersedekah dengan sepotong belahan kurma1.” (Al-Minhaj, 7/121)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa kaum wanita paling banyak menjadi penghuni neraka, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk banyak-banyak bersedekah. Sebagaimana pengabaran Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berikut ini, “Dalam satu hari raya, Idul Adha atau Idul Fithri, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju mushalla (tanah lapang). Beliau melewati para wanita, maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ، فَإِنِّي أُرِيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ&lt;br /&gt;“Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah. Karena diperlihatkan kepadaku mayoritas penduduk neraka adalah kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 304)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Kaum wanita diperintah bersedekah karena mayoritas mereka penghuni neraka. Dengan demikian, sedekah yang mereka keluarkan dapat menolak adzab api neraka dari mereka dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, selain juga dengan banyak beristighfar, sebagaimana tambahan dalam riwayat Muslim dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:&lt;br /&gt;يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الْاِسْتِغْفَرَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ&lt;br /&gt;“Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar (meminta ampun). karena aku melihat mayoritas penduduk neraka adalah kalian.” (HR. Muslim no. 238)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Boleh Bersedekah kepada Suami dan Anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sedekah yang utama adalah yang diberikan kepada kerabat terdekat. Karenanya, seorang wanita boleh memberikan sedekah kepada suaminya, bahkan mengeluarkan zakatnya untuk suaminya, bila memang suami termasuk orang yang berhak memperolehnya, dari kalangan orang-orang yang tersebut dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang terlilit hutang, untuk fi sabilillah, dan ibnu sabil (musafir)….” (At-Taubah: 60)&lt;br /&gt;Ini merupakan pendapat jumhur ulama, sebagaimana dinukilkan oleh Al-Imam Ash-Shan’ani rahimahullahu dalam Subulus Salam (4/67).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullahu berkata, “Ulama berdalil dengan hadits ini (hadits Zainab Ats-Tsaqafiyyah radhiyallahu ‘anha yang akan disebutkan setelah ini, pent.) untuk membolehkan seorang wanita memberikan zakatnya kepada suaminya. Ini merupakan pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i, Ats-Tsauri, dua murid Abu Hanifah, dan salah satu dari dua riwayat Al-Imam Malik dan Al-Imam Ahmad.” (Fathul Bari, 3/415)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu menyatakan, “Secara zahir, boleh bagi istri menyerahkan zakatnya kepada suaminya. Pertama, karena tidak ada larangan dalam hal ini. Dan siapa yang mengatakan tidak boleh, hendaklah ia mendatangkan dalil. Kedua (dalam hadits Zainab Ats-Tsaqafiyyah radhiyallahu ‘anha, pent.) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak minta perincian2. Berarti, sedekah di sini keberadaannya umum (mencakup yang sunnah dan yang wajib). Tatkala beliau tidak meminta perincian tentang sedekah tersebut apakah sifatnya sunnah ataukah wajib, seakan-akan beliau menyatakan (kepada Zainab), ‘Boleh bagimu memberikan sedekah kepada suamimu, sama saja baik sedekah yang fardhu (yaitu zakat, pent.) atau yang sunnah’.” (Nailul Authar, 4/224)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Zainab Ats-Tsaqafiyyah, istri Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, pernah minta izin menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika disebutkan nama Zainab di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bertanya:&lt;br /&gt;أَيُّ الزَّياَنِبِ؟ فَقِيْلَ: امْرَأَةُ ابْنِ مَسْعُوْدٍ. قَالَ: نَعَمْ، ائْذنُوا لَهَا. فَأُذِنَ لَهَا، قَالَتْ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنَّكَ أَمَرْتَ الْيَوْمَ بِالصَّدَقَةِ، وَكَانَ عِنْدِي حُلِّيٌ لِي، فَأَرَدْتُ أَنْ أَتَصَدَّقَ بِهَا، فَزَعَمَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ أَنَّهُ وَوَلَدَهُ أَحَقُّ مَنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَلَيْهِمْ. فَقَالَ النَّبِيُّ n: صَدَقَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ، زَوْجُكِ وَوَلَدُكِ أَحَقُّ مَنْ تَصَدَّقْتِ بِهِ عَلَيهِمْ&lt;br /&gt;“Zainab yang mana?” Dijawab, “Istri Ibnu Mas’ud.” Beliau berkata, “Iya, izinkan dia masuk.” Maka diizinkanlah Zainab, ia bertanya, “Wahai Nabiyullah! Engkau hari ini memerintahkan kami bersedekah. Aku memiliki perhiasan, aku ingin menyedekahkannya. Namun Ibnu Mas’ud menganggap bahwa dirinya dan anaknya adalah orang yang paling pantas memperoleh sedekahku itu.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Benar kata Ibnu Mas’ud, suami dan anakmu adalah orang yang paling pantas mendapatkan sedekahmu tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 1462)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Dalam riwayat lain disebutkan, Zainab Ats-Tsaqafiyyah radhiyallahu ‘anha berkata:&lt;br /&gt;كُنْتُ فِي الْمَسْجِدِ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: تَصَدَّقْنَ وَلَوْ مِنْ حُلِيِّكُنَّ. وَكَانتْ زَيْنَبُ تُنْفِقُ عَلَى عَبْدِ اللهِ وَأَيْتَامٍ فِي حِجْرِهَا. فَقَالَتْ لِعَبْدِ اللهِ: سَلْ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، أَيَجْزِي عَنِّي أَنْ أُنْفِقَ عَلَيْكَ وَعَلَى أَيْتَامِي فِي حِجْرِيْ مِنَ الصَّدَقَةِ؟ فَقَالَ: سَلِي أَنْتِ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم. فَانْطَلَقْتُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَوَجَدْتُ امْرَأَةً مِنَ الْأَنْصَارِ عَلَى الْبَابِ، حَاجَتُهَا مِثْلُ حَاجَتِيْ. فَمَرَّ عَلَيْنَا بِلاَلٌ، فَقُلْنَا: سَلِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيَجْزِي عَنِّي أَنْ أُنْفِقَ عَلَى زَوْجِي وَأَيْتاَمٍ لِي فِي حِجْرِي. وَقُلْنَا: لاَ تُخْبِرْ بِنَا. فَدَخَلَ فَسَأَلَهُ، فَقَالَ: مَنْ هُمَا؟ قَالَ: زَيْنَبُ. قَالَ: أَيُّ الزَّياَنِبِ؟ قَالَ: امْرَأَةُ عَبْدِ اللهِ. قَالَ: نَعَمْ، وَلَهَا أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ&lt;br /&gt;“Aku pernah berada dalam masjid, ketika itu aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bersedekahlah kalian (para wanita) walaupun dengan perhiasan kalian.’ Sementara Zainab biasa memberikan infak kepada Abdullah dan anak-anak yatim yang berada dalam pengasuhannya. Zainab berkata kepada Abdullah, ‘Tanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apakah boleh bagiku memberikan infak kepadamu dan kepada anak-anak yatim yang dalam asuhanku?’ Abdullah berkata, ‘Kamu saja yang bertanya kepada Rasulullah.’ Aku pun pergi ke tempat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di depan pintu aku menjumpai seorang wanita dari kalangan Anshar, keperluannya (permasalahannya) sama dengan keperluanku. Ketika itu Bilal melewati kami, maka kami pun memanggilnya dan meminta kepadanya, ‘Tanyakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apakah boleh bagiku memberikan infak kepada suamiku dan kepada anak-anak yatimku yang dalam asuhanku?’ Kami juga berpesan, ‘Jangan engkau beritahu kepada Nabi siapa kami berdua.’ Bilal pun masuk ke tempat Nabi dan bertanya kepada beliau. Setelahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Siapa dua wanita yang bertanya itu?’ Bilal menjawab, ‘Zainab.’ ‘Zainab yang mana?’ tanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bilal menjawab, ‘Istri Abdullah.’ ‘Iya, boleh dan ia akan mendapatkan pahala karena menyambung hubungan kekerabatan dan pahala sedekah’.” (HR. Al-Bukhari no. 1466 dan Muslim no. 2315)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Suatu ketika Ummul Mukminin, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;أَلِيَ أَجْرٌ أَنْ أُنْفِقَ عَلَى بَنِي أَبِي سَلَمَةَ، إِنَّمَا هُمْ بَنِيَّ. فَقاَلَ: أَنْفِقِي عَلَيْهِمْ، فَلَكِ أَجْرُ مَا أَنْفَقْتِ عَلَيْهِمْ&lt;br /&gt;“Apakah aku mendapatkan pahala bila aku memberikan infak kepada anak-anak Abu Salamah3? Mereka itu anak-anakku sendiri.” Rasulullah bersabda: “Berilah infak kepada mereka, engkau akan mendapatkan pahala karena memberikan infak kepada mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 1467 dan Muslim no. 2317)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Boleh Bersedekah dengan Sesuatu yang Ada di Rumah Suami&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;إِذَا أَنْفَقَتِ الْمَرْأَةُ مِنْ طَعَامِ بَيْتِهَا غَيْرَ مُفْسِدَةٍ، كاَنَ لَهَا أَجْرُهَا بِمَا أَنْفَقَتْ وَلِزَوْجِهَا أَجْرُهُ بِمَا كَسَبَ&lt;br /&gt;“Apabila seorang wanita menginfakkan makanan yang ada di rumahnya tanpa merusak, maka ia akan beroleh pahala atas apa yang diinfakkannya. Demikian pula suaminya mendapatkan pahala dengan apa yang ia usahakan.” (HR. Al-Bukhari no. 1437, 1441 dan Muslim no. 2361)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: غَيْرَ مُفْسِدَةٍ (tanpa merusak) diterangkan maknanya oleh Al-Imam Ash-Shan’ani rahimahullahu yaitu tidak berlebih-lebihan dalam infak tersebut, tidak menimbulkan kemudaratan serta tidak menghabiskan harta. (Subulus Salam, 4/65)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;إِذَا أَنْفَقَتِ الْمَرْأَةُ مِنْ كَسْبِ زَوْجِهَا عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَلَهَا نِصْفُ أَجْرِهِ&lt;br /&gt;“Apabila seorang wanita berinfak dari penghasilan suaminya tanpa diperintahkan oleh suaminya maka ia beroleh setengah pahalanya.” (HR. Al-Bukhari no. 2066 dan Muslim no. 2367)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Dari hadits di atas, kita pahami bahwa seorang istri boleh berinfak dengan harta suami walaupun tanpa seizinnya. Namun yang jadi permasalahan, terdapat hadits yang menyelisihi hal ini, yaitu hadits Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbahnya pada tahun haji Wada’:&lt;br /&gt;لاَ تُنْفِقُ امْرَأَةٌ شَيْئًا مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَا إِلاَّ بِإِذْنِ زَوْجِهَا. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الطَّعَامَ؟ قَالَ: ذَاكَ أَفْضَلُ أَمْوَالِنَا&lt;br /&gt;“Seorang wanita tidak boleh menginfakkan sesuatu dari rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya.” Ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, walaupun makanan?” Beliau menjawab, “Makanan adalah harta kita yang paling utama.” (HR. At-Tirmidzi no. 670, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu menerangkan, “Ketahuilah, bila seorang pekerja yaitu khazin (penjaga harta tuannya), istri dan budak ingin menginfakkan harta tuan/suaminya, ia harus mendapatkan izin dari si pemilik harta (atau suami) terlebih dahulu. Bila sama sekali tidak ada izinnya maka tidak ada pahala yang didapatkan oleh ketiga golongan tersebut. Bahkan ketiganya berdosa karena menggunakan harta orang lain tanpa seizin pemiliknya. Yang namanya izin ada dua macam, pertama: izin yang sharih (jelas) dalam nafkah dan sedekah. Kedua: izin yang dipahami dari kebiasaan, seperti memberi sepotong roti kepada peminta-minta, dari kebiasaan yang biasa berlangsung. Dan diketahui menurut kebiasaan bahwa suami dan pemilik harta ridha. Dengan begitu diperoleh izinnya walaupun ia tidak mengucapkannya. Hal ini tentunya bila diketahui keridhaannya menurut kebiasaan serta diketahui bahwa jiwanya sebagaimana jiwa kedermawaan dan keridhaan sebagaimana keumuman orang-orang. Bila kebiasaannya tidak tetap dan diragukan keridhaannya atau si pemilik harta/suami itu seorang yang pelit, dan itu diketahui atau diragukan dari keadaannya, maka tidak boleh seorang istri dan selainnya menggunakan hartanya (untuk diinfakkan kepada yang membutuhkan) kecuali mendapatkan izin yang sharih (jelas) darinya. Adapun sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;وَ مَا أَنْفَقَتْ مِنْ كَسْبِِهِ مِنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّ نِصْفَ أَجْرِهِ لَهُ&lt;br /&gt;“Apabila seorang istri berinfak dari penghasilan suaminya tanpa diperintahkan oleh suaminya maka setengah pahalanya untuk si suami.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Maknanya, tanpa perintahnya yang sharih dalam kadar tertentu dari hartanya yang telah diinfakkan tersebut. Namun si istri dulunya telah mendapatkan izin yang umum yang mencakup kadar tersebut dan selainnya.”&lt;br /&gt;Al-Imam An-Nawawi juga menyatakan, “Ketahuilah, semua pengeluaran infak dari harta suami tanpa izinnya yang sharih adalah sebatas kadar yang ringan, yang menurut kebiasaan ia ridha hartanya diberikan dalam kadar yang demikian. Bila kadarnya sampai melebihi kebiasaan, maka tidaklah dibolehkan. Inilah makna dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: إِذَا أَنْفَقَتِ الْمَرْأَةُ مِنْ طَعَامِ بَيْتِهَا غَيْرَ مُفْسِدَة. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan kepada kadar yang diketahui bahwa suami ridha bila hartanya diberikan sejumlah demikian menurut kebiasaan.” (Al-Minhaj, 7/114-115)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Al-Imam Ibnul ‘Arabi Al-Maliki rahimahullahu berkata, “Manusia berbeda dalam dua pendapat dalam menjelaskan hadits ini. Di antara mereka ada yang mengatakan istri boleh menginfakkan harta suaminya dalam kadar yang ringan/sedikit yang tidak berpengaruh bila dikeluarkan dari harta yang ada, dan tidak begitu tampak pengeluarannya. Pendapat kedua, istri boleh menginfakkan harta suaminya bila suaminya telah mengizinkannya. Ini pendapat yang dipilih Al-Imam Al-Bukhari t. Adapun menurutku, hal itu mungkin dibawa kepada kebiasaan yang ada. Bila si istri tahu bahwa suaminya tidak benci/marah hartanya diberikan atau disedekahkan maka ia boleh melakukannya selama tidak menghabiskan harta tersebut.”&lt;br /&gt;Ibnul Arabi rahimahullahu menjelaskan bahwa makna غَيْرَ مُفْسِدَةٍ mengharuskan adanya izin suami secara sharih ataupun secara kebiasaan. Juga menunjukkan bahwa pemberian tersebut adalah pemberian yang ringan/sedikit yang tidak menghabiskan harta. (‘Aridhatul Ahwadzi bi Syarhi Shahih At-Tirmidzi, 3/143, 144)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Istri Boleh Menyedekahkan dan Menghibahkan Milik Pribadinya tanpa Izin Suami &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan pendapat yang dipegangi oleh jumhur ulama yang dilandasi dengan dali-dalil yang shahih. Di antaranya hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang telah lewat penyebutannya, tentang para wanita yang menyedekahkan perhiasan mereka ketika dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bersedekah. Demikian pula hadits Asma` bintu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhuma.&lt;br /&gt;Ummul Mukminin, Maimunah bintu Al-Harits radhiyallahu ‘anha mengabarkan bahwa ia pernah memerdekakan budak perempuannya tanpa meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika hari gilirannya, ia berkata kepada suaminya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah anda tahu, wahai Rasulullah, bahwa saya telah memerdekakan budak perempuan saya?” “Apakah engkau telah melakukannya?” tanya beliau meminta kepastian. “Iya,” jawab Maimunah. Beliau bersabda memberikan bimbingan:&lt;br /&gt;أَمَّا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَيْتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمُ لِأَجْرِكِ&lt;br /&gt;“Adapun kalau budak perempuanmu itu engkau berikan kepada kerabat-kerabatmu dari pihak ibumu niscaya lebih besar pahalanya bagimu (daripada engkau merdekakan, pent.).” (HR. Al-Bukhari no. 2592 dan Muslim no. 2314)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Sisi pendalilan dari hadits ini adalah Maimunah memerdekakan budaknya tanpa seizin suaminya. Ia baru menceritakannya setelah itu. Namun suaminya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak menyalahkannya, hanya saja beliau memberikan bimbingan kepada Maimunah andai ia melakukan yang lebih utama, yaitu tidak memerdekakan budak tersebut tapi menghadiahkannya kepada kerabatnya.&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Catatan kaki:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt;1 HR. Al-Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;2 Ketika ditanya sehubungan dengan masalah Zainab Ats-Tsaqafiyyah radhiyallahu ‘anha, apakah seorang istri boleh memberikan sedekahnya kepada suaminya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan kebolehannya tanpa mempertanyakan apakah sedekah tersebut sedekah yang sunnah atau sedekah yang wajib (zakat).&lt;br /&gt;3 Suaminya yang telah meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=669&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-7012448392172839369?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/7012448392172839369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/bersedekah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7012448392172839369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7012448392172839369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/bersedekah.html' title='Bersedekah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-1265251740517987072</id><published>2008-10-29T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T20:59:42.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak dan Adab'/><title type='text'>Jauhi Buruk Sangka</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="atas"&gt;Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt;Berbagai prasangka buruk terhadap orang lain sering kali bersemayam di hati kita. Sebagian besarnya, tuduhan itu tidak dibangun di atas tanda atau bukti yang cukup. Sehingga yang terjadi adalah asal tuduh kepada saudaranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buruk sangka kepada orang lain atau yang dalam bahasa Arabnya disebut su`u zhan mungkin biasa atau bahkan sering hinggap di hati kita. Berbagai prasangka terlintas di pikiran kita, si A begini, si B begitu, si C demikian, si D demikian dan demikian. Yang parahnya, terkadang persangkaan kita tiada berdasar dan tidak beralasan. Memang semata-mata sifat kita suka curiga dan penuh sangka kepada orang lain, lalu kita membiarkan zhan tersebut bersemayam di dalam hati. Bahkan kita membicarakan serta menyampaikannya kepada orang lain. Padahal su`u zhan kepada sesama kaum muslimin tanpa ada alasan/bukti merupakan perkara yang terlarang. &lt;span id="more-414"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fnu"&gt;Demikian jelas ayatnya dalam Al-Qur`anil Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Al-Hujurat: 12)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka dan tidak mengatakan agar kita menjauhi semua prasangka. Karena memang prasangka yang dibangun di atas suatu qarinah (tanda-tanda yang menunjukkan ke arah tersebut) tidaklah terlarang. Hal itu merupakan tabiat manusia. Bila ia mendapatkan qarinah yang kuat maka timbullah zhannya, apakah zhan yang baik ataupun yang tidak baik. Yang namanya manusia memang mau tidak mau akan tunduk menuruti qarinah yang ada. Yang seperti ini tidak apa-apa. Yang terlarang adalah berprasangka semata-mata tanpa ada qarinah. Inilah zhan yang diperingatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dinyatakan oleh beliau sebagai pembicaraan yang paling dusta. (Syarhu Riyadhis Shalihin, 3/191)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu berkata, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman melarang hamba-hamba-Nya dari banyak persangkaan, yaitu menuduh dan menganggap khianat kepada keluarga, kerabat dan orang lain tidak pada tempatnya. Karena sebagian dari persangkaan itu adalah dosa yang murni, maka jauhilah kebanyakan dari persangkaan tersebut dalam rangka kehati-hatian. Kami meriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, ‘Janganlah sekali-kali engkau berprasangka kecuali kebaikan terhadap satu kata yang keluar dari saudaramu yang mukmin, jika memang engkau dapati kemungkinan kebaikan pada kata tersebut’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7/291)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah menyampaikan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi:&lt;br /&gt;إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَافَسُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهَ إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى ههُنَا -يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ- بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ، وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ&lt;br /&gt;“Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. “Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.” (HR. ِAl-Bukhari no. 6066 dan Muslim no. 6482)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Zhan yang disebutkan dalam hadits di atas dan juga di dalam ayat, kata ulama kita, adalah tuhmah (tuduhan). Zhan yang diperingatkan dan dilarang adalah tuhmah tanpa ada sebabnya. Seperti seseorang yang dituduh berbuat fahisyah (zina) atau dituduh minum khamr padahal tidak tampak darinya tanda-tanda yang mengharuskan dilemparkannya tuduhan tersebut kepada dirinya. Dengan demikian, bila tidak ada tanda-tanda yang benar dan sebab yang zahir (tampak), maka haram berzhan yang jelek. Terlebih lagi kepada orang yang keadaannya tertutup dan yang tampak darinya hanyalah kebaikan/keshalihan. Beda halnya dengan seseorang yang terkenal di kalangan manusia sebagai orang yang tidak baik, suka terang-terangan berbuat maksiat, atau melakukan hal-hal yang mendatangkan kecurigaan seperti keluar masuk ke tempat penjualan khamr, berteman dengan para wanita penghibur yang fajir, suka melihat perkara yang haram dan sebagainya. Orang yang keadaannya seperti ini tidaklah terlarang untuk berburuk sangka kepadanya. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an 16/217, Ruhul Ma’ani 13/219)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menyebutkan dari mayoritas ulama dengan menukilkan dari Al-Mahdawi, bahwa zhan yang buruk terhadap orang yang zahirnya baik tidak dibolehkan. Sebaliknya, tidak berdosa berzhan yang jelek kepada orang yang zahirnya jelek. (Al Jami’ li Ahkamil Qur`an, 16/218)&lt;br /&gt;Karenanya, Ibnu Hubairah Al-Wazir Al-Hanbali berkata, “Demi Allah, tidak halal berbaik sangka kepada orang yang menolak kebenaran, tidak pula kepada orang yang menyelisihi syariat.” (Al-Adabus Syar’iyyah, 1/70)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Dari hadits:&lt;br /&gt;إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ&lt;br /&gt;Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata menjelaskan ucapan Al-Khaththabi tentang zhan yang dilarang dalam hadits ini, “Zhan yang diharamkan adalah zhan yang terus menetap pada diri seseorang, terus mendiami hatinya, bukan zhan yang sekadar terbetik di hati lalu hilang tanpa bersemayam di dalam hati. Karena zhan yang terakhir ini di luar kemampuan seseorang. Sebagaimana yang telah lewat dalam hadits bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memaafkan umat ini dari apa yang terlintas di hatinya selama ia tidak mengucapkannya atau ia bersengaja1.” (Al-Minhaj, 16/335)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Sufyan rahimahullahu berkata, “&lt;strong&gt;Zhan yang mendatangkan dosa adalah bila seseorang berzhan dan ia membicarakannya.&lt;/strong&gt; Bila ia diam/menyimpannya dan tidak membicarakannya maka ia tidak berdosa.”&lt;br /&gt;Dimungkinkan pula, kata Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu, bahwa &lt;strong&gt;zhan yang dilarang adalah zhan yang murni /tidak beralasan, tidak dibangun di atas asas dan tidak didukung dengan bukti&lt;/strong&gt;. (Ikmalul Mu’lim bi Fawa`id Muslim, 8/28)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Kepada seorang muslim yang secara zahir baik agamanya serta menjaga kehormatannya, tidaklah pantas kita berzhan buruk. Bila sampai pada kita berita yang “miring” tentangnya maka tidak ada yang sepantasnya kita lakukan kecuali tetap berbaik sangka kepadanya. Karena itu, tatkala terjadi peristiwa Ifk di masa Nubuwwah, di mana orang-orang munafik menyebarkan fitnah berupa berita dusta bahwa istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, shalihah, dan thahirah (suci dari perbuatan nista) Aisyah radhiyallahu ‘anha berzina, wal’iyadzubillah, dengan sahabat yang mulia Shafwan ibnu Mu’aththal radhiyallahu ‘anhu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar tetap berprasangka baik dan tidak ikut-ikutan dengan munafikin menyebarkan kedustaan tersebut. Dalam Tanzil-Nya, Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;لَوْلاَ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ&lt;br /&gt;“Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong tersebut, orang-orang mukmin dan mukminah tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri dan mengapa mereka tidak berkata, ‘Ini adalah sebuah berita bohong yang nyata’.” (An-Nur: 12)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fnu"&gt; Dalam Al-Qur`anul Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela orang-orang Badui yang takut berperang ketika mereka diajak untuk keluar bersama pasukan mujahidin yang dipimpin oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang-orang Badui ini dihinggapi dengan zhan yang jelek.&lt;br /&gt;سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ اْلأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا. بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا&lt;br /&gt;“Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan, ‘Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.’ Mereka mengucapkan dengan lidah mereka apa yang tidak ada di dalam hati mereka. Katakanlah, “Maka siapakah gerangan yang dapat menghalangi-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagi kalian atau jika Dia menghendaki manfaat bagi kalian. Bahkan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Tetapi kalian menyangka bahwa Rasul dan orang-orang yang beriman sekali-kali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kalian memandang baik dalam hati kalian persangkaan tersebut. Dan kalian telah menyangka dengan sangkaan yang buruk, kalian pun menjadi kaum yang binasa.” (Al-Fath: 11-12)&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Catatan kaki:&lt;/span&gt;&lt;span class="fnu"&gt;&lt;br /&gt;1 Lafadz hadits yang dimaksud adalah:&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِإُمَّتِي مَا حَدَثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَـمْ يَتَكَلَّمُوْا أَوْ يَعْمَلُوْا بِهِ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah memaafkan bagi umatku apa yang terlintas di jiwa mereka selama mereka tidak membicarakan atau melakukannya.” (HR. Bukhari no. 2528 dan Muslim no. 327)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=695&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-1265251740517987072?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/1265251740517987072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/jauhi-buruk-sangka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1265251740517987072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1265251740517987072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/jauhi-buruk-sangka.html' title='Jauhi Buruk Sangka'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-5639533297909091319</id><published>2008-10-29T20:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T20:56:28.758-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Islam'/><title type='text'>Anak dan Masa Depan Umat Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Penulis: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anak adalah harapan di masa yang akan datang. Kalimat ini seringkali kita dengar dan amat lengket di benak kita. Tak ada yang memungkiri ucapan itu, karena memang ia sebuah kenyataan bukan hanya sekedar ungkapan perumpamaan, benar-benar terjadi bukan sebatas khayalan belaka. Karenanya sudah semestinya memberikan perhatian khusus dalam hal mendidiknya sehingga kelak mereka menjadi para pengaman dan pelopor masa depan umat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lingkungan pertama yang berperan penting menjaga keberadaan anak adalah keluarganya sebagai lembaga pendidikan yang paling dominan secara mutlak lalu kemudian kedua orangtuanya dengan sifat-sifat yang lebih khusus. Sesungguhnya anak itu adalah amanat bagi kedua orangtuanya. &lt;span id="more-448"&gt;&lt;/span&gt;Di saat hatinya masih bersih, putih, sebening kaca jika dibiasakan dengan kebaikan dan diajari hal itu maka ia pun akan tumbuh menjadi seorang yang baik, bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya jika dibiasakan dengan kejelekan dan hal-hal yang buruk serta ditelantarkan bagaikan binatang, maka akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian rusak dan hancur. Kerugian mana yang lebih besar yang akan dipikul kedua orangtua dan umat umumnya apabila meremehkan pendidikan anak-anaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah, “Bila terlihat kerusakan pada diri anak-anak, mayoritas penyebabnya adalah bersumber dari orangtuanya.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita dengan firmanNya, “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berkata Amirul Mukminin Ali radhiyallahu ‘anhu, “Ajarilah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kalian kebaikan dan bimbinglah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dipertanggungjawabkan, seorang imam adalah pemimpin akan dipinta pertanggungjawabannya, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan akan dipinta pertanggungjawabannya, seorang wanita pemimpin dalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab, dan seorang budak adalah pemimpin dalam hal harta tuannya dan ia bertanggungjawab. Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan dipinta pertanggungjawabannya.” (HR Bukhori dan Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sahabat Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan mempertanyakan pada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah ia menjaganya ataukah menyia-nyiakannya? Hingga seseorang akan bertanya kepada keluarganya.” (HR Ibnu Hibban, Ibnu Ady dalam Al Kamil, dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah dan dishohihkan oleh Al Hafizh dalam Al Fath 13/113).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian pula dalam Shohih Bukhori dan Muslim, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bertaqwalah kalian kepada Allah dan berbuat adillah terhadap anak-anakmu.” Sikap adil dan kasih sayang terhadap anak adalah dengan mengajari mereka kebaikan, para orangtua menjadikan dirinya sebagai madrasah bagi mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keluarga, terlebih khusus kedua orangtua dan siapa saja yang menduduki kedudukan mereka adalah unsur-unsur yang paling berpengaruh penting dalam membangun sebuah lingkungan yang mempengaruhi kepribadian sang anak dan menanamkan tekad yang kuat dalam hatinya sejak usia dini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti Zubair bin Awam misalnya. Ia adalah salah seorang dari pasukan berkudanya Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dinyatakan oleh Umar ibnul Khattab, “Satu orang Zubair menandingi seribu orang laki-laki.” Ia seorang pemuda yang kokoh aqidahnya, terpuji akhlaqnya, tumbuh di bawah binaan ibunya Shofiyah binti Abdul Mutholib, bibinya Rosulullah dan saudara perempuannya Hamzah. Ali bin Abi Tholib sejak kecil menemani Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan dipilih menjadi menantunya. Ia tumbuh sebagai seorang pemuda sosok teladan bagi para pemuda seusianya di bawah didikan ibunya Fathimah binti Asad dan yang menjadi mertuanya Khodijah binti Khuwailid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula dengan Abdullah bin Ja’far, seorang bangsawan Arab yang terkenal kebaikannya, di bawah bimbingan ibunya Asma binti Umais. Orangtua mana yang tidak gembira jika anaknya tumbuh seperti Umar ibnu Abdul Aziz. Pada usianya yang masih kecil ia menangis, kemudian ibunya bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Ia menjawab, “Aku ingat mati.” - waktu itu ia telah menghafal Al Qur’an - ibunya pun menangis mendengar penuturannya. Berkat didikan dan penjagaan ibunya yang sholihah Sufyan Ats Tsauri menjadi ulama besar, amirul mukminin dalam hal hadits. Saat ia masih kecil ibunya berkata padanya, “Carilah ilmu, aku akan memenuhi kebutuhanmu dengan hasil tenunanku.” Subhanallah! Anak-anak kita rindu akan ucapan dan kasih sayang seorang ibu yang seperti ini, seorang ibu yang pandangannya jauh ke depan. Seorang ibu yang super arif dan bijaksana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah- lihatlah bagaimana para pendahulu kita yang sholih, mereka mengerahkan segala usaha dan waktunya dalam rangka mentarbiyah anak-anaknya yang kelak menjadi penentu baik buruknya masa depan umat. Jangan sampai seorang pun di antara kita berprasangka mencontoh para pendahulu yang sholih adalah berarti kembali ke belakang, kembali ke zaman baheula (istilah orang Sunda). Di saat orang-orang berlomba-lomba meraih gengsi modernisasi, ketahuilah bahwa mencontoh sebaik-baik umat yang dikeluarkan ke tengah-tengah manusia adalah berarti satu kemajuan yang pesat, teknologi canggih dalam membangun aqidah yang benar, memperbaiki moral yang bejat serta membendung semaraknya free children, sehingga menghantarkan kepada apa yang telah diraih oleh generasi yang mulia yang tiada tandingannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meniti jalannya mereka dalam rangka mentarbiyah / mendidik anak berarti tengah mempersiapkan konsep perbaikan umat di masa yang akan datang, dimana tidak akan pernah menjadi baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang menjadikan baik generasi umat pertama. Allah berfirman, “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu, maka apakah kamu tiada memahaminya.” (QS Al Anbiyaa: 10).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatian serius dan tarbiyah yang benar kini sangatlah dibutuhkan di zaman yang dipenuhi berbagai fitnah, fitnah syahwat dan syubhat yang terus memburu anak-anak kita dari segala arah dihembuskan oleh da’i-da’i sesat yang berada di pintu-pintu neraka jahanam. Allah berfirman, “… sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” (QS An Nisaa: 27).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benarlah apa yang dikatakan dalam sebuah syair:&lt;br /&gt;Siapa menggembala kambing di tempat rawan binatang buas&lt;br /&gt;Kemudian lalai darinya, singa akan merebut gembalaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah- Islam sebagai agama yang universal tentu tidaklah mengesampingkan tarbiyah anak, bahkan tarbiyah anak adalah sorotan utama dalam Islam sebab Islam adalah agama tarbiyah. Dengan posisi tarbiyah anak yang demikian pentingnya, maka Allah subhanahu wa ta’ala mengabadikan wasiat Luqman, seorang hamba yang sholih, kepada anaknya sebagai acuan bagi para murobbi / pendidik, begitu pula dengan sosok pribadi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai seorang rosul sekaligus menjadi imam para murobbi dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatian dan kecintaannya terhadap anak-anak sangatlah tinggi, terlihat saat beliau mengajari Ibnu Abbas di usianya yang muda belia sehingga tampillah Ibnu Abbas menjadi sosok pemuda yang berilmu, bertaqwa, dan memiliki keberanian yang luar biasa. Salah satu bentuk kasih sayangnya terhadap anak, beliau selalu mencium anak-anak bila berjumpa, sebagaimana dalam Shohih Bukhori dari sahabat Abu Hurairoh, ia berkata, “Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Hasan …”, juga diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam Shohihnya dari sahabat Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Seorang badui datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: Kalian selalu menciumi anak-anak, sedangkan kami tidak pernah menciuminya.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kami menginginkan agar Allah mencabut kasih sayang dari hatimu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ada bahan pengajaran yang paling baik dan sempurna kecuali yang bersumber dari kitab dan sunnah, karena disitulah adanya ilmu yang mencakup segala bidang, seperti ungkapan Imam Syafi’i:&lt;br /&gt;Ilmu itu adalah ucapan Allah dan ucapan rosulNya&lt;br /&gt;Sedang selain dari itu adalah bisikan-bisikan syaithon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alangkah baik bila penulis uraikan beberapa langkah dasar dalam mendidik anak yang disarikan dari Al Kitab dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama: mengajarkan tauhid kepada anak&lt;/strong&gt;, mengesakan Allah dalam hal beribadah kepadaNya, menjadikannya lebih mencintai Allah daripada selainNya, tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah. Ini pendidikan yang paling urgen di atas hal-hal penting lainnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua: mengajari mereka sholat dan membiasakannya berjama’ah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga: mengajari mereka agar pandai bersyukur&lt;/strong&gt; kepada Allah, kepada kedua orangtua, dan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat: mendidik mereka agar taat kepada kedua orangtua&lt;/strong&gt; dalam hal yang bukan maksiat, setelah ketaatan kepada Allah dan rosulNya yang mutlak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima: menumbuhkan pada diri mereka sikap muroqobah &lt;/strong&gt;merasa selalu diawasi Allah. Tidak meremehkan kemaksiatan sekecil apapun dan tidak merendahkan kebaikan walau sedikit.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keenam: memberitahu mereka akan wajibnya mengikuti sabilul mukminin al muwahhidin&lt;/strong&gt; (jalannya mukminin yang bertauhid), salafush sholih generasi terbaik umat ini, dan memberikan loyalitas kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketujuh: mengarahkan mereka akan pentingnya ilmu Al Kitab dan Sunnah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedelapan: menanamkan pada jiwa mereka sikap tawadlu, rendah hati, dan rujulah serta syaja’ah&lt;/strong&gt; (kejantanan dan keberanian). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan masih banyak lagi selain apa yang penulis uraikan di sini. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita anak-anak yang sholih. Amin ya Mujiibas sailiin. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Al Furqoon: 74).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah- begitulah memang seharusnya pendidikan anak ini menjadi kewajiban nomor satu bagi para orangtua, menelantarkannya berarti menelantarkan amanat dan kepercayaan Allah, membiarkannya adalah berarti membiarkan kehancuran anak, orangtuanya, umat, bangsa, dan negara. Sedangkan mendidiknya adalah cahaya masa depan umat yang cerah yang berarti juga mengangkat derajat sang anak dan derajat kedua orangtuanya di surga. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan diangkat derajat seorang hamba yang sholih di surga. Lalu ia akan bertanya-tanya: Wahai Rabb apa yang membuatku begini?” Kemudian dikatakan padanya, “Permohonan ampun anakmu untukmu.” (HR Ahmad dari sahabat Abu Hurairoh). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka, tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS Ath Thuur: 21). Allah-lah yang memberi taufiq kepada apa yang dicintaiNya dan diridloiNya.&lt;br /&gt;Walhamdulillahi robbil ‘alamin. Wal Ilmu indallah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Dikutip dari tulisan Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsari. Bulletin al Wala` wal Bara` Edisi ke-14 Tahun ke-1 / 21 Maret 2003 M / 18 Muharrom 1424 H. URL sumber http://fdawj.atspace.org/awwb/th1/14.htm)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=137&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-5639533297909091319?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/5639533297909091319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/anak-dan-masa-depan-umat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/5639533297909091319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/5639533297909091319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/anak-dan-masa-depan-umat-islam.html' title='Anak dan Masa Depan Umat Islam'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2378919498493006740</id><published>2008-10-29T20:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T20:54:36.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Islam'/><title type='text'>Butuhnya Manusia Akan Ilmu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Penulis: Ustadz. Abdul Aziz&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana halnya makanan, yang dipergunakan manusia untuk kelangsungan hidup. Seandainya keimanan tidak dipupuk dengan ilmu, maka ibarat tanaman menjadi &lt;strong&gt;layu bahkan hancur&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dengan ilmu. Al Imam Ahmad menyatakan : &lt;em&gt;“&lt;strong&gt;Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan setiap saat.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (Thobaqot Al Hanabilah 1/147)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bahkan seluruh makhluk Allah sangat butuh kepada ilmu. Karena tidak akan tegak urusan makhluk kecuali dengan ilmu. Langit-langit dan bumi bisa berdiri kokoh adalah dengan ilmu, begitu pula diturunkannya para rasul dan kitab-kitab-Nya juga dengan ilmu. Serta tidak akan diketahui perkara halal-haram kecuali dengan ilmu. Oleh karena itu, kewajiban seseorang dalam menuntut ilmu syar’i berlangsung hingga menjelang wafat. &lt;span id="more-401"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu’alaihi wasallam&lt;/em&gt; senantiasa menyampaikan dakwah dan nasehat hingga menjelang wafat beliau. Diriwayatkan oleh Al Hakim di dalam Mustadraknya dan dia berkata : -di atas syarat dua syaikh-dari hadits Anas &lt;em&gt;radhiyallahu’anhu&lt;/em&gt; dari Nabi &lt;em&gt;Shallallahu’alaihi wasallam&lt;/em&gt; bahwasanya beliau bersabda : &lt;em&gt;“Dua keinginan yang tidak pernah merasa puas darinya : “Keinginan terhadap ilmu dan tidak pernah merasa puas darinya, dan keinginan terhadap dunia dan tidak pernah merasa puas darinya&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nabi menjadikan keinginan terhadap ilmu dan tidak pernah merasa puas darinya sebagai komitmen iman dan sifat-sifat kaum mukminin. Oleh karena itu para imam kaum muslimin apabila dikatakan kepada mereka : &lt;strong&gt;“Sampai kapan engkau menuntut ilmu?”&lt;/strong&gt; maka dia mengatakan : &lt;strong&gt;“sampai wafat!”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nu’aim bin Hammad berkata : “Aku mendengar Abdullah ibnul Mubarak radliyallahu’anhu berkata - sekelompok kaum mencelanya karena beliau sering menuntut ilmu hadits. Maka mereka mengatakan ; “sampai kapan engkau mendegarkan (hadits)? Beliau menjawab : &lt;strong&gt;“sampai mati!”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Al Hasan bin Manshur Al Jashshosh berkata : “Aku mengatakan kepada Ahmad bin Hambal&lt;em&gt; radhiyallahu’anhu&lt;/em&gt; : “Sampai kapan engkau akan menulis hadits?” maka beliau mejawab : &lt;strong&gt;“Hingga wafat!”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Muhammad Al Baghawi berkata : “Aku mendengar Ahmad bin Hambal berkata : &lt;strong&gt;“Sesungguhnya aku menuntut ilmu sampai masuk ke liang kubur.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Muhammad bin Isma’il As Shooigh berkata : “Aku tinggal bersama ayahku di Baghdad, kemudian lewat di hadapan kami Ahmad bin Hambal dalam keadaan memegang sandal. Lantas ayahku menarik bajunya, dan berkata : “Wahai Abu Abdillah (panggilan Ahmad bin Hambal), apakah engkau tidak malu! sampai kapan engkau menuntut ilmu? Beliau menjawab : “&lt;strong&gt;sampai mati!”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah beberapa perkataan para ulama yang menerangkan begitu semangatnya mereka dalam menuntut ilmu. Sehingga mereka mencurahkan waktu dan tenaga untuk meraih lezatnya ilmu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya bagi siapa saja yang memahami hikmah dibalik perintah menuntut ilmu tersebut niscaya dia tidak akan pernah menyia-nyiakan waktunya sedikitpun dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Dia akan merasa rugi tatkala luput dari manisnya ilmu.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dia akan memanfaatkan masa sehatnya untuk banyak menimba ilmu sebelum tiba masa sakit. Serta dia akan mengisi waktu hidupnya dengan hal-hal yang mengundang keridhoan Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala &lt;/em&gt;sebelum ajal tiba.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begitulah seharusnya cerminan seorang mukmin yang mengharapkan perjumpaan Rabbnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seiring dengan itu, syetan juga tak pernah menyerah untuk menjerumuskan manusia ke lembah kebodohan. Sehingga dengan kebodohan seseorang terhadap ilmu mengakibatkan lemahnya keimanan dan minimnya ketaqwaan kepada Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya orang yang bodoh tidak mengetahui hakekat &lt;strong&gt;iman dan taqwa&lt;/strong&gt;. Dan tidak mengetahui pula jalan untuk menuju keselamatan berdasarkan ilmu dan keyakinan yang mantap.Tentu saja hal ini semakin membuka peluang bagi syetan untuk menggiring orang tersebut kepada kemaksiatan dan kesesatan. Tatkala kebodohan telah merajalela, maka akan meningkat pula kemaksiatan, kriminalitas, cinta kepada dunia yang berlebihan dan takut apabila kematian menjemputnya, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semua ini merupakan diantara sebab lemahnya kaum muslimin, sehingga Allah menimpakan kehinaan kepada mereka. Rasa gentar yang menghunjam pada jiwa-jiwa musuh-musuh Islam hilang seiring dengan dicabutnya kewibawaan kaum muslimin. Sehingga musuh-musuh kaum muslimin tidak segan-segan untuk mengintimidasi dan memberangus persatuan kaum muslimin. Sementara mayoritas manusia terlena dengan kehidupan dunia yang fana ini dan melupakan akhirat yang kekal abadi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu di antara sifat-sifat penuntut ilmu yang diajarkan oleh rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu’alaihi wasallam&lt;/em&gt; adalah &lt;strong&gt;ikhlas dalam menuntut ilmu&lt;/strong&gt;. Sebab dengan keikhlasan ini akan menghantarkan seseorang kepada tingkatan hamba yang sangat butuh kepada ilmu dan membentenginya dari &lt;strong&gt;riya’ (ingin dipuji oleh orang lain&lt;/strong&gt;) dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda &lt;strong&gt;: “Barangsiapa yang mempelajari ilmu dari apa- apa yang dia cari dengannya wajah Allah Azza wa Jalla. Tidaklah dia belajar kecuali untuk memperoleh bagian dari dunia, maka dia tidak akan mencium wangi syurga pada hari kiamat.” &lt;/strong&gt;(HR Ibnu Majah, Al Muqadimah 1/252 dan Ahmad, Al Musnad 2/338)&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam berhias dengan keikhlasan ini juga harus dibimbing dengan ilmu dan tidak cukup dengan modal semangat semata. Sebab berapa banyak orang yang pada awalnya ikhlas dalam melaksanakan amalan, namun tatkala berada di tengah perjalanan mengalami penurunan secara drastis. &lt;span lang="IT"&gt;Ini semua tidak lepas daripada peran syetan dalam menggoda bani Adam. Syetan berupaya untuk memberikan rasa was-was di dalam diri manusia sehingga memperngaruhi keikhlasan. Oleh karena itu peran ilmu sangat besar terhadap keikhlasan seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Cukuplah bagi seorang muslim akan berita Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; bahwa ilmu merupakan sebaik-baik ganjaran dalam berbuat kebaikan. &lt;/span&gt;Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman : &lt;em&gt;“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka.Demikianlah balasan bagi orang yang berbuat baik, agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan ganjaran yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”&lt;/em&gt; &lt;span lang="IT"&gt;(Az Zumar 33-35). Dan ini menunjukkan dua ganjaran baik di dunia dan akherat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Al Hasan Berkata : “Barangsiapa yang sangat baik peribadatannya kepada Allah pada masa mudanya, maka Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; akan menganugerahkan &lt;strong&gt;hikmah (Ilmu) kepadanya tatkala beranjak dewasa.”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Sebagaimana firman Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; : “Dan tatkala dia (Nabi Yusuf) cukup dewasa kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. &lt;/span&gt;Demikianlah kami memberikan balasan kepada orang- orang yang berbuat baik.” (Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu 226-227).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demikian sifat dan kedudukan ilmu yang sangat mulia sebagai ganjaran yang paling berharga bagi seorang muslim yang ingin menggapainya.&lt;strong&gt;Oleh karena itu kebutuhan manusia terhadap ilmu merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar- tawar lagi. Jikalau ingin mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat maka tempuhlah jalan ilmu syari’at. Sehingga dengan demikian Allah akan mempermudah baginya untuk menuju surga yang diidam-idamkan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kita memohon kepada Allah agar dibukakan pintu hati kita dengan taufik dan hidayah-Nya. Sehingga kita senantiasa butuh kepada ilmu yang bermanfaat. Dan mudah-mudahan Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; senantiasa mencurahkan kepada jiwa kita perasaan cukup terhadap nikmat-nikmat yang diberikan-Nya. &lt;em&gt;Amin Yaa Mujibas Saailin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : www.Darussalaf.or.id&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2378919498493006740?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2378919498493006740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/butuhnya-manusia-akan-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2378919498493006740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2378919498493006740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/butuhnya-manusia-akan-ilmu.html' title='Butuhnya Manusia Akan Ilmu'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-3675503625218950799</id><published>2008-10-29T20:48:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T20:52:01.989-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Islam Liberal'/><title type='text'>Tentang Jaringan Islam Liberal</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;1. Apa itu Islam liberal?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Islam Liberal adalah suatu bentuk penafsiran tertentu atas Islam dengan landasan sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. &lt;i&gt;Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisa bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), dan ilahiyyat (teologi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; b. &lt;i&gt;Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ijtihad yang dikembangkan oleh Islam Liberal adalah upaya menafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik Qur’an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islam semata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks. Penafsiran yang literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran yang berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; c. &lt;i&gt;Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; d. &lt;i&gt;Memihak pada yang minoritas dan tertindas&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Islam Liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas yang minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; e. &lt;i&gt;Meyakini&lt;/i&gt; &lt;i&gt;k&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ebebasan beragama&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Islam Liberal meyakini bahwa urusan &lt;i&gt;beragama&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;tidak beragama&lt;/i&gt; adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Islam Liberal tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; f. &lt;i&gt;Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt; Islam Liberal yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan. Islam Liberal menentang negara agama (teokrasi). Islam Liberal yakin bahwa bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya &lt;i&gt;hak suci &lt;/i&gt;untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;2. Mengapa disebut Islam Liberal?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Nama “Islam liberal” menggambarkan prinsip-prinsip yang kami anut, yaitu Islam yang menekankan &lt;i&gt;kebebasan&lt;/i&gt; pribadi  dan &lt;i&gt;pembebasan &lt;/i&gt;dari struktur sosial-politik yang menindas. “Liberal” di sini bermakna dua: &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;i&gt;kebebasan  &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;pembebasan&lt;/i&gt;. Kami percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Kami memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu “liberal”. Untuk mewujudkan Islam Liberal, kami membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL). &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt; 3&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;. Mengapa Jaringan Islam Liberal?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Tujuan utama kami adalah menyebarkan gagasan Islam Liberal seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu kami memilih bentuk jaringan, bukan organisasi kemasyarakatan, maupun partai politik. JIL adalah wadah yang longgar untuk siapapun yang memiliki aspirasi dan kepedulian terhadap gagasan Islam Liberal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;4. Apa misi JIL?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;Kedua, &lt;/b&gt;mengusahakan terbukanya ruang dialog yang bebas dari tekanan konservatisme. Kami yakin, terbukanya ruang dialog akan memekarkan pemikiran dan gerakan Islam yang sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, mengupayakan terciptanya struktur sosial dan politik yang adil dan manusiawi. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-3675503625218950799?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/3675503625218950799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/tentang-jaringan-islam-liberal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3675503625218950799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3675503625218950799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/tentang-jaringan-islam-liberal.html' title='Tentang Jaringan Islam Liberal'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2501069954528207799</id><published>2008-10-29T20:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T20:48:02.119-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Women In Islam'/><title type='text'>A Collection of References from the Quran and Hadeeth about the Rights of Women guaranteed by Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Spiritual Equality         of Women and Men&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Allah has got ready forgiveness and tremendous rewards for the         Muslim men and women; the believing men and women; the devout men and         women; the truthful men and women; the patiently suffering men and         women; the humble men and women; the almsgiving men and women; the         fasting men and women, the men and women who guard their chastity; and         the men and women who are exceedingly mindful of Allah. (Al-Ahzab 33:35)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Attitudes towards women&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        O ye who believe! Ye are forbidden to inherit women against their         will. Nor should ye treat them with harshness, that ye may take away         part of the dower ye have given them,-except where they have been guilty         of open lewdness; on the contrary live with them on a footing of         kindness and equity. If ye take a dislike to them it may be that ye         dislike a thing, and Allah brings about through it a great deal of good.         (An-Nisa 4:19)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Collaboration and consultation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        The believing men and women, are associates and helpers of each         other. They (collaborate) to promote all that is beneficial and         discourage all that is evil; to establish prayers and give alms, and to         obey Allah and his Messenger. Those are the people whom Allah would         grant mercy. Indeed Allah is Mighty and Wise. (Al-Taubah 9:71)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Examples of Consensual Decision         Making&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        If both spouses decide, by mutual consent and consultation, on         weaning [their baby], there is no blame on either. If you want to have         your babies breastfed by a foster mother you are not doing anything         blame-worthy provided you pay to the fostermother what you had agreed to         offer, in accordance with the established manner. Fear Allah and know         that Allah is aware it what you are doing". (Al-Baqarah, 2:233)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Women's Right to Attend Mosques&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated Ibn Umar: The Prophet (p.b.u.h) said, "Allow women         to go to the Mosques at night." (Bukhari Volume 2, Book 13, Number         22)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Narrated Ibn Umar: One of the wives of Umar (bin         Al-Khattab) used to         offer the Fajr and the 'Isha' prayer in congregation in the Mosque. She         was asked why she had come out for the prayer as she knew that Umar         disliked it, and he has great ghaira (self-respect). She replied,         "What prevents him from stopping me from this act?" The other         replied, "The statement of Allah's Apostle (p.b.u.h) : 'Do not stop         Allah's women-slave from going to Allah s Mosques' prevents him." (Bukhari Volume 2, Book 13, Number 23)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Ibn 'Umar reported: Grant permission to women for going to the mosque         in the night. His son who was called Waqid said: Then they would make         mischief. He (the narrator) said: He thumped his (son's) chest and said:         I am narrating to you the hadith of the Messenger of Allah (may peace be         upon him), and you say: No! (Sahih Muslim Book 004, Number 0890)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Ibn Umar reported: The Messenger of Allah (may peace be upon him)         said: Do not deprive women of their share of the mosques, when they seek         permission from you. Bilal said: By Allah, we would certainly prevent         them. 'Abdullah said: I say that the Messenger of Allah (may peace be         upon him) said it and you say: We would certainly prevent them! (Sahih         Muslim Book 004, Number 0891)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Yahya related to me from Malik from Yahya ibn Said that Atika bint         Zayd ibn Amr ibn Nufayl, the wife of Umar ibn al-Khattab, used to ask         Umar ibn al-Khattab for permission to go to the mosque. He would keep         silent, so she would say, "By Allah, I will go out, unless you         forbid me," and he would not forbid her. (Sunan Abu Dawud Book 14,         Number 14.5.14)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;The Common Performance of         Ablutions&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated Ibn Umar: "It used to be that men and women would         perform ablutions together in the time of the Messenger of Allah's         assembly." (Bukhari: 1: Ch. 45, Book of Ablution)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Women's Right of Proposal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated Sahl: A woman came to the Prophet, and presented herself         to him (for marriage). He said, "I am not in need of women these         days." Then a man said, "O Allah's Apostle! Marry her to         me." The Prophet asked him, "What have you got?" He said,         "I have got nothing." The Prophet said, "Give her         something, even an iron ring." He said, "I have got         nothing." The Prophet asked (him), "How much of the Quran do         you know (by heart)?" He said, "So much and so much." The         Prophet said, "I have married her to you for what you know of the         Quran." (Bukhari Volume 7, Book 62, Number 72)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Women's Right of Permission&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated Abu Huraira: The Prophet said, "A matron should not         be given in marriage except after consulting her; and a virgin should         not be given in marriage except after her permission." The people         asked, "O Allah's Apostle! How can we know her permission?" He         said, "Her silence (indicates her permission)." (Bukhari         Volume 7, Book 62, Number 67)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Narrated Khansa bint Khidam Al-Ansariya that her father gave her in         marriage when she was a matron and she disliked that marriage. So she         went to Allah's Apostle and he declared that marriage invalid. (Bukhari         Volume 7, Book 62, Number 69)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;The Right of Women not to be         Forced&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated Ibn 'Abbas: Barira's husband was a slave called Mughith,         as if I am seeing him now, going behind Barira and weeping with his         tears flowing down his beard. The Prophet said to 'Abbas, "O 'Abbas         ! are you not astonished at the love of Mughith for Barira and the         hatred of Barira for Mughith?" The Prophet then said to Barira,         "Why don't you return to him?" She said, "O Allah's         Apostle! Do you order me to do so?" He said, "No, I only         intercede for him." She said, "I am not in need of him."         (Bukhari: Volume 7, Book 63, Number 206)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Asserting Women's Rights&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Ibn Al-Jauzi narrated the virtues and merits of Umar bin Al-Khattab         (Allah bless him) in the following words: Umar forbade the people from         paying excessive dowries and addressed them saying: "Don't fix the         dowries for women over forty ounces. If ever that is exceeded I shall         deposit the excess amount in the public treasury". As he descended         from the pulpit, a flat-nosed lady stood up from among the women         audience, and said: "It is not within your right". Umar asked:         "Why should this not be of my right?" she replied:         "Because Allah has proclaimed: 'even if you had given one of them         (wives) a whole treasure for dowry take not the least bit back. Would         you take it by false claim and a manifest sin'". (Al Nisa, 20).         When he heard this, Umar said: "The woman is right and the man (Umar)         is wrong. It seems that all people have deeper insight and wisdom than         Umar". Then he returned to the pulpit and declared: "O people,         I had restricted the giving of more than four hundred dirhams in dowry.         Whosoever of you wishes to give in dowry as much as he likes and finds         satisfaction in so doing may do so". quoted in: "&lt;a href="http://www.islamfortoday.com/turabi01.htm"&gt;On         the Position and Role of Women in Islam and Islamic Society&lt;/a&gt;" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Seeking advice and comfort&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated 'Aisha (the mother of the faithful believers): ... Then         Allah's Apostle returned with the Inspiration and with his heart beating         severely. Then he went to Khadija bint Khuwailid and said, "Cover         me! Cover me!" They covered him till his fear was over and after         that he told her everything that had happened and said, "I fear         that something may happen to me." Khadija replied, "Never! By         Allah, Allah will never disgrace you. You keep good relations with your         kith and kin, help the poor and the destitute, serve your guests         generously and assist the deserving calamity-afflicted ones."         Khadija then accompanied him to her cousin Waraqa bin Naufal bin Asad         bin 'Abdul 'Uzza ... (Bukhari Volume 1, Book 1, Number 3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;The Characteristics of a         Believing Man&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated AbuHurayrah: Allah's Messenger (pbuh) said: a believing         man should not hate a believing woman; if he dislikes one of her         characteristics, he will be pleased with another. (Muslim Book 8, Number         3469)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;The Education of Women&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated Abu Said: A woman came to Allah's Apostle and said,         "O Allah's Apostle! Men (only) benefit by your teachings, so please         devote to us from (some of) your time, a day on which we may come to you         so that you may teach us of what Allah has taught you." Allah's         Apostle said, "Gather on such-and-such a day at such-and-such a         place." They gathered and Allah's Apostle came to them and taught         them of what Allah had taught him. (Bukhari Volume 9, Book 92, Number         413)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;On the Treatment of Women&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated Mu'awiyah al-Qushayri: I went to the Apostle of Allah (pbuh)         and asked him: "What do you say (command) about our wives?" He         replied: "Give them food what you have for yourself, and clothe         them by which you clothe yourself, and do not beat them, and do not         revile them." (Sunan Abu Dawud: Book 11, Number 2139) "The         best of you is one who is best towards his family and I am best towards         the family". (At-Tirmithy). "None but a noble man treats women         in an honourable manner. And none but an ignoble treats women         disgracefully". (At-Tirmithy).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;A Husband must keep the Privacy         of his Wife&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Narrated AbuSa'id al-Khudri: Allah's Messenger (peace_be_upon_him)         said: The most wicked among the people in the eye of Allah on the Day of         Judgement is the man who goes to his wife and she comes to him, and then         he divulges her secret. (Muslim Book 8, Number 3369)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;A Husband's Attitude&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        'Umar ibn al-Khattab (RA) said that a man came to his house to         complain about his wife. On reaching the door of his house, he hears 'Umar's         wife shouting at him and reviling him. Seeing this, he was about to go         back, thinking that 'Umar himself was in the same position and,         therefore, could hardly suggest any solution for his problem. 'Umar (RA)         saw the man turn back, so he called him and enquired about the purpose         of his visit. He said that he had come with a complaint against his         wife, but turned back on seeing the Caliph in the same position. 'Umar         (RA) told him that he tolerated the excesses of his wife for she had         certain rights against him. He said, "Is it not true that she         prepares food for me, washes clothes for me and suckles my children,         thus saving me the expense of employing a cook, a washerman and a nurse,         though she is not legally obliged in any way to do any of these things?         Besides, I enjoy peace of mind because of her and am kept away from         indecent acts on account of her. I therefore tolerate all her excesses         on account of these benefits. It is right that you should also adopt the         same attitude." quoted in Rahman, Role of Muslim Women page 149&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;The Prophet's Disapproval of         Women Beaters&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;        Patient behavior was the practice of the Prophet, even when his         wife dared to address him harshly. Once his mother-in-law- saw her daughter         strike him with her fist on his noble chest. When the enraged mother         -in-law began to reproach her daughter, the Prophet smilingly said,         "Leave her alone; they do worse than that." And once Abu Bakr,         his father-in-law, was invited to settle some misunderstanding between         him and Aishah. The Prophet said to her, "Will you speak, or shall         I speak?" Aisha said, "You speak, but do not say except the         truth." Abu Bakr was so outraged that he immediately struck her         severely, forcing her to run and seek protection behind the back of the         Prophet. Abu Bakr said, "O you the enemy of herself! Does the         Messenger of Allah say but the truth?" The Prophet said, "O         Abu Bakr, we did not invite you for this [harsh dealing with Aishah],         nor did we anticipate it." quoted in: Mutual Rights and Obligations&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;And Allah (swt) knows best.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2501069954528207799?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2501069954528207799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/collection-of-references-from-quran-and.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2501069954528207799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2501069954528207799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/collection-of-references-from-quran-and.html' title='A Collection of References from the Quran and Hadeeth about the Rights of Women guaranteed by Islam'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-4451462358303042533</id><published>2008-10-29T20:41:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T20:43:18.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Women In Islam'/><title type='text'>Islam, Culture and Women</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:85%;color:#000022;"  &gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:Verdana, Arial, Helvetica;font-size:85%;color:#000022;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:Verdana, Arial, Helvetica;" &gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000022;"&gt;Ruqaiyyah Waris Maqsood&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000022;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#000022;"&gt;&lt;br /&gt;How can anyone justify Islam's treatment of women, when it imprisons Afghans  under blue shuttlecock burqas and makes Pakistani girls marry strangers against  their will?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How can you respect a religion that forces women into polygamous marriages,  mutilates their genitals, forbids them to drive cars and subjects them to the  humiliation of "instant" divorce? In fact, none of these practices are Islamic  at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyone wishing to understand Islam must first separate the religion from the  cultural norms and style of a society. Female genital mutilation is still  practised in certain pockets of Africa and Egypt, but viewed as an inconceivable  horror by the vast majority of Muslims. Forced marriages may still take place in  certain Indian, Pakistani and Bangladeshi communities, but would be anathema to  Muslim women from other backgrounds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeed, Islam insists on the free consent of both bride and groom, so such  marriages could even be deemed illegal under religious law.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A woman forbidden from driving a car in Riyadh will cheerfully take the wheel  when abroad, confident that her country's bizarre law has nothing to do with  Islam. Afghan women educated before the Taliban rule know that banning girls  from school is forbidden in Islam, which encourages all Muslims to seek  knowledge from cradle to grave, from every source possible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Koran is addressed to all Muslims, and for the most part it does not  differentiate between male and female. Man and woman, it says, "were created of  a single soul," and are moral equals in the sight of God. Women have the right  to divorce, to inherit property, to conduct business and to have access to  knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since women are under all the same obligations and rules of conduct as the men,  differences emerge most strongly when it comes to pregnancy, child-bearing and  rearing, menstruation and, to a certain extent, clothing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of the commands are alien to Western tradition. Requirements of ritual  purity may seem to restrict a woman's access to religious life, but are viewed  as concessions. During menstruation or postpartum bleeding, she may not pray the  ritual salah or touch the Koran and she does not have to fast; nor does she need  to fast while pregnant or nursing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The veiling of Muslim women is a more complex issue. Certainly, the Koran  requires them to behave and dress modestly - but these strictures apply equally  to men. Only one verse refers to the veiling of women, stating that the  Prophet's wives should be behind a hijab when his male guests converse with  them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some modernists, however, claim that this does not apply to women in general,  and that the language used does not carry the textual stipulation that makes a  verse obligatory. In practice, most modern Muslim women appreciate attractive  and graceful clothes, but avoid dressing provocatively.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What about polygamy, which the Koran endorses up to the limit of four wives per  man? The Prophet, of course, lived at a time when continual warfare produced  large numbers of widows, who were left with little or no provision for  themselves and their children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In these circumstances, polygamy was encouraged as an act of charity. Needless  to say, the widows were not necessarily sexy young women, but usually mothers of  up to six children, who came as part of the deal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polygamy is no longer common, for various good reasons. The Koran states that  wives need to be treated fairly and equally - a difficult requirement even for a  rich man. Moreover, if a husband wishes to take a second wife, he should not do  so if the marriage will be to the detriment of the first.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sexual intimacy outside marriage is forbidden in Islam, including sex before  marriage, adultery or homosexual relationships. However, within marriage, sexual  intimacy should be raised from the animal level to sadaqah (a form of worship)  so that each considers the happiness and satisfaction of the other, rather than  mere self-gratification.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contrary to Christianity, Islam does not regard marriages as "made in heaven" or  "till death do us part". They are contracts, with conditions. If either side  breaks the conditions, divorce is not only allowed, but usually expected.  Nevertheless, a hadith makes it clear that: "Of all the things God has allowed,  divorce is the most disliked."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Muslim has a genuine reason for divorce only if a spouse's behaviour goes  against the sunnah of Islam - in other words, if he or she has become cruel,  vindictive, abusive, unfaithful, neglectful, selfish, sexually abusive,  tyrannical, perverted - and so on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In good Islamic practice, before divorce can be contemplated, all possible  efforts should be made to solve a couple's problems. After an intention to  divorce is announced, there is a three-month period during which more attempts  are made at reconciliation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If, by the end of each month, the couple have resumed sexual intimacy, the  divorce should not proceed. The three-month rule ensures that a woman cannot  remarry until three menstrual cycles have passed - so, if she happens to be  pregnant, the child will be supported and paternity will not be in dispute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Muslims die, strict laws govern the shares of property and money they may  leave to others; daughters usually inherit less than sons, but this is because  the men in a family are supposed to provide for the entire household.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Any money or property owned by women is theirs to keep, and they are not obliged  to share it. Similarly, in marriage, a woman's salary is hers and cannot be  appropriated by her husband unless she consents.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A good Muslim woman, for her part, should always be trustworthy and kind. She  should strive to be cheerful and encouraging towards her husband and family, and  keep their home free from anything harmful (haram covers all aspects of harm,  including bad behaviour, abuse and forbidden foods).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regardless of her skills or intelligence, she is expected to accept her man as  the head of her household - she must, therefore, take care to marry a man she  can respect, and whose wishes she can carry out with a clear conscience.  However, when a man expects his wife to do anything contrary to the will of God  - in other words, any nasty, selfish, dishonest or cruel action - she has the  right to refuse him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Her husband is not her master; a Muslim woman has only one Master, and that is  God. If her husband does not represent God's will in the home, the marriage  contract is broken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What should one make of the verse in the Koran that allows a man to punish his  wife physically? There are important provisos: he may do so only if her ill-will  is wrecking the marriage - but then only after he has exhausted all attempts at  verbal communication and tried sleeping in a separate bed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, the Prophet never hit a woman, child or old person, and was emphatic  that those who did could hardly regard themselves as the best of Muslims.  Moreover, he also stated that a man should never hit "one of God's handmaidens".  Nor, it must be said, should wives beat their husbands or become inveterate  nags.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, there is the issue of giving witness. Although the Koran says nothing  explicit, other Islamic sources suggest that a woman's testimony in court is  worth only half of that of a man. This ruling, however, should be applied only  in circumstances where a woman is uneducated and has led a very restricted life:  a woman equally qualified to a man will carry the same weight as a witness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, does Islam oppress women?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While the spirit of Islam is clearly patriarchal, it regards men and women as  moral equals. Moreover, although a man is technically the head of the household,  Islam encourages matriarchy in the home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women may not be equal in the manner defined by Western feminists, but their  core differences from men are acknowledged, and they have rights of their own  that do not apply to men&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-4451462358303042533?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/4451462358303042533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/islam-culture-and-women.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4451462358303042533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4451462358303042533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/islam-culture-and-women.html' title='Islam, Culture and Women'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-4479726834519433521</id><published>2008-10-24T11:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T11:59:34.924-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga Sakinah'/><title type='text'>ADAB BERBEDA PENDAPAT</title><content type='html'>&lt;strong&gt;T&lt;/strong&gt;enanglah dengan niat yang ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat. Juga menghindari sikap over akting, membela diri, dan emosional.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;K&lt;/strong&gt;embalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur’an dan Sunnah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Kitab) dan Rasul.” (An-Nisa: 59).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;erbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat dan tidak menuduh buruk niatnya serta tidak mencela dan menganggapnya cacat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;J&lt;/strong&gt;anganlah memperuncing perselisihan, tafsirkan penda-pat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepa-danya dengan tafsiran yang baik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;J&lt;/strong&gt;anganlah mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah diteliti secara mendalam dan dipikirkan secara matang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;erlapangdadalah di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatan yang dialamatkan kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;H&lt;/strong&gt;indarilah permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;ersikaplah sopan dan berpegang teguh pada adab berdialog dan menghindari perdebatan, bantah-membantah dan kasar menghadapi kawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-4479726834519433521?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/4479726834519433521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/adab-berbeda-pendapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4479726834519433521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4479726834519433521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/adab-berbeda-pendapat.html' title='ADAB BERBEDA PENDAPAT'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2333397574889063309</id><published>2008-10-24T11:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T11:56:41.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga Sakinah'/><title type='text'>BILA PASANGAN MARAH</title><content type='html'>Rumah tangga adalah perpaduan dua makhluk Allah yang berbeda, menyatu dalam ikatan pernikahan karena kesesuaian dan kesepahaman, walaupun di antara suami istri terdapat kesamaan-kesamaan yang membuat mereka bersatu akan tetapi sunnah Allah berkata bahwa tidak ada manusia yang sama, tidak terkecuali suami dengan istri, ketidaksamaan ini bisa memicu kesalahpahaman yang membuat pasangan kesal dan marah. Dalam kondisi pasangan kesal dan marah kepada Anda, Anda perlu melakukan sesuatu demi kebaikan dan keharmonisan rumah Anda, karena jika tidak maka rumah dengan kemarahan penghuninya akan terasa sumpek.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; Memaklumi Pasangan Anda bukan malaikat, dia adalah manusia, dia tidak mungkin lepas dari sisi-sisi kemanusiaan, suka dan benci, rela dan marah pasti terjadi padanya, wajar kalau pasangan Anda marah, tentu ada penyebabnya, maklumi dan terimalah, tidak perlu berpikir negatif atau terlalu memikirkannya sehingga menambah beban berat Anda, tetapi jangan pula dianggap angin lalu karena bisa jadi angin lalu tersebut berubah besar sehingga menjadi angin ribut. Jadi sikapi dengan wajar dan proporsional.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt; Menenangkan Marah adalah api, dan kita mengetahui bahwa api akan menyambar apa yang mungkin terbakar. Api tidak akan menyambar air. Kemarahan pasangan akan meninggi jika Anda memposisikan diri sebagai sesuatu yang mungkin disambar api, kalau Anda memposisikan diri ibarat air, maka itu akan meredakan kemarahan pasangan. Dari sini jika pasangan Anda marah maka bersikaplah tenang, tidak perlu terpancing emosi dan ikut-ikutan marah karena hal itu ibarat mengipasi bara api atau menyiramkan bensin ke dalam api. Di samping Anda mesti bersikap tenang, Anda juga sebaiknya diam, biarkan pasangan Anda ngedumel dan nerocos menumpahkan kekesalannya, tampung saja ibarat Anda adalah ember baginya, tidak perlu menimpali atau membantah karena orang marah akan bertambahn marah jika dia dibantah atau disangkal.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt; Melakukan Melakukan sesuatu yang positif untuk meredakan kemarahan pasangan. Memeluknya dan mendekapnya sambil membisikkan kalimat-kalimat manis dan kata-kata indah adalah langkah mujarab, lebih-lebih jika Anda melakukan dengan tulus dan dengan penuh perasaan, dijamin pasangan Anda akan normal kembali. Atau Anda juga bisa membuatkan sesuatu makanan atau minuman cepat saji kesukaannya. Buatkan segelas susu atau teh manis untuk meredakan kemarahannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt; Menghindari Kemarahan pasangan biasanya terjadi karena suatu sebab, ada sesuatu pada diri Anda yang menurutnya keliru dan tidak sejalan dengan keinginannya. Cari tahu apa itu dan setelah itu hindari agar kemarahan pasangan tidak terulang. Bukankah pengobatan terbaik adalah pencegahan? Bukankah untuk menghilangkan asap Anda mesti memadamkan api? Ini tentu menuntut Anda menyediakan kondisi yang menyenangkan bagi pasangan. Dengan kondisi yang demikian maka pasangan akan merasa nyaman, bukankah kemarahan seseorang dipicu oleh ketidaknyamanan?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt; Membicarakan Saya mengetahui walaupun pasangan Anda marah kepada Anda tidak secara otomatis dia berada di pihak yang benar dan Andalah di pihak yang salah, belum tentu demikian karena pada umumnya kemarahan rumah tangga terjadi hanya karena kesalahpamahan dalam menyikapi dan memandang. Oleh karena itu Anda merasa perlu berbicara kepada pasangan untuk mendudukkan persoalan di tempat yang proporsoinal. Saya setuju dengan Anda, membicarakan dengan pasangan Anda akan tetapi ada baiknya bila Anda bersabar sejenak menunggu amarahnya meredah, pada saat itulah Anda boleh berbicara. Jelaskan masalahnya dengan bahasa yang baik, halus, tidak menggurui, tidak menyudutkan dan tidak mengungkit kemarahan yang baru mereda, insya Allah dengan cara ini pasangan bisa menyadari dan menerima pikiran-pikiran Anda. Jika perlu sampaikan keutamaan menahan amarah dari sisi agama mudah-mudahan dia mengambil pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt; Muhasabah Muhasabah adalah melihat diri, siapa tahu pasangan marah kepada Anda karena memang Andalah yang salah, supaya tidak terulang maka perbaiki, kalaupun bukan Anda yang salah muhasabah tetaplah berguna karena ia berarti belajar dari peristiwa untuk bekal menghadapi peristiwa yang mungkin terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2333397574889063309?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2333397574889063309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/bila-pasangan-marah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2333397574889063309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2333397574889063309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/bila-pasangan-marah.html' title='BILA PASANGAN MARAH'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2694222851298154248</id><published>2008-10-24T11:48:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T05:05:37.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga Sakinah'/><title type='text'>Menikah: Mahkota Kemuliaan</title><content type='html'>Hidup di zaman ini bagi seorang muslim khususnya pemuda cukuplah sulit, hal ini karena semakin merosotnya akhlak dan moral manusia secara umum, sehingga fenomena kemaksiatan bisa dengan mudah terlihat di mana-mana khususnya zina dan hal-hal yang mengikutinya. Kaum wanita semakin berani keluar rumah dengan pakaian tipis, pendek dan ketat disertai gaya dan penampilan yang mengundang. Media masa baik cetak maupun elektronik: tivi, cd dan internet setali tiga uang, sama-sama menjadikan wanita sebagai komoditi dan daya tarik, pada saat yang sama pintu-pintu zina sedemikian terbuka lebar siang malam, sehingga untuk mendapatkannya tidak memerlukan jerih payah yang berarti, bahkan gratis pula, ditambah dengan mewabahnya pornografi dan pornoaksi yang menjijikkan tetapi tetap didukung oleh sebagian kalangan, hal yang menjadikan seorang muslim lebih-lebih pemuda muslim seakan-akan berada dalam lingkaran setan. Mencermati realita yang demikian, tidak ada jalan keluar yang baik bagi seorang pemuda muslim kecuali memohon keteguhan iman kepada Allah kemudian mengambil sarana yang bisa membentengi dirinya dan sebaik-baik sarana setelah iman kepada Allah adalah menikah. Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاعَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ للْبَصَرِ وَأَحْسَنُ للفَرَجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وجَاءٌ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu untuk menafkahi maka hendaknya dia menikah, karena ia lebih (bisa) menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan dan barangsiapa belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena berpuasa adalah benteng baginya.” (HR. Al-Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). Perlu diingat bahwa hadits tersebut disabdakan oleh Rasulullah lima belas abad yang silam di mana kemaksiatan masih sangat minim, lantas bagaimana dengan zaman sekarang di mana keadaanya membuat para orang tua mengernyitkan dahi? Anjuran untuk menikah Islam sangat menganjurkan menikah dengan menggunakan berbagai metode bahasa dan penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.&lt;/span&gt; Islam menyatakan bahwa menikah adalah sunnatullah dalam hidup ini. Semua dalam hidup ini diciptakan berpasang-pasangan, malam dengan siang, pagi dengan petang, laki-laki dengan perempuan, dan begitu seterusnya. Orang yang menikah adalah orang yang menuruti dan mewujudkan sunnah Allah pada alam semesta. Firman Allah, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (Adz-Dzariyat: 49).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; Islam menyatakan bahwa menikah adalah jalan hidup para nabi dan rasul termasuk sayyidul anbiya wal mursalin Muhammad saw. Siapa pun mengetahui dan menyadari bahwa sirah dan kehidupan para nabi dan rasul adalah yang terbaik, patut diteladani dan dicontoh, mereka hidup dengan beristri dan berketurunan. Kalau orang tidak meneladani nabi dan rasul, lalu meneladani siapa? FirmanNya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (Ar-Ra’du: 38). Bahkan Rasulullah sendiri menikah dengan jumlah yang banyak, beliau juga mengingkari sikap sahabat yang tidak ingin menikah. Saad bin Abu Waqqash berkata, “Nabi saw telah menolak sikap membujang (tidak menikah) dari Usman bin Mazh’un. Sekiranya beliau mengizinkan untuk itu niscaya kami akan mengebiri diri kami.” (al-Bukhari no. 5073 dan Muslim no. 1402). Ibnu Abbas berkata, “Menikahlah karena sebaik-baik umat ini adalah yang paling banyak menikah dengan wanita.” (Al-Bukhari no. 5069), yang dimaksud oleh Ibnu Abbas adalah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.&lt;/span&gt; Islam menyatakan bahwa menikah adalah salah satu nikmat Allah yang paling berharga, nikmat halalan thayyiba ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang menikah dan nikmat ini tidak sebatas dunia, tetapi berlanjut terus sampai di kehidupan akhirat. FirmanNya, “Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu.” (An-Nahl: 72). Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ “Dunia adalah kenikmatan dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.&lt;/span&gt; Tanggung jawab nafkah bisa menjadi penyebab enggannya sebagian pemuda untuk menikah. Di sini Islam menjawab keengganan tersebut dengan menyatakan bahwa menikah adalah salah satu pintu terbuka rizki bagi seseorang. Firman Allah, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurniaNya. Dan Allah Mahaluas (pemberianNya) lagi Mahamengetahui.” (An-Nur: 32). Rasulullah saw juga telah memberi garansi pertologan Allah kepada orang yang menikah untuk melindungi dirinya dari kemaksiatan. Sabda beliau,&lt;br /&gt;ثَلاَثٌ حَقٌّ عَلىَ اللهِ عَوْنُهُمْ وَذَكَرَ مِنْهَا: النَّاكِحُ الذِي يُرِيْدُ العَفَافَ “Ada tiga orang yang berhak mendapat pertolongan Allah: salah satunya adalah orang yang menikah untuk melindungi kehormatannya.” (HR. at-Tirmidzi no. 1659, ia berkata, “Hadits hasan.”)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.&lt;/span&gt; Menikah bernilai ibadah, dimulai dari nafkah yang diberikan kepada anak dan istri, termasuk usaha yang dilakukan suami demi untuk mendapatkan nafkah tersebut, tolong-menolong di antara suami istri dalam kebaikan, hubungan baik dan kasih sayang di antara keduanya, sampai kepada hubungan suami istri demi menjaga diri dari yang haram, semua itu adalah ibadah. Rasulullah bersabda, “Dan hubungan suami istri yang kamu lakukan termasuk sedekah.” Mereka bertanya, “Apakah salah seorang di antara kami menunaikan hajatnya (kepada istrinya) dan mendapatkan pahala wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Bukankah bila dia meletakkan hajatnya di jalan yang haram dia mendapatkan dosa? Begitu pula bila dia meletakkannya di jalan yang halal, dia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim no. 1006). (Izzudin Karimi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2694222851298154248?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2694222851298154248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/menikah-mahkota-kemuliaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2694222851298154248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2694222851298154248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/menikah-mahkota-kemuliaan.html' title='Menikah: Mahkota Kemuliaan'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-7529718475444564292</id><published>2008-10-24T11:47:00.001-07:00</published><updated>2008-10-27T05:01:42.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Sepuluh wasiat Rasulullah</title><content type='html'>Ukhti, sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan "perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami." (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;----------Sumber: Milist SabiliUkhti, sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan "perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami." (HR.Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)Ukhti,Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10.&lt;/span&gt; Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-7529718475444564292?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/7529718475444564292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/sepuluh-wasiat-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7529718475444564292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7529718475444564292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/sepuluh-wasiat-rasulullah.html' title='Sepuluh wasiat Rasulullah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8330134403558333235</id><published>2008-10-24T11:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T11:47:04.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Wanita Shalihah</title><content type='html'>Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim).&lt;br /&gt;----------Abdullah GymnastiarMQ Media Online - Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim).Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran.Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia "polos" tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal. Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi.Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, "Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya."Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini, wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa. Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah.Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8330134403558333235?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8330134403558333235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/wanita-shalihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8330134403558333235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8330134403558333235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/wanita-shalihah.html' title='Wanita Shalihah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-4480253119187448564</id><published>2008-10-24T11:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T11:46:12.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Bidadari Seorang Pendiri Pergerakan</title><content type='html'>Adalah Lathifah As Suri perempuan itu. Ia berdiri disamping Imam Syahid Al Banna. Sejak awal Imam Syahid telah menegaskan bahwa ia butuh seorang muslimah yang kokoh, yang tak lekang dan surut oleh banyaknya halangan dan rintangan dalam berdakwah.&lt;br /&gt;----------Tidak mudah menjadi istri seorang Hasan Al Banna. Seseorang yang setiap detik kehidupannya sarat dengan kegiatan dakwah. Di pagi buta dia sudah bergegas untuk memulai berdakwah dan kembali pulang di gelap malam. Bisa dipastikan ia adalah seorang muslimah sejati, yang bisa mengisi kekosongan-kekosongan yang ditinggalkan oleh Imam Syahid Al Banna.Adalah Lathifah As Suri perempuan itu. Ia berdiri disamping Imam Syahid Al Banna. Sejak awal Imam Syahid telah menegaskan bahwa ia butuh seorang muslimah yang kokoh, yang tak lekang dan surut oleh banyaknya halangan dan rintangan dalam berdakwah. Perjuangan Imam Syahid bukanlah suatu hal yang main-main, bukan hanya sekedar dakwah seperti kebanyakan orang waktu itu. Bukan hanya sekedar membangun rumah kardus. Imam syahid tengah dan hendak membangun sebuah peradaban. Dan ia percaya, peradaban tak akan pernah terwujud, tanpa seseorang yang ia yakini kesejatiannya.Maka siapapun itu-pendampingnya-harus menyadari bahwa dipundaknya ada amanah yang sama besarnya dengan yang di emban oleh Imam Syahid. Ada dimensi waktu dan kuasa kapital disitu. Maka pertemuan diyakini menjadi suatu hal yang mahal bagi Imam Syahid dan istrinya.Maka bagi Lathifah As Suri menjadi istri Hasan Al Banna menyimpan begitu banyak geregap. Sejak awal pernikahan, Lathifah sudah menyadari bahwa ia harus siap jika sewaktu-waktu dia harus menjalani hidup sendiri tanpa seseorang, tempat berlabuh hidup dan cintanya.Dakwah Ikhwah yang dipimpin oleh suaminya banyak meminta resiko yang bukan main-main. Penjara bahkan nyawa menjadi konsekuensi logis, yang sewaktu-waktu siap menyapanya.Tanpa diminta, Lathifah sudah tahu dan mengerti bagaimana ia harus menempatkan dirinya. Ia memutuskan menutup seluruh aktivitas luarnya. Hanya satu yang ia curahkan, jihad utamanya adalah dilingkup rumahnya sendiri. Mengurus rumah tangga dan membesarkan anak-anak mereka berdua adalah dua hal yang tidak kalah pentingnya dengan yang dilakukan oleh Hasan Al Banna.Sebelum menikah dengan Hasan Al Banna, Lathifah berasal dari keluarga yang taat beragama. Hingga tak heran jika ia menyadari betul tuntutan hidup menjadi istri seorang dai.Malam, ia harus rela untuk terbangun menyambut kepulangan suaminya. Walau tak jarang Imam Syahid berlaku sangat hati-hati, bahkan hanya untuk membuka pintu rumahnya sekalipun. Jauh dilubuk hatinya, Imam Syahid tidak ingin mengganggu tidur bidadari terkasihnya yang telah seharian mengurus rumah dan anak-anak mereka berdua. Imam Syahid bahkan tak segan untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri.Lathifah tidak pernah mengeluh, walau sehari-harinya hanya ia habiskan seputar rumah dan rumah saja. Ia tidak pernah menuntut lebih kepada Imam Syahid. Padahal, Lathifah pun -berlepas diri dari ia seorang istri Imam Syahid- menyimpan banyak potensi. Anak-anak mereka yang berjumlah enam orang sesungguhnya adalah pencurahan konsentrasinya menjalani hidup. Satu-satunya yang pernah membuat dirinya gamang adalah, ketika salah satu anak mereka sakit keras dan Imam Syahid harus tetap menjalankan jihadnya. Ia bertanya kepada suaminya,"Bagaimana jika ia meninggal?". Imam Syahid hanya menarik napas panjang, ia kemudian berujar "Kakeknya lebih tau bagaimana mengurusnya."Sejak dini, Lathifah menanamkan wawasan keislaman kepada anak-anaknya. Mendorong mereka untuk membaca, sehingga dalam hidupnya mereka tidak terpengaruh dengan seruan-seruan destruktif. Ketika Imam Syahid bolak-balik keluar penjara, Lathifah berusaha bersabar dan komitmen.Lathifah sangat menyadari peran dan kewajiban asasi seorang wanita sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya. Ia kosongkan waktunya untuk mendidik anak2nya. Ia bahagia melihat anak-anaknya sukses dalam hal akhlak dan amal. Ini tak mungkin terjadi jika seorang ibu sibuk di luar rumah. Seorang anak tidak mungkin belajar tentang akhlak dan amal dari orang selain ibunya.Ketika Hasan Al-Banna syahid, anak-anaknya belumlah dewasa. Lathifah tidak lantas menyerah. Tak ada kesah ataupun ketakutan dalam hatinya. Ia sangat memelihara apa yang dikehendaki oleh mendiang suaminya. Ia tetap berlaku didalam rumah. Lathifah tidahk meremehkan hudud (batasan) yang Allah tentukan. Karenanya, tak heran diantara anak-anaknya tidak ada ikhtilat (percampuran) antara anak-anaknya dan sepupunya yang berlainan jenis.Tidak ada yang berubah dirumah itu, apa yang Imam Syahid inginkan berlaku dikeluarganya masih tetap di pegang teguh oleh Lathifah. Sendirian, ia besarkan keenam anaknya. Dirumahnya kini ia mempunyai tugas tambahan, yaitu memperdalam wawasan keislamannya.Yang dimaksud dengan wawasan keislamannya adalah membaca Al-Quran dengan tafsirnya, mempelajari Sunnah Rasulullah SAW, haditsnya dilanjutkan dengan usaha kuat untuk menerapkannya. LAthifah juga masih menyempatkan diri mempelajari sejarah para salafussalih dan berita seputar dunia Islam. Lathifah menyadari menyepelekan masalah ini akan memunculkan persoalan serius. Seorang yang tidak menambah pengetahuan keislamannya, akan merasa sulit untuk bangga dengan keagungan dan kebesaran Islam. Dengan melalui pemahaman keislaman yang baik, seorang wanita akan menyadari betapa penting perannya terhadap keluarga dan masyarakat.Perjuangan Lathifah membuahkan hasil yang gemilang. Semua anaknya sukses meraih predikat formal dalam pendidikan ilmiah. Yang sulung, bernama Wafa-menjadi istri Dr.Said Ramadhan. Kedua Ahmad Saiful Islam, kini sebagai sekjen advokat di Mesir. Ia juga pernah duduk di parlemen. Ketiga bernama Tsana, kini sebagai dosen di Universitas Kairo. Kelima Roja, kini menjadi dokter. Dan Halah sebagai dosen kedokteran anak di Universitas Azhar. Dan terakhir, Istisyhad sebagai doktor ekonomi Islam. Semuanya itu sebagai bukti, betapa berartinya sosok Ibu bagi keberhasilan dakwah sang suami. Selain juga untuk anak-anaknya, tentu.**********************Sekedar info tambahan: Hasan Al Banna syahid diusianya yang masih muda, sekitar 40 tahunan. Setelah seberondong timah panas ditembakkan oleh musuh-musuh Islam di sebuah jalan di Kairo. Sebenarnya Hasan Al Banna masih bisa diselamatkan, tapi karena konspirasi politik para musuh Islam yang dipimpin oleh sang pengkhianat la'natullah Gamal Abden Naser, membuat tubuh Hasan Al Banna yang sedang sekarat dibiarkan tak berdaya, tanpa bantuan dari siapapun juga, termasuk dokter-dokter di Rumah Sakit.Akhirnya sang pendiri Ikhwanul Muslimun itu pun syahid menemui kekasih tercintanya, Rabbnya.Musuh-musuh Islam pun banyak yang tertawa dan berpesta dengan syahidnya sang Imam, tapi sesungguhnya Hasan Al Banna tidak pernah pergi meninggalkan pengikutnya.Allah terlalu mencintai hamba-Nya yang satu ini, sehingga memanggilnya terlebih dahulu. Hal yang memilukan adalah, meskipun Ikhwanul Muslimun mempunyai puluhan ribu pengikut, tapi tak seorangpun yang diijinkan untuk mensholati jenazah beliau, kecuali ayahnya yang sudah udzur, saudara perempuan dan istrinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-4480253119187448564?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/4480253119187448564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/bidadari-seorang-pendiri-pergerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4480253119187448564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4480253119187448564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/bidadari-seorang-pendiri-pergerakan.html' title='Bidadari Seorang Pendiri Pergerakan'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-6673055628946690034</id><published>2008-10-24T11:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T11:45:02.619-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Wanita yang Melahirkan Pahlawan</title><content type='html'>Ketika peperangan telah memanas dan Hubaib bersama, beberapa orang berperang dengan keberanian yang tiada tandingnya. Allah memberikan pertolongan pada mereka dan mengalahkan orang Romawi. Hubaib bergegas menuju ke perkemahan panglima Romawi untuk menunggu isterinya....&lt;br /&gt;----------Amirul Mukminin Utsman ibn Affan r.a. memerintakan kepada Hubaib ibn Musallamah al Fahri untuk memimpin pasukan kaum muslimin untuk memberi pelajaran pada bangsa Romawi. Mereka sudah menaburkan benih permusuhan dengan orang orang Islam. Adalah isteri Hubaib termasuk di dalam pasukan muslimin. Sebelum berperang, beliau mengunjungi pasukannya, lalu isterinya bertanya: "Di manakah posisimu jika peperangan telah memanas dan barisan telah terpecah?" Hubaib menjawab pertanyaan ini: "Engkau akan temukan aku di tenda pemimpin Romawi atau engkau akan temukan aku di surga!"Ketika peperangan telah memanas dan Hubaib bersama, beberapa orang berperang dengan keberanian yang tiada tandingnya. Allah memberikan pertolongan pada mereka dan mengalahkan orang Romawi. Hubaib bergegas menuju ke perkemahan panglima Romawi untuk menunggu isterinya. Ketika sampai di pintu kemah, ia sangat terkejut sekali mendapati isterinya lebih dahulu berada di dalam kemah panglima Romawi.Andai semua wanita seperti ini (isteri Hubaib), maka mereka akan lebih baik daripada kaum laki laki.Pencerahan : Kehidupan tidak ada yang susah atau mustahilsepanjang ada kernampuan untuk bekerja dan bergerak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-6673055628946690034?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/6673055628946690034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/wanita-yang-melahirkan-pahlawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/6673055628946690034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/6673055628946690034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/wanita-yang-melahirkan-pahlawan.html' title='Wanita yang Melahirkan Pahlawan'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-1842055561321134804</id><published>2008-10-24T11:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T11:32:52.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ihsan'/><title type='text'>Jangan Marah</title><content type='html'>Sering kita marah-marah padahal Nabi sangat melarang hal ini. Adakalanya kita berdalih dengan alasan kita melakukannya karena agama. Padahal Allah mengutamakan kebaikan akhlak, bukan kekasaran:&lt;br /&gt;“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [Ali ‘Imran:159]&lt;br /&gt;Memang ada beberapa kondisi yang mewajibkan kita marah bahkan berperang mengangkat senjata terhadap orang-orang yang sangat zhalim tapi itu ada persyaratan khusus yang biasanya dibahas dalam bab lain khususnya yang berkaitan dengan jihad. Di sini kita akan mempelajari tentang marah.&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” [HR Bukhari]&lt;br /&gt;Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk. (HR. Bukhari dan Al Hakim)&lt;br /&gt;Dari hadits di atas jelaslah seorang yang pemarah bukanlah orang Islam dan juga bukan orang beriman karena orang-orang takut mendekat dan kena marah olehnya.&lt;br /&gt;Abu Musa r.a. berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya. “‘[HR Bukhari]&lt;br /&gt;Ketika marah, kita harus bisa menahan diri.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” Muttafaq Alaihi.&lt;br /&gt;Orang yang suka marah/zhalim pada orang lain niscaya akan merasa kegelapan pada hari kiamat. Ketika listrik mati di malam hari dan gelap tak ada alat penerang kita tidak suka hal itu. Nah kegelapan hari kiamat jauh lebih buruk dari hal itu dan lebih lama:&lt;br /&gt;Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jauhilah kedholiman karena kedholiman ialah kegelapan pada hari kiamat, dan jauhilah kikir karena ia telah membinasakan orang sebelummu.” Riwayat Muslim.&lt;br /&gt;Ketika seseorang minta nasehat, Nabi menjawab “Jangan marah” berulangkali:&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seseorang berkata: Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat. Beliau bersabda: “Jangan marah.” Lalu orang itu mengulangi beberapa kali, dan beliau bersabda: “Jangan marah.” Riwayat Bukhari.&lt;br /&gt;Orang yang paling baik akhlaknya yang dekat dengan Nabi. Bukan orang yang pemarah:&lt;br /&gt;Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. (HR. Ar-Ridha)&lt;br /&gt;Orang yang marah karena diingatkan untuk takwa kepada Allah berdosa besar:&lt;br /&gt;Cukup berdosa orang yang jika diingatkan agar bertaqwa kepada Allah, dia marah. (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;Salah satu penyebab yang paling banyak membuat orang masuk neraka adalah mulut yang suka marah. Meski dia rajin sholat, puasa, zakat dan haji tapi jika suka marah tetap masuk neraka:&lt;br /&gt;Rasulullah Saw ditanya tentang sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik.” Beliau ditanya lagi, “Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?” Rasulullah Saw menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai.”(HR. Muslim)&lt;br /&gt;Sulaiman bin Shurad ra., ia berkata: Dua orang pemuda saling mencaci di hadapan Rasulullah saw. lalu mulailah mata salah seorang dari mereka memerah dan urat lehernya membesar. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku tahu suatu kalimat yang apabila diucapkan, maka akan hilanglah kemarahan yang didapati yaitu “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”. Lelaki itu berkata: Apakah engkau menyangka aku orang gila?. (Shahih Muslim No.4725)&lt;br /&gt;Sering orang marah kepada pembantunya / bawahannya karena dia merasa lebih tinggi sementara pembantunya / bawahannya lebih rendah dan selalu takut kepadanya. Padahal menurut Anas seorang pembantu Nabi, selama 10 tahun dia bekerja dengan Nabi, tak pernah sekalipun Nabi memarahinya meski dia ada salah.&lt;br /&gt;Seorang sahabat berkata kepada Rasulullah Saw, “Pelayan (pembantu rumah tangga) saya berbuat keburukan dan kezaliman.” Nabi Saw menjawab, “Kamu harus memaafkannya setiap hari tujuh puluh kali.” (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;Biasanya orang marah terhadap pembantu / bawahan karena pekerjaan “kurang/tidak beres”. Padahal Nabi memerintahkan untuk memberi pekerjaan hanya sesuai kemampuan mereka dan jika perlu kita harus membantu mereka jika mereka kesulitan. Allah memberi ganjaran pahala untuk itu:&lt;br /&gt;Apa yang kamu ringankan dari pekerjaan pembantumu bagimu pahala di neraca timbanganmu. (HR. Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;Bagi seorang budak jaminan pangan dan sandangnya. Dia tidak boleh dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak mampu dilakukannya. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Pelayan-pelayanmu adalah saudara-saudaramu. Allah menjadikan mereka bernaung di bawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya yang berada di bawah naungan kekuasaannya hendaklah mereka diberi makan serupa dengan yang dia makan dan diberi pakaian serupa dengan yang dia pakai. Janganlah membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak dapat mereka tunaikan. Jika kamu memaksakan suatu pekerjaan hendaklah kamu ikut membantu mereka. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Allah melarang kita untuk banyak bicara. Apalagi banyak marah. Karena akan menyebabkan kita masuk neraka:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya. (HR. Asysyihaab)&lt;br /&gt;Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;Jika marah, diamlah. Kebanyakan penyebab retaknya rumah tangga / keluarga adalah ketika suami/istri marah, mereka tidak diam. Justru melontarkan perkataan yang menyakitkan hati pasangannya. Padahal dengan diam pun pasangan kita tahu kita sedang marah tanpa membuat dia sakit hati karena perkataan kita:&lt;br /&gt;Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;Jika kita marah, maka pahala kita akan diberikan kepada orang yang kita marahi. Jika pahala kita habis, maka dosa orang yang kita marahi dipindahkan Allah ke kita. Inilah orang yang muflis/bangkrut di akhirat. Dia mengira akan masuk surga karena rajin beribadah, tapi dia juga rajin menzhalimi/memarahi orang lain hingga akhirnya masuk neraka:&lt;br /&gt;Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)&lt;br /&gt;Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Nabi Saw lalu berkata, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu. Di akhirat orang-orang yang disakitinya menuntut dan mengambil pahalanya sebagai tebusan. Bila pahalanya habis sebelum selesai ganti rugi atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Jika kita berbuat salah kepada Allah, begitu kita tobat dan minta ampun kepada Allah, niscaya Allah memaafkan. Tetapi jika kita berbuat salah terhadap manusia, misalnya memarahinya, dosa kita tidak akan diampuni kecuali orang yang kita meminta maaf kepada orang yang kita zhalimi.&lt;br /&gt;Ada satu kisah seorang ayah menyuruh anaknya yang pemarah untuk memaku beberapa paku ke pagar. Meski paku-paku itu dicabut, namun lubang bekas paku itu tetap ada. Begitulah jika kita memarahi orang. Meski kita sudah minta maaf, namun bekas luka di hati orang yang kita marahi akan tetap ada.&lt;br /&gt;Kita harus yakin bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar. Sehingga Allah mengetahui jika kita sedang menzhalimi seseorang. Kita juga harus yakin bahwa segala ucapan dan tindakan kita selalu dicatat oleh dua malaikat, yaitu Roqib dan ‘Atid dan akan dihitung di hari Kiamat nanti. Oleh sebab itu hindarilah segala ucapan dan perbuatan yang buruk.&lt;br /&gt;Jangan mencaci/menghina orang lain dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri (maksudnya saudaramu) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan…” [Al Hujuraat:11]&lt;br /&gt;Tips agar tidak marah:&lt;br /&gt;Baca ta’awudz (a’udzubillahi minasy syaithoonir rojiim) sebab setan membisikkan manusia untuk berbuat dosa termasuk marah. Berlindunglah terhadap Allah.&lt;br /&gt;Bersabarlah. Tahan kemarahan anda&lt;br /&gt;Diamlah&lt;br /&gt;Jika anda berdiri, duduklah.&lt;br /&gt;Jika masih marah, berwudlu-lah&lt;br /&gt;Jika terpaksa bicara, beritahu cara yang benar. Misalnya: Kalau melakukan ini caranya begini sambil memperagakannya. Jangan panjang-panjang cukup 2x. Kalau kesalahan masih terulang, ulangi lagi nasehat tersebut. Hindari menggelari orang dengan sebutan yang anda sendiri tidak suka seperti bodoh, dan sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-1842055561321134804?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/1842055561321134804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/jangan-marah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1842055561321134804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1842055561321134804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/jangan-marah.html' title='Jangan Marah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-4233170112638113948</id><published>2008-10-24T11:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T11:27:53.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ihsan'/><title type='text'>Pokok ajaran Islam ada 3, yaitu: Iman, Islam dan Ihsan</title><content type='html'>Dasarnya adalah hadits sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata, “Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.” Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang iman.” Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.” Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan.” Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda. Dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang Assa’ah (azab kiamat).” Rasulullah menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” Kemudian dia bertanya lagi, “Beritahu aku tentang tanda-tandanya.” Rasulullah menjawab, “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, “Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?” Lalu aku (Umar) menjawab, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw lantas berkata, “Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian.” (HR. Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-4233170112638113948?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/4233170112638113948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/pokok-ajaran-islam-ada-3-yaitu-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4233170112638113948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4233170112638113948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/pokok-ajaran-islam-ada-3-yaitu-iman.html' title='Pokok ajaran Islam ada 3, yaitu: Iman, Islam dan Ihsan'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-9001526505251084526</id><published>2008-10-23T05:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T05:08:09.522-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan  Al quran'/><title type='text'>Pengetahuan Al qur'an</title><content type='html'>&lt;p&gt;Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan   satu kenyataan pasti: Al Qur'an adalah kitab yang di dalamnya berisi   berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita   mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa   itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui   dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan   bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah perkataan manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;  Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan.   Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan   dalam Al Qur'an  &lt;span class="ayet"&gt; "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an   itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82)&lt;/span&gt;   Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal   informasi yang dikandung Al Qur'an semakin mengungkapkan keajaiban kitab   suci ini hari demi hari. &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab   suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup.   Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita: &lt;/p&gt;             &lt;p class="ayet"&gt;"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka   ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155) &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan: &lt;/p&gt;             &lt;p class="ayet"&gt;"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa   yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir."   (Al Qur'an, 18:29)   &lt;/p&gt;             &lt;p class="ayet"&gt;"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu   peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." (Al Qur'an, 80:11-12)          &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-9001526505251084526?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/9001526505251084526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/pengetahuan-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/9001526505251084526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/9001526505251084526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/pengetahuan-al-quran.html' title='Pengetahuan Al qur&apos;an'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-1198324537558610452</id><published>2008-10-23T04:55:00.001-07:00</published><updated>2008-10-23T04:55:39.116-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Karena Allah'/><title type='text'>Cinta Karena Allah</title><content type='html'>Iman adalah sesuatu yang hidup dan dinamis. Iman yang benar, keyakinan yang kuat akan mengantarkan pemiliknya merasakan &lt;em&gt;halawatul iman&lt;/em&gt; -kelezatan dan manisnya iman-. Rasulullah saw. telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk lezatnya iman. Rasulullah saw. bersabda:&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; &lt;p class="arabic"&gt;عن أنس بن مالك ـ رضي الله عنه ـ قال : قال النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ : ” لا يجد أحد حلاوة الإيمان ، حتى يحب المرء لا يحبه إلا لله ، وحتى أن يقذف في النار أحب إليه من أن يرجع إلى الكفر بعد إذ أنقذه الله ، وحتى يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما ” .&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;رواه البخاري .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Anas bin Malik ra berkata: Nabi Muhammad saw bersabda: &lt;em&gt;“Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah; sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya; dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.”&lt;/em&gt; Imam Al Bukhari.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-1198324537558610452?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/1198324537558610452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/cinta-karena-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1198324537558610452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1198324537558610452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/cinta-karena-allah.html' title='Cinta Karena Allah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-4107934809931059975</id><published>2008-10-23T04:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T04:47:49.510-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadis Nabi'/><title type='text'>Mesjid Dan Lokasi Salat</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" dir="ltr"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Hadis riwayat  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(102, 0, 0);" stype="صحابي" svalue="Abu Zar ra"&gt;  &lt;a name="Abu Zar ra8310" id="صحابي"&gt;  Abu Zar ra.,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt; ia berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="matn" links="2701 2700 2699 2428 2426 2420 446"&gt; Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mesjid manakah yang pertama dibangun di muka bumi ini? Rasulullah menjawab:   &lt;sindex stype="مكان" svalue="Masjidilharam"&gt;  &lt;a name="Masjidilharam9084" id="مكان"&gt;  Masjidilharam.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Aku bertanya: Kemudian mesjid mana? Beliau menjawab:  &lt;sindex stype="مكان" svalue="Masjidilaksa"&gt;  &lt;a name="Masjidilaksa11594" id="مكان"&gt;  Masjidilaksa.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Aku bertanya: Berapakah jarak waktu antara keduanya? Beliau menjawab: Empat puluh tahun. Di mana saja datang waktu salat, maka salatlah, karena di situ juga mesjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Hadis riwayat  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(102, 0, 0);" stype="صحابي" svalue="Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra"&gt;  &lt;a name="Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra15561" id="صحابي"&gt;  Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra.,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt; ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="matn" links="3272 2420 814 450  446 445 444 145 54"&gt; Rasulullah saw. bersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelumku. Semua nabi sebelumku diutus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada semua manusia yang berkulit merah dan hitam. Dihalalkan bagiku harta rampasan perang yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku. Bumi diciptakan untukku dalam keadaan suci menyucikan dan sebagai mesjid. Barang siapa yang menemui waktu salat, maka salatlah di tempat ia berada. Aku diberi kemenangan dengan membuat takut musuh selama jarak perjalanan satu bulan. Dan aku juga diberi syafaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" dir="ltr"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Hadis riwayat  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(102, 0, 0);" stype="صحابي" svalue="Abu Hurairah ra"&gt;  &lt;a name="Abu Hurairah ra28480" id="صحابي"&gt;  Abu Hurairah ra.:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; &lt;span class="matn" links="814 456 450 446 445 444 413 145 54"&gt; Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku diberi enam kelebihan atas para nabi, aku diberi kata singkat tapi kaya akan makna, aku diberi kemenangan dengan cara menakuti musuh, dihalalkan bagiku harta hasil rampasan perang, tanah dijadikan untukku dalam keadaan suci dan sebagai mesjid, aku diutus kepada segenap makhluk dan aku dijadikan sebagai penutup para nabi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 176, 80);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Hadis riwayat  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(102, 0, 0);" stype="صحابي" svalue="Anas bin Malik ra"&gt;  &lt;a name="Anas bin Malik ra26489" id="صحابي"&gt;  Anas bin Malik ra.:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; &lt;span class="matn" links="3016 2755 2625 2433 2234 1895 1341 336 75"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Bahwa Rasulullah saw. tiba di  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="مكان" svalue="Madinah"&gt;  &lt;a name="Madinah19001" id="مكان"&gt;  Madinah.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Beliau singgah di  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="مكان" svalue="Madinah Atas"&gt;  &lt;a name="Madinah Atas32265" id="مكان"&gt;  Madinah Atas,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; suatu daerah yang dikenal dengan  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="جماعة" svalue="Bani Amru bin Auf"&gt;  &lt;a name="Bani Amru bin Auf27199" id="جماعة"&gt;  Bani Amru bin Auf   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; dan tinggal bersama mereka selama empat belas malam. (Suatu saat) beliau menyuruh untuk memanggil tokoh  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="جماعة" svalue="Bani Najar"&gt;  &lt;a name="Bani Najar1711" id="جماعة"&gt;  Bani Najar.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Lalu mereka pun datang sambil menyandang pedangnya masing-masing. Nampaknya aku melihat Rasulullah saw. berada di atas hewan kendaraannya dan &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="رجل" svalue="Abu Bakar"&gt;  &lt;a name="Abu Bakar2707" id="رجل"&gt;  Abu Bakar   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; membonceng di belakangnya dan tokoh-tokoh  &lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="جماعة" svalue="Bani Najar"&gt;  &lt;a name="Bani Najar19863" id="جماعة"&gt;  Bani Najar   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; mengelilingi beliau sampai tiba di halaman rumah milik  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="رجل" svalue="Abu Ayyub"&gt;  &lt;a name="Abu Ayyub17649" id="رجل"&gt;  Abu Ayyub.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Rasulullah selalu salat di mana saja waktu salat ditemuinya. Pernah beliau salat di kandang kambing. Kemudian beliau memerintahkan untuk membangun sebuah mesjid. Selanjutnya beliau memangil tokoh-tokoh &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="جماعة" svalue="Bani Najar"&gt;  &lt;a name="Bani Najar17127" id="جماعة"&gt;  Bani Najar,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; dan mereka pun datang. Beliau bersabda: Wahai  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="جماعة" svalue="Bani Najar"&gt;  &lt;a name="Bani Najar26830" id="جماعة"&gt;  Bani Najar,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; tentukan padaku harga kebun kalian ini. Mereka menjawab: Tidak, demi Allah. Kami tidak akan menuntut harganya kecuali kepada Allah. &lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="رجل" svalue="Anas ra"&gt;  &lt;a name="Anas ra16874" id="رجل"&gt;  Anas ra.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; berkata lagi: Di kebun itu ada pohon kurma, kuburan orang-orang musyrik, dan puing-puing reruntuhan. Rasulullah saw. lantas memerintahkan untuk memotong pohon kurma, menggali kuburan orang-orang musyrik dan meratakan puing. Mereka mendirikan (bekas-bekas) pohon kurma sebagai petunjuk kiblat, dan membuat pintu gerbang dari sebuah batu besar. Mereka melakukan semua itu sambil menyanyikan lagu-lagu yang dapat membangkitkan semangat dan Rasulullah saw. ikut bersama mereka. Mereka berkata: &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="الشعر" svalue="Ya Allah sesungguhnya tidak ada kebaikan"&gt;  &lt;a name="Ya Allah sesungguhnya tidak ada kebaikan21917" id="الشعر"&gt;  Ya Allah, sesungguhnya tidak ada kebaikan selain di akhirat   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; &lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="الشعر" svalue="Tolonglah orang-orang Ansar dan orang-orang"&gt;  &lt;a name="Tolonglah orang-orang Ansar dan orang-orang10454" id="الشعر"&gt;  Tolonglah orang-orang  &lt;sindex stype="جماعة" svalue="Ansar"&gt;  &lt;/sindex&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="Ansar31171" id="جماعة"&gt;  Ansar   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; dan orang-orang  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(0, 0, 0);" stype="جماعة" svalue="muhajirin"&gt;  &lt;a name="muhajirin16982" id="جماعة"&gt;  muhajirin&lt;/a&gt;&lt;/sindex&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-4107934809931059975?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/4107934809931059975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/mesjid-dan-lokasi-salat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4107934809931059975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4107934809931059975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/mesjid-dan-lokasi-salat.html' title='Mesjid Dan Lokasi Salat'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-3795098419278543067</id><published>2008-10-23T04:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T04:44:37.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadis Nabi'/><title type='text'>Jenazah</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);" dir="ltr"&gt;Hadis riwayat  &lt;sindex stype="صحابي" svalue="Usamah bin Zaid ra"&gt;  &lt;a name="Usamah bin Zaid ra4195" id="صحابي"&gt;  Usamah bin Zaid ra.,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; ia berkata: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" dir="ltr"&gt;&lt;span class="matn" links="3600 3443 3366 3179 2762 2595 2592 2587 2586 2573 2189 2178 1770 1632 1628 1256 1104 407"&gt;&lt;br /&gt;Kami sedang berada di dekat Rasulullah saw. ketika seorang di antara putri beliau menyuruh seseorang memanggil beliau dan memberi kabar bahwa anak putri beliau itu sedang menghadapi maut, Rasulullah saw. bersabda kepada utusan tersebut: Kembalilah dan kabarkan kepadanya bahwa apa yang Allah ambil dan Allah berikan adalah milik-Nya semata. Segala sesuatu di sisi-Nya adalah dengan batas waktu tertentu. Suruhlah ia untuk bersabar dan mengharap pahala. Utusan itu kembali dan berkata: Dia berjanji akan memenuhi pesan-pesan itu. Lalu Nabi saw. berdiri diikuti oleh &lt;sindex stype="رجل" svalue="Saad bin Ubadah"&gt;  &lt;a name="Saad bin Ubadah24795" id="رجل"&gt;  Saad bin Ubadah   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; dan  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Muadz bin Jabal"&gt;  &lt;a name="Muadz bin Jabal15774" id="رجل"&gt;  Muadz bin Jabal.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Aku pun (Usamah bin Zaid) ikut berangkat bersama mereka. Kepada Rasulullah saw. anak (dari putri beliau) diserahkan dan jiwanya bergolak seperti berada dalam qirbah (tempat air) tua. Kedua mata Rasulullah saw. menitikkan air mata. Lalu &lt;sindex stype="رجل" svalue="Saad"&gt;  &lt;a name="Saad4685" id="رجل"&gt;  Saad   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; bertanya: Apa arti air mata itu, ya Rasulullah? Rasulullah saw. bersabda: Ini adalah rahmat (kasih sayang) yang diletakkan Allah dalam hati para hamba-Nya. Sesungguhnya Allah mengasihi para hamba-Nya yang pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Hadis riwayat  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(102, 0, 0);" stype="صحابي" svalue="Abdullah bin Umar ra"&gt;  &lt;a name="Abdullah bin Umar ra3701" id="صحابي"&gt;  Abdullah bin Umar ra.,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt; ia berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="matn" links="3366 3213 2632 2596 2595 1769 1765"&gt; &lt;sindex stype="رجل" svalue="Saad bin Ubadah"&gt;  &lt;a name="Saad bin Ubadah19147" id="رجل"&gt;  Saad bin Ubadah   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; mengalami sakit keras, lalu Rasulullah saw. menjenguknya bersama  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Abdurrahman bin Auf"&gt;  &lt;a name="Abdurrahman bin Auf22369" id="رجل"&gt;  Abdurrahman bin Auf,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; &lt;sindex stype="رجل" svalue="Saad bin Abu Waqqash"&gt;  &lt;a name="Saad bin Abu Waqqash16991" id="رجل"&gt;  Saad bin Abu Waqqash   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; dan  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Abdullah bin Masud"&gt;  &lt;a name="Abdullah bin Masud30294" id="رجل"&gt;  Abdullah bin Masud.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Ketika beliau tiba, beliau mendapatinya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Rasulullah saw. bertanya: Apakah ia telah meninggal dunia? Orang-orang yang hadir di sana menjawab: Belum, ya Rasulullah. Kemudian Rasulullah saw. menangis. Ketika para sahabat melihat tangis Rasulullah saw., mereka ikut menangis. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Tidakkah kalian mendengar bahwa sesungguhnya Allah tidak menyiksa karena air mata dan atau karena kesedihan hati. Tetapi Dia menyiksa atau mengasihi sebab ini. Beliau menunjuk ke lidah beliau (maksudnya karena ratapan yang diucapkan lidah karena menolak qada dan takdir Allah atas si mayit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Hadis riwayat  &lt;/span&gt;&lt;sindex style="color: rgb(153, 0, 0);" stype="صحابي" svalue="Ibnu Umar ra"&gt;  &lt;a name="Ibnu Umar ra22676" id="صحابي"&gt;  Ibnu Umar ra.:   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; &lt;span class="matn" links="3213 3212 2755 2632 2631 2596 2594 2021 646 40"&gt; Dari  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Abdullah bin Abu Mulaikah"&gt;  &lt;a name="Abdullah bin Abu Mulaikah17936" id="رجل"&gt;  Abdullah bin Abu Mulaikah,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; ia berkata: Aku sedang duduk di samping  &lt;sindex stype="صحابي" svalue="Ibnu Umar"&gt;  &lt;a name="Ibnu Umar32133" id="صحابي"&gt;  Ibnu Umar.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Kami sedang menunggu jenazah  &lt;sindex stype="امرأة" svalue="Ummu Aban binti Usman"&gt;  &lt;a name="Ummu Aban binti Usman18718" id="امرأة"&gt;  Ummu Aban binti Usman.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Bersamanya juga ada  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Amru bin Usman"&gt;  &lt;a name="Amru bin Usman29874" id="رجل"&gt;  Amru bin Usman.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Kemudian  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Ibnu Abbas"&gt;  &lt;a name="Ibnu Abbas11598" id="رجل"&gt;  Ibnu Abbas   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; datang dituntun oleh seseorang yang menunjukkan tempat  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Ibnu Umar"&gt;  &lt;a name="Ibnu Umar7200" id="رجل"&gt;  Ibnu Umar.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Ibnu Abbas datang dan duduk di sampingku. Aku berada di tengah-tengah antara Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Tiba-tiba terdengar suara dari rumah. Lalu &lt;sindex stype="صحابي" svalue="Ibnu Umar"&gt;  &lt;a name="Ibnu Umar24247" id="صحابي"&gt;  Ibnu Umar   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; berkata: Nampaknya ia berusaha menghalangi  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Amru"&gt;  &lt;a name="Amru4906" id="رجل"&gt;  Amru   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; untuk berdiri guna melarang mereka. Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya mayit itu akan disiksa karena tangis ratapan keluarganya. Ia berkata: &lt;sindex stype="رجل" svalue="Abdullah"&gt;  &lt;a name="Abdullah31542" id="رجل"&gt;  Abdullah   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; menjadikannya mutlak (sebelumnya adalah dengan bersyarat).  &lt;sindex stype="صحابي" svalue="Ibnu Abbas"&gt;  &lt;a name="Ibnu Abbas32063" id="صحابي"&gt;  Ibnu Abbas   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; berkata: Kami sedang bersama Amirul mukminin  &lt;sindex stype="صحابي" svalue="Umar bin Khathab"&gt;  &lt;a name="Umar bin Khathab1220" id="صحابي"&gt;  Umar bin Khathab.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Ketika kami tiba di  &lt;sindex stype="مكان" svalue="Baida"&gt;  &lt;a name="Baida30031" id="مكان"&gt;  Baida,   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; tiba-tiba ada seseorang yang berteduh di bawah sebatang pohon. Amirul mukminin berkata kepadaku: Pergi dan lihat siapa orang itu! Aku pun pergi, ternyata orang itu &lt;sindex stype="رجل" svalue="Shuhaib"&gt;  &lt;a name="Shuhaib21638" id="رجل"&gt;  Shuhaib.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Aku kembali kepada Umar dan berkata: Engkau menyuruhku untuk melihat siapa orang itu. Dia adalah  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Shuhaib"&gt;  &lt;a name="Shuhaib26987" id="رجل"&gt;  Shuhaib.   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Umar berkata: Suruh ia ikut bersama kita! Aku berkata: Jika ia bersama keluarganya? Umar berkata: Walaupun bersama keluarganya. Atau mungkin &lt;sindex stype="رجل" svalue="Ayyub"&gt;  &lt;a name="Ayyub2220" id="رجل"&gt;  Ayyub   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; berkata: Suruhlah ia menemuiku. Tidak lama setelah kami datang Amirul mukminin terkena musibah.  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Shuhaib"&gt;  &lt;a name="Shuhaib4042" id="رجل"&gt;  Shuhaib   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; datang menemuinya sambil meratap: Aduh saudaraku! Aduh temanku!  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Umar"&gt;  &lt;a name="Umar4032" id="رجل"&gt;  Umar   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; berkata: Tidakkah engkau tahu (atau tidakkah engkau mendengar)  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Ayyub"&gt;  &lt;a name="Ayyub17439" id="رجل"&gt;  Ayyub   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; berkata: Belum tahukah engkau atau Belum mendengarkah engkau bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya mayit itu akan disiksa karena tangis ratapan keluarganya. Adapun &lt;sindex stype="رجل" svalue="Abdullah"&gt;  &lt;a name="Abdullah28077" id="رجل"&gt;  Abdullah   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; ia menjadikannya umum, adapun  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Umar"&gt;  &lt;a name="Umar12981" id="رجل"&gt;  Umar   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; ia berkata: Pada keadaan tertentu. Maka aku (Abdullah bin Abdullah bin Abu Mulaikah) berdiri dan menemui  &lt;sindex stype="صحابي" svalue="Aisyah"&gt;  &lt;a name="Aisyah2188" id="صحابي"&gt;  Aisyah   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; dan bercerita kepadanya apa yang dikatakan oleh  &lt;sindex stype="رجل" svalue="Ibnu Umar"&gt;  &lt;a name="Ibnu Umar7541" id="رجل"&gt;  Ibnu Umar   &lt;/a&gt; &lt;/sindex&gt; Aisyah berkata: Tidak, demi Allah! Rasulullah saw. sama sekali tidak bersabda: Sesungguhnya mayit akan disiksa sebab tangis seseorang. Tetapi beliau bersabda: Sesungguhnya orang kafir itu ditambah siksanya oleh Allah sebab tangis keluarganya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-3795098419278543067?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/3795098419278543067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/jenazah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3795098419278543067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3795098419278543067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/jenazah.html' title='Jenazah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2730853154070543585</id><published>2008-10-22T21:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T21:03:14.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Da&apos;iyah'/><title type='text'>Penyimpangan Aliran Syi’ah “Imamiyah Al-Itsna-’Asyariyyah”</title><content type='html'>&lt;p&gt;Aliran Syi’ah “Imamiyah Al-Itsa-’Asyariyyah” membawa beberapa penyimpangan. Penyimpangan-penyimpangan tersebut jelas disebutkan dalam referensi-referensi yang mereka miliki. Dalam artikel ini akan disebutkan beberapa penyimpangan aliran Syi’ah “Imamiyah Al-Itsna-’Asyariyyah” (inhirafu manhaj “Imamiyyah Itsna Asyariyyah”) berdasarkan referensi mereka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;A. Fatwa-fatwa Khomeini Tentang Aqidah dalam kitabnya Kasyful-Asrar[1]:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Meminta Sesuatu Kepada Orang yang Telah Mati Tidak Termasuk Syirik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ada yang berkata, bahwa meminta sesuatu pada orang yang telah mati baik itu Rasul maupun Imam adalah syirik, karena mereka tidak bisa memberi manfaat dan madharrat pada orang yang masih hidup. Maka saya (Khomeini) katakan: Tidak, hal tersebut tidak termasuk syirk, bahkan meminta sesuatu pada batu atau pohon juga tidak termasuk syirik, walaupun perbuatan tersebut adalah perbuatan orang yang bodoh. Maka jika yang demikian itu bukanlah syirik apalagi meminta pada Rasul dan Imam-imam yang telah wafat, karena telah jelas dalam dalil maupun akal bahwa ruh yang telah mati malah memiliki kekuatan yang lebih besar dan lebih kuat dan ilmu filsafat pun telah membenarkan dan membahas hal tersebut secara panjang lebar.” (hal. 49)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Penyimpangan Abubakar dan Umar terhadap al-Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Disini saya katakan dengan tegas bahwa Abubakar dan Umar menyelisihi al-Qur’an dan mempermainkan Tuhan dan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal menurut hawa nafsu mereka dan bagaimana mereka berdua juga telah berbuat kezhaliman dengan melawan Fathimah putri nabi SAW dan oleh karenanya mereka berdua menjadi bodoh terhadap hukum ALLAH dan hukum agama.” (hal. 126)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kita juga melihat ketika ia (Umar ra) yang buta mata hatinya itu mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan kekafiran dan ke-zindiq-annya, yaitu penolakannya pada al-Qur’an surat an-Najm, ayat-3.” (hal. 137)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Dalil-Dalil Tentang Disyariatkannya Taqiyyah (Boleh Berdusta kepada selain orang Syi’ah):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan kami tidak mengerti bagaimana mereka (ahlus-sunnah) menjauhi hikmah dan menyimpang karena hawa nafsu mereka, bagaimana tidak? Sedangkan TAQIYYAH adalah hukum akal yang paling jelas. Dan TAQIYYAH maknanya: Seorang manusia berkata dengan perkataan yang berbeda dengan kenyataannya atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan timbangan syariat karena menjaga darahnya, kehormatannya atau hartanya.” (hal. 148) “Maka termasuk bab taqiyyah jika kadangkala diperintahkan menyelisihi hukum-hukum ALLAH, sampai dibolehkan seorang pengikut Syi’ah berbeda dengan apa yang dihatinya untuk menyesatkan selain mereka (Syi’ah) dan agar mereka itu (selain Syi’ah) terjatuh dalam kebinasaan.” (hal. 148)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Mengapa Imamah (Aqidah tentang Imam yang Dua Belas -pen) Tidak Disebutkan dalam Al-Qur’an?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Setelah aku jelaskan bahwa Keyakinan akan 12 Imam adalah ushuluddin (dasar aqidah Islam), dan bahwa al-Qur’an telah mengisyaratkan tentang hal tersebut secara tersirat. Dan aku jelaskan bahwa nabi SAW sengaja menyembunyikan ayat-ayat tentang Imamah dalam al-Qur’an karena takut al-Qur’an tersebut diselewengkan setelahnya, atau karena beliau SAW takut terjadinya perselisihan di antara kaum muslimin sehingga akan berdampak yang demikian itu terhadap aqidah Islam.” (hal. 149)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Khulafa Rasyidun adalah Ahlul Bathil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan telah kukatakan beberapa potongan dari kitab Nahjul-Balaghah[2] yang menetapkan bahwa Ali ra berpandangan bahwa para Khulafa selainnya adalah bathil.” (hal. 186)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Penetapan Ratapan atas Husein dan Menjambak Rambut serta Merobek-robek Baju baginya setiap tahun (saat memperingati peristiwa Karbala -pen) sebagai Bagian dari ajaran Agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak ada dalam majlis tersebut kekurangan, karena semua itu adalah pelaksanaan perintah agama dan akhlaqiyyahnya dan tersebarnya fadhilah dan akhlaq yang paling tinggi serta aturan dari sisi ALLAH serta hukum yang lurus yang merupakan pencerminan dari madzhab Syi’ah yang suci yang ittiba’ pada Ali alaihis salam.” (hal. 192)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Wilayatul Faqih (Penetapan Kepemimpinan para Ulama Besar Syi’ah sampai saat Bangkitnya Kembali Imam ke-12 Syi’ah -pen)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Syaikh ash-Shaduq dalam kitab Ikmalud-Din, dan syaikh ath-Thusiy dalam kitab al-Ghaybah, dan at-Thabrasiy dalam kitab al-Ihtijaj menukil dari Imam yang Ghaib (Imam ke-12 Syi’ah yang sekarang sedang menghilang -pen), sbb: Adapun hadits-hadits yang jelas maka hendaklah merujuk pada para periwayat hadits-hadits kami (syi’ah -pen), karena mereka semua adalah hujjahku atas kalian dan aku adalah hujjah ALLAH! Lalu kata Khomeini selanjutnya: Maka wajib atas manusia pada masa ghaibnya Imam (ke-12 tersebut -pen) untuk merujuk semua urusan mereka pada para periwayat hadits (syi’ah) dan taat pada mereka karena Imam telah menjadikan mereka itu hujjahnya.” (hal. 206) “Maka jelaslah dari hadits tersebut bahwa para Mujtahid adalah hakim dan barangsiapa yang menolak maka sama dengan menolak Imam dan barangsiapa menolak Imam maka berarti menolak ALLAH dan menolak ALLAH berarti syirik kepada-NYA.” (hal. 207)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;B. Ushul Fiqh Menurut Syi’ah[3]:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Bahwa Dalil Sunnah (menurut Syi’ah -pen) adalah Hadits Nabi SAW dan Hadits dari Imam Syi’ah Yang 12 Orang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalil Sunnah (menurut Syi’ah -pen) definisinya = Perkataan (qawlan) dari AL-MA’SHUM, perbuatan (fi’li) dan persetujuannya (taqrir). Definisi AL-MA’SHUM (menurut Syi’ah -pen): Semua yang ditetapkan kema’shumannya dengan dalil, yaitu nabi SAW dan 12 orang Imam ahlul-bait. (hal. 22)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun kehujjahan as-sunnah yang bersumber dari ahlul-bait baik perkataan mereka, perbuatan mereka maupun persetujuan mereka maka dikembalikan keimaman mereka, kema’shuman mereka dan kebenaran mereka SAMA DENGAN KEDUDUKAN nabi SAW. (hal. 23)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Dirasah Sanad Hadits Menurut Syi’ah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Pembagian Hadits dikelompokkan dari sisi banyak sanadnya dan hubungannya dengan para ma’shum/al-ma’shumiin (yaitu nabi SAW dan 12 Imam Syi’ah -pen) (hal. 26):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;i. Hadits yang Terpaut Hati dengan Para Ma’shum (yang dibagi lagi menjadi mutawatir dan muqtarin)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ii. Hadits yang Tidak Terpaut Hati dengan Para Ma’shum (yaitu hadits ahad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Pembagian Hadits dari sisi penerimaannya (mu’tabar) (hal. 29-30):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;i. Hadits Shahih (menurut Syi’ah -pen): Yaitu hadits yang seluruh periwayatnya adil dan sesuai dengan aqidah Syi’ah 12 Imam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ii. Hadits Mawtsiq: Yaitu yang seluruh periwayatnya tsiqah dari muslimin secara umum (ahlus-sunnah -pen), atau sebagiannya dari tsiqat muslimin dan sebagian lagi dari perawi yang adil dari Syi’ah 12 Imam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iii. Hadits Hasan: Yaitu yang kumpulan perawinya orang yang kurang kuat dari ulama hadits, atau dari percampuran antara yang adil yang tsiqat dan yang kurang kuat, atau dari percampuran antara yang adil dengan yang kurang kuat, atau yang tsiqat dengan yang kurang kuat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Ijma’ Menurut Syi’ah (hal 76):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Yaitu kesepakatan jama’ah ulama yang salah seorangnya adalah Imam yang ma’shum (salah seorang dari 12 Imam Syi’ah -pen).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Maksudnya adalah tegaknya ijma’ yaitu jika para ulama tersebut mampu menyingkap makna salah satu pernyataan Imam yang ma’shum dalam suatu masalah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. Pembagian Ijma’ (hal. 77):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;i. Ijma’ Muhshal: Yaitu semua ijma’ yang dihasilkan oleh wilayatul faqih dari dirinya dan sesuai dengan perkataan para mufti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ii. Ijma’ Manqul: Yaitu semua ijma’ yang tidak dihasilkan oleh wilayatul faqih dari dirinya tetapi hanyalah dinukil darinya oleh para fuqaha yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;___&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Catatan Kaki:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[1] Kasyful Asrar, oleh: AyatuLLAH RuhuLLAH Khomeini. Alih-bahasa (dr bhs Parsi): DR Muhammad al-Bandari, Ta’liq hadits: Salim bin ‘Ied al-Hilali, Kata Pengantar: DR Ahmad al-Khatib, Kritik: Nashiruddin al-Albani. Th 1408 H/1987 M. Penerbit: Daar al-’Imaar Lin-Nasyr wat-Tauzi’, Amman-Urdun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[2] Kitab tersebut adalah kitab palsu yang mengatasnamakan Ali ra (lih. Al-Mizan, oleh Imam Adz-Dzahabi III/124, juga Al-Lisan oleh Imam Ibnu Hajar, IV/223)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[3] Mabadi’ Ushulul Fiqh (Muwajjiz Wafin Li Ahammi Mawdhu’at Ushulul Fiqh: Ta’rifat, Mushthalahat, Adillatisy Syari’ al-Islamiy). Oleh: DR Abdul Hadi al-Fadhli. Penerbit: Mathabi’ Dar wa Maktabah al-Hilal. Th 1986. Bairut-Lubnan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2730853154070543585?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2730853154070543585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/penyimpangan-aliran-syiah-imamiyah-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2730853154070543585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2730853154070543585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/penyimpangan-aliran-syiah-imamiyah-al.html' title='Penyimpangan Aliran Syi’ah “Imamiyah Al-Itsna-’Asyariyyah”'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8467706870351794629</id><published>2008-10-22T20:59:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T21:01:06.353-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Da&apos;iyah'/><title type='text'>Peran Al-Ikhwan Dalam Melakukan Perbaikan dan Memberantas Kerusakan di Tengah Masyarakat (13) Perhatian Terhadap Bantuan Kesehatan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sumber berita &lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/peran-al-ikhwan-dalam-melakukan-perbaikan-dan-memberantas-kerusakan-di-tengah-masyarakat-13-perhatian-terhadap-bantuan-kesehatan-2008/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;klik disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika penjajah masuk ke negeri Mesir dan menyebarkan kesengsaraan terhadap warganya dan membuat kondisi negeri menjadi  kritis sehingga yang berada dibawah kemiskinan dan penjajahan Inggris; mereka berambisi untuk membuat negara yang berada dibawah jajahannya terus berada dalam tiga kondisi; sakit, miskin dan bodoh; sehingga tidak mampu melakukan perlawanan dan keluar dari permasalahan yang dihadapi dan dari seluruh perkara yang ada ditangannya. Dengan demikian, Mesir saat itu berada dalam kondisi kesehatan yang mengenaskan; oleh karena adanya penjajahan tersebut, dan lebih buruk lagi, bahwa penjajah inggris bukan saja membuat mereka miskin dan sakit, namun -disisi lain- mereka juga menebarkan penyakit menular yang mematikan seperti penyakit kolera, yang dibawa oleh para tentara Inggris yang datang dari Asia pada tahun 1947.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan sebagai bentuk kesempurnaan dari usaha yang dilakukan oleh Al-Ikhwan Al-Muslimun dalam memperbaiki kondisi masyarakat pada berbagai sisi dan bidang, mereka juga memiliki peran dalam melakukan perbaikan pada bidang kesehatan; dengan berusaha menyampaikan kondisi tersebut kepada raja dan dua menteri; menteri dalam negeri dan menteri kesehatan. Sebagaimana mereka juga mendirikan rumah sakit-rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan yang bergerak pada bidang sosial dalam memberikan bantuan pada sektor yang kesehatan terhadap warga yang tidak mampu, dan perkembangan pun terus berlanjut sehingga imam Al-Banna membentuk dalam jamaah seksi khusus  yang disebut dengan “seksi Kesehatan” yang –pada saat itu- diketuai oleh dr. Muhammad Sulaiman, dan oleh karena pentingnya perkara tersebut, imam Al-Banna membagi lagi seksi kesehatan ini anggota khusus yang bermarkaz dikantor Al-Irsyad yang menanggani kesehatan dan bertanggungjawab atasnya, dan kembali DR. Muhammad diangkat menjadi ketuanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika jamaah Al-Ikhwan mendirikan seksi khusus kesehatan yang tertuang dalam undang-undang Jam’iyyah Al-Ikhwan Al-Muslimun; pada fasal kedua disebutkan bahwa misi dan tujuan jamaah adalah mendirikan lembaga-lembaga yang bermanfaat untuk umat secara ruhi (spiritual) dan ekonomi semampunya; seperti mendirikan lapangan pekerjaan, klinik-klinik kesehatan, pos-pos kesehatan dan masjid-masjid; dengan berusaha memperbaiki yang sudah ada atau merenovasinya, atau mendirikannya secara utuh melalui infak harta yang dimiliki oleh jamaah atau dengan melakukan pemantauan terhadap administrasinya dan menghidupkan syiar-syiar yang ada di dalamnya:&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;“Di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang”.&lt;/em&gt; (An-Nuur:36),&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;dan dengan mengobati orang-orang yang terkena penyakit sosial seperti narkoba, minuman memabukkan, judi dan pelacuran, dan dengan menyebarkan propaganda tentang kesehatan; khususnya di pedesaan dan perkampungan, dan dengan membimbing para pemuda untuk istiqomah pada ajaran agama yang benar&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;وَأَن لَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأسْقَيْنَاهُم مَّاءً غَدَقًا&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;“Dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan Lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak)”.&lt;/em&gt; (Al-Jin:16)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Usaha Al-Ikhwan Sebelum Terjadinya Perang Dunia Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;Kondisi miskin dan mengenaskan sebelum terjadinya perang dunia kedua mengiringi bangsa dan rakyat Mesir selama beberapa tahun, sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan bidang kesehatan; dan berkhidmah pada bidang kesehatan menjadi suatu keniscayaan, sementara rumah sakit masih sedikit dan terbatas, khususnya di pedesaan; ditambah lagi dengan lemahnya kesadaran masyarakat pada sisi kesehatan dikarenakan penyebaran buta huruf di tengah masyarakat Mesir saat itu. Dan oleh kondisi demikian, menyebar di tengah masyarakat tempat-tempat pengobatan alternative, tabib, perdukunan dan khurafat yang menjadi tempat untuk mengobati berbagai macam penyakit yang menyebar di tengah masyarakat saat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu -disisi lain- gerakan kristenisasi juga menyadari akan kondisi ini dan mereka mulai mengatur sterategi dan melakukan trik untuk mewujudkan misi-misi jahat mereka di tengah masyarakat Mesir yang mayorits muslim; mereka mengumpulkan dokter-dokter yang beragama Kristen dan mulai mendirikan klinik-klinik kesehatan gratis sambil membawa misi memurtadkan umat Islam dan meracuni mereka dengan agama kristen dengan alasan pengobatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ustadz Hasan Al-Banna mengetahui hal tersebut, beliau mengajak para dokter muslim untuk berkhidmah dan mau ditempatkan di pelosok desa yang ada di Mesir dan berani melawan gerakan kristenisasi sambil mengobati masyarakat yang sakit. Agenda mereka berkeliling kampung untuk meringankan beban dan penderitaan masyarakat muslim disana dan mengobati orang-orang yang sakit dan berusaha menyelamatkan mereka dari gerakan kristenisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan seruan itu banyak para dokter dari kalangan Al-Ikhwan menyambutnya dengan antusia, sehingga mereka langsung dikirim ke daerah yang dituju dan mulai melakukan pemantauan terhadap warga miskin yang sakit dan membarikan pengobatan kepada mereka secara gratis serta berusaha meringankan mereka dari kondisi yang membelit umat Islam. Dan mereka melakukan itu semua dengan ikhlas tanpa pamrih dan menunggu adanya ucapan terimakasih atau upah kecuali hanya berharap ganjaran dari Allah, sebagaimana yang disebutkan dalam Koran al-ikhwan kisah tersebut seperti yang terjadi di desa Qolyubi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-ikhwan memiliki perhatian yang besar pada bidang kesehatan; sehingga mereka menyerukan untuk mendirikan rumah-sakit rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan murah dan gratis di berbagai perkotaan dan pedesaan untuk mengobati warga miskin yang sakit, dan mereka bekerja dengan begitu semangat dan antusias sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang ada dilingkungan terutama para buruh dan warga miskin di perkampungan dan pedesaan; sehingga ada salah satu klinik yang terletak di daerah Tanta mampu mengobati warga dalam satu hari sebanyak 3774 pasien.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana Al-Ikhwan juga berusahan menyebarkan kesadaran masyarakat  akan pentingnya kesehatan; sehingga Al-Ustadz Muhammad Abdul Basith Barakat meminta kepada pemerintah, seperti yang ditulis dalam makalahnya yang berjudul: “keistimewaan Islam dari sisi kedokteran”   beliau berkata: “Dan tentunya harapan kami terhadap menteri wakaf (agama) adalah merealisasikan usulan kami pada bidang kedokteran; sehingga dapat saling bergotong royong bersamaan dengan penyabaran isu akan pentingnya kesehatan melalui penyebaran pendidikan kesehatan, menyebarkan sarana antisipasi, dan dengan meminta bantuan kepada para khatib di masjid-masjid dan guru-guru di pedesaan; untuk menjadi utusan penebar kebaikan dan kasih sayang untuk para ikhwan kita yang berprofesi menjadi petani yang terdapat di tengah mereka  berbagai macam penyakit, dan harapan kami juga terhadap para tokoh dan simpul massa serta ulama untuk memberikan siraman rohani kepada mereka seputar pentingnya kesehatan; disamping para ikhwan kita di pedesaan juga banyak yang mendirikan lembaga-lembaga konseling untuk memperbaiki hubungan antara keluarga, memerangi buta huruf dan menyebarkan isu akan nilai-nilai dan pentingnya kesehatan di tengah mereka; dan sehingga mereka merasakan faedahnya; mendapatkan ketenangan dan kesejukan, meluasnya kebaikan dan negara hidup dalam kelapangan dan kedamaian yang diselimuti oleh pakaian kemuliaan dan ketentraman”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pehatian Al-ikhwan tidak hanya pada bidang kesehatan saja, namun juga berusaha memberikan perhatian dan arahan kepada umat akan kebiasaan hidup sehat dan bersih dan juga memberikan nasihat-nasihat tentang kesehatan; karena itulah, diantara mereka ada yang menulis silsilah yang berkaitan dengan makanan dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, dan memotivasi mereka akan pentingnya kehati-hatian dari mengkonsumsi makanan terlalu banyak; karena makan yang berlebihan akan berakibat mengendapnya makanan pada lambung. Mereka juga memberikan arahan akan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan cara-cara hidup sehat serta selalu mengkonsumsi minuman susu, mengarahkan umat akan bahaya minuman khamar, dan menyanggah akan anggapan yang menyatakan bahwa khamar dapat meningkatkan selera terhadap makanan, atau memberikan kehangatan tubuh manusia, atau menambah seksualitas, namun justru berakibat pada bahaya yang selalu mengintai seperti melemahkan potensi akal, penyakit gila, melemahkan detak jantung dan bahkan dapat menghentikannya secara tiba-tiba, sebagaimana juga dijelaskan akan bahayanya pada sisi kesehatan dan materi, dan juga dijelaskan akan bahaya dan buruknya daging babi; karena dapat mengakibatkan menularnya penyakit cacing pita seperti halnya yang terdapat pada daging anjing yang dapat memindahkan cacing ke dalam tubuh manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz Faraj An-Najar juga menyampaikan usulan yang bagus pada saat al-ikhwan mengadakan pertemuan di desanya Mit Khoqon, Propinsi Syibin El-koum; mereka melakukan penghitungan nama-nama anak yang lahir pada tahun tertentu; melalui pejabat desa sehingga dapat mengetahui nama-nama mereka dan nama orang tua mereka, kemudian mereka mulai mengunjungi rumah-rumah yang terdapat di dalamnya anak yang baru lahir untuk diberikan tahniah dan ketenangan atasnya dan atas kesehatannya, jika diantara mereka ada yang sakit maka mereka menemaninya untuk pergi ke dokter, memberikannya obat dan membelikan untuknya pakaian musim dingin dan musim panas. Dengan hal tersebut mereka berhasil menyebarkan wawasan tentang kesehatan dan perhatian secara medis terhadap warga di pedesaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada muktamar yang diadakan di  propinsi Ad-Daqhiliyah pada jalsah kelima –daurah ketiga- disampaikan hal-hal berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-ikhwan hadir di kota Al-Manzilah atas nama Islam dan umat Islam dan kewajiban menjaga dan memelihara pada bidang kesehatan dengan rincian sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahwa di kota al-manzilah terdapat kelompok kristenisasi potestan dengan nama madrasah as-salam, dan diantara tujuan sekolah tersebut adalah menumbuhkan ruh agama masehi (nasrani) di dalam jiwa para pemudi dan wanita muda, ibu-ibu khususnya wanita muslimah, dan hal tersebut telah memberikan dampak negative di tengah masyarakat; sehingga membuat hati trenyuh dan air mata menetes..!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika terjadi gelombang kemarahan umat Islam dan mendukung pemerintah Mesir dalam menjaga agama resminya pada tahun-tahun belakangan, gerakan kritenisasi melakukan aksi lain; yaitu dengan merubah sekolah as-salam menjadi klinik kesehatan khusus pengobatan mata, padahal dibalik itu masih memiliki misi dan tujuan terselubung; memerangi umat Islam dengan menyebarkan ajaran-ajaran mereka dalam bentuk yang beragam dan corak yang bermacam-macam sesuai dengan kondisi masyarakat. Karena itu sebelum mereka memberikan pengobatan, lebih dahulu para dokter Kristen menyampaikan ajaran kristen dan pentingya berpegang teguh pada agama Masehi dan menjauhkan akidah Islam, serta secara terang-terangan menghina agama Islam dan menghina pembawa syariat agama tersebut; Muhammad saw. Dan sebagaimana diketahui, bahwa mereka –para pembawa agama Kristen- tidak membawa syahadah ilmiyah –ijazah- yang membolehkan mereka memberikan pengobatan mata secara detail yang membutuhkan keahlian khusus dan ketelitian. Dan berdiam diri terhadap kondisi buruk seperti itu akan menambah buruk penyakit mata bahkan bisa berakibat penyakit kronis dan kebutaan. Dan kami tuliskan kepada kalian apa yang kami rasakan dalam jiwa-jiwa kami bahwa kewajiban atas setiap insan mengerahkan tenaganya untuk menyebarkan dakwah tentang kesehatan dan memerangi kebodohan dengan mengambil peran dalam mengobati orang-orang yang sakit sementara tidak memahami dasar-dasar pengobatan yang benar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika kami tidak mampu memberantas mereka kecuali dengan jabatan dan kekuatan kalian; namun kami telah menunaikan kewajiban kami untuk menyebarkan dan memberikan pemahaman akan pentingnya kesehatan. Dan pada akhirnya kami dapat mengetahui akan kebijakan kalian dan ketepatan pendapat kalian dalam rangka memutus kebodohan yang mendera warga dan menghentikan batas yang telah ditentukan oleh undang-undang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami menulis ini dan menyerahkannya kepada kalian, karena kalian memiliki tanggung jawab dalam urusan kesehatan secara umum untuk mengubah paradigma umat yang mengabaikan aqidahnya dan acuh terhadap kesehatannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Besar harapan kami bahwa kalian bekerja sama untuk menolong kami, membentangkan tangan untuk memberikan bantun dalam rangka melindungi warga dari orang-orang yang menyerang mereka; baik dari sisi aqidah dan kesehatan, betapa besar ganjaran yang akan kalian peroleh jika kalian bekerja untuk menghadirkan dokter mata di rumah sakit pusat al-manzilah. Namun jumlah penduduk desa Al-Mathariyah mencapai 20 ribu jiwa, sedangkan jumlah penduduk Al-Manzilah juga mendekati jumlah tersebut, walaupun letak desa mathoriyah 11 KM; karena itu, pada kondisi ini kami mengajak kalian untuk meninjau kondisi sulit yang menimpa warga, khususnya para fuqoro yang sedang sakit untuk dipindahkan ke rumah sakit Ar-ramad di Al-Mathoriyah, karena jarak yang sulit dan panas yang terik sehingga menambah penderitaan mereka di desa tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami mengajak kepada kalian yang mulia untuk mewujudkan permohonan kami; yang merupakan suatu keniscayaan akan kemaslahatan yang harus menjadi perhatian kalian terhadapnya, karena sikap kalian dalam memberikan perlindungan terhadap warga adalah sangat diharapkan, dan semuanya merupakan kesaksian akan tugas kalian dan kejujuran akan siap siaga kalian, serta kesigapan kalian dalam melakukan perbaikan untuk negeri tercinta ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan tentunya kami juga sangt berharap akan kesuksesan yang baik dengan direalisasikannya tuntuan ini sesegera mungkin, walau hanya dengan kehadiran Hakim Pasya ke rumah sakit Ar-Ramad di Al-Mathoriyah untuk bekerjasama dengan pihak rumah sakit Al-Manzilah selama tiga hari dalam satu minggu atau sesuai dengan kesepakatan; sehingga dapat memberikan pengobatan murah terhadap warga miskin yang sakit dan bisa sampai ke tempat pengobatan tanpa ada kesulitan dan beban berat, dan agar orang-orang fakir tidak pergi ke rumah sakit-rumat sakit oreintalis yang memiliki misi yang jahat terhadap setiap jiwa umat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan demi Allah, kami berharap Allah memberikan manfaat dan ganjaran yang besar untuk kalian atas pekerjaan yang baik ini, dan memperkokoh ikatan agama kalian serta dapat memberikan kemaslahatan yang besar terhadap negeri ini. Amin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-ikhwan juga mengingatkan melalui surat kabar mereka akan bahaya penyakit yang tersembunyi seperti kencing manis dan akibat yang akan di derita setelahnya, yang dapat mengancam individu dan jamaah, laki-laki dan wanita, dan mereka juga menyampaikan akan penyakit lambung dan berusaha memindahkan dan menghindarkan diri darinya agar umat terhindar dari kejahatannya. Begitupun mereka mengeluarkan beberapa taujihat tentang kesehatan untuk warga, seperti bagaimana mengkonsumsi makanan yang tepat pada waktunya, tidak terlalu banyak atau berlebihan dalam mengkosumsi makanan, mengunyahnya dengan baik sehingga lambung tidak keletihan dalam menghancurkan dan memproses makanan, menjauhi minuman yang memabukkan, banyak mandi dan banyak melakukan aktivitas, tidak malas dan tidak banyak tidur, dan bangun tidur pada waktu pagi sekali..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana Al-Ikhwan mengisyaratkan akan hikmah puasa dan faedah-faedahnya dalam menguatkan dan melindungi pencernaan, hingga pada cara yang paling efektif dan tepat dalam mengkonsumsi makanan saat berbuka sehingga tidak hilang faedah puasa dan tidak membahayakan pencernaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Ikhwan juga memberikan perhatian untuk memberikan nasihat kepada para calon haji dan membekali mereka pada sisi kesehatan; karena banyak dari mereka yang terserang penyakit dan virus oleh adanya interaksi dan pertemuan langsung dengan banyak orang disana. Al-Ikhwan menjelaskan kepada mereka tentang butir-butir kesepakatan internasional tentang kesehatan yang diadakan di Paris, dan diantara isyarat yang disampaikan kepada para calon haji adalah: Menjaga kebersihan pakaian dan badan dari kutu; karena binatang melata tersebut dapat memindahkan dan menularkan sebagian penyakit yang membahayakan, sesering mungkin mengganti pakaian dan mencucinya, dan berhati-hati dari lalat dan nyamuk dan selalu pergi ke pusat atau kantor kesehatan untuk pengecekan kesehatan, dan juga melakukan pencacaran (penyuntikan imunisasi) terhadap penyakit kolera, cacar dan typus sebelum melakukan safar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Ikhwan juga menggerakkan kesadaran pada tema yang sangat penting untuk semua masyarakat, khususnya kaum hawa; yaitu perhatian terhadap ibu saat mengandung dan setelah melahirkan untuk memberikan jaminan agar dapat melahirkan secara alami,  tidak boleh membebaninya pada pekerjaan yang berat setelah melahirkan. Seperti yang dilakukan oleh DR. Ibrahim Abu Sanah saat menulis makalah yang berjudul: “Memberikan perhatian terhadap ibu saat mengandung dan melahirkan”, yang mencakup beberapa point penting; yaitu memantaunya secara rutin kepada dokter tentang kesehatan ibu saat mengandung dan berusaha memberikan perlindungan kepadanya dan menjauhkan dari berbagai penyakit yang dapat menimpa dirinya, mengenali beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan sulit melahirkan serta berusaha untuk menghilangkannya, dan melakukan kehati-hatian yang wajar saat melahirkan serta memberikan pengetahuan khusus tentang melahirkan sehingga mampu mengkondisikan diri dengan baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Ikhwan juga memberikan nasihat-nasihat penting kepada masyarakat umum seperti tata cara hidup sehat, makanan sehat, mandi yang bersih, pakaian yang bersih, melakukan latihan olah raga, melakukan aktivitas rumah tangga, perhatian terhadap asupan susu dan tanda-tanda kesehatan dan kondisi jiwanya saat mengandung kepada dokter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana Al-Ikhwan juga menyampaikan kepada sang ayah akan kewajibannya terhadap kesehatan anaknya dengan selalu memperhatikan kaidah-kaidah  dalam mengkonsumsi makanan; karena bentuk dan jenis makanan harus sesuai dengan umur dan tanpa berlebihan dan kekurangan; pada umur balita (dibawah lima tahun) misalkan harus mengkonsumsi makanan yang mudah di kunyah dan di cerna oleh lambung dan mengandung makanan yang  yang berprotein dan bergizi, dan jumlahnya konsumsinya harus lebih banyak yaitu 4 kali dalam sehari, adapun saat berumur lebih besar dari itu, maka komposisinya harus lebih besar karena pertumbuhannya lebih cepat. Mereka juga memberikan arahan kepada orang tua (ayah) akan pentingnya pencacaran terhadap anak-anaknya dari berbagai macam penyakit berbahaya, pentingnya perhatian terhadap kebersihan, waktu santai, waktu tidur, jumlah jam belajar, menyusun waktu bermain sehingga tidak membuat badan letih dan berpengaruh dalam berfikir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga memotivasi kepada orang tua untuk memberikan perhatian terhadap anak pada musim panas; karena pada musim itu banyak tersebar penyakit; mereka memberikan nasihat dan kaidah-kaidah penting yang harus diperhatikan oleh umat dan memantaunya untuk melindungi anak-anak dari penyakit musim panas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan diantara perhatian Al-Ikhwan pada sisi ini adalah arahan kepada masyarakat akan pentingnya apotik kecil di setiap rumah, dan kewajiban oleh setiap keluarga (ibu, ayah, anak-anak dan pembantu rumah tangga) untuk mengetahuinya dan bagaimana cara menggunakannya, dan apotik kecil ini harus terisi obat-obatan darurat sederhana, seperti; perban, kapas, alat suntik, thermometer, obat-obatan, kantong es, kantong air hangat, pompa udara, dan lain-lain yang memberikan manfaat dan dapat digunakan dalam keadaan darurat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan diantara ilmu kesehatan yang bermanfaat yang disampaikan oleh Al-Ikwah adalah distribusi udara yang baik dan benar dan pengaruhnya terhadap kesehatan; karena hal tersebut seperti makanan dan minuman yang merupakan faktor-faktor penting dalam kehidupan, mereka juga menyampaikan beberapa nasihat untuk melindungi kebersihan udara; seperti pencegahan terhadap orang-orang yang tidur di tempat  yang sempit dan tertutup, membuka ventilasi (jendela) rumah pada siang hari dan pada musim dingin lalu menutupnya sebelum waktu sore tiba, atau menjaganya dari udara dingin dan basah saat tidur, saat waktu lelah dan saat masih berkeringat, selalu memperhatikan kebersihan toilet dan menutup kolam dan rawa yang berdampingan dengan rumah dan tempat tinggal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Ikhwan juga menyampaikan pada media masa Mesir terhadap beberapa tumbuh-tumbuhan yang boleh dimakan dan faedah-faedahnya secara kedokteran, seperti: biji-bijian, khamirah (ragi), mulukhiyah, hilbah dan lain-lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana Koran mingguan Al-Ikhwan juga menerbitkan edisi khusus tentang kesehatan yang ditulis oleh para dokter senior pilihan, dan hal tersebut dilakukan selama dua pekan; sehingga menjadi dua edisi khusus Koran mingguan tentang kesehatan; minggu pertama dan kedua, dan dalam sampul majalah tersebut disebutkan “Edisi khusus tentang kesehatan dan keagamaan”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syaikh Mahmud Ali Ahmad, Imam dan Khatib Masjid Ar-Rifa’I yang terletak yang di Qol’ah menuslis makalah di majalah tersebut, dia berkata: “Umat Islam banyak lalai akan rahasia kebersihan, dan acuh dengan kebersihan tempat tinggalnya, padahal kebersihan adalah bagian dari agama, sehingga mereka terkena penyakit, karena mereka tidak menjaga kebersihan badan dan pakaian sehingga menyebar penyakit yang membahayakan dan virus yang mematikan, sebagaimana telah menyabar penyakit rabun mata dan kebutaan. Kondisi lemah dan menurunnya daya imun tubuh serta menyebarnya penyakit Balharisia dan lain-lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan masalah kesehatan akhirnya menjadi perhatian khusus Al-Ikhwan dan warga, sehingga menjadi penggerak didirikannya pusat-pusat kesehatan dan rumah sakit-rumah sakit, dan menyebarnya propaganda tentang kesehatan dan nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kedokteran, serta seruan untuk untuk mejaga kebersihan air dan kebersihan badan serta membunuh kutu-kutu yang dapat menyebarkan penyakit typus dan penyakit menular lainnya, membunuh nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit malaria, dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan usaha yang baik dan perhatian yang besar, yang sekiranya seorang muslim mau merenungkan ajaran agamanya maka akan mengetahui bahwa agamanya tersebut telah menyeru terhadap apa yang diwasiatkan oleh para dokter dan juga akan mendapatkan bahwa nabi Muhammad saw merupakan dokter paling ahli dan pemilik kata-kata hikmah yang bijak. Dan sehingga jika seorang muslim mau berpegang teguh dengan perintah agamanya maka akan mendapatkan kesehatan yang prima seperti halnya diinginkan oleh setiap insan akan kebaikan dan kekuatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika berada di propinsi Port Fuad Al-Ikhwan mengangkat permasalahan kesehatan dihadapan menteri kesehatan dan meminta  kepadanya untuk didirikan rumah sakit di kota tersebut, yang isi permintaannya adalah: “Setelah diperhatikan; bahwa tidak adanya rumah sakit di Port Fuad, maka jam’iyyah mengajukan proposal untuk menyampaikan tuntutan masyarakat pada tahun 1935 kepada yang mulia wakil menteri dalam negeri untuk urusan kesehatan untuk mendirikan rumah sakit di Port Fuad, yang hingga saat ini belum memiliki rumah sakit satupun”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-ikhwan juga selalu berpartisipasi dan ikut serta dalam berbagai pertemuan dan muktamar yang di dalamnya didiskusikan tentang pembatasan keluarga (KB); seperti muktamar yang diadakan oleh persatuan dokter Mesir seputar permasalhan diatas yang diselenggarakan di kuliah kedokteran pada bulan Mei 1937, dan persatuan tersebut juga mengundang mursyid am Hasan Al-Banna, dan beliau diminta untuk menyampaikan kata sambutan. Dan dalam muktamar tersebut Isa Abduh menyampaikan makalah yang berjudul: “Pro kontra tentang pembatasan keluarga (KB) atau mengaturnya; pembahasan dari dua sisi islam dan ekonomi”. Adapun kalimat yang disampaikan oleh mursyid am adalah makalah yang berjudul: “Bahaya yang mengancam umat dan peringatan akan kehancurannya, bagaimana kita bisa menerima akan adanya pembatasan keturunan”, di dalamnya beliau berkata; “Kami bersyukur kepada persatuan dokter, dengan memberikan kesempatan kepada kami untuk berbicara tentang materi yang sangat penting dan dalam ini; tema tentang pembatasan keluarga” menurut pandangan Islam, dengan artian bahwa saya saat berbicara disini akan menjabarkan pada sisi terbatas, yaitu sisi keislaman, dengan artian pula bahwa saya akan menjelaskan semampu saya tentang pandangan Islam terhadap ideology ini, dan saya akan mengeluarkan di dalamnya pendapat saya secara pribadi sesuai dengan yang saya ketahui, bukan atas nama pandangan Jamaah Al-Ikhwan al-muslimun yang merupakan suatu kemuliaan bisa berintisab kepadanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan kita sempurnakan insya Allah pada bagian berikut seputar usaha al-ikhwan dalam bidang kesehatan pada saat dan setelah perang dunia kedua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahan rujukan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Malajah Mingguan Al-Ikhwan Al-Muslimun, tahun kelima, jumadil ula tahun 1356/Juli 1937&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Malajah Mingguan Al-Ikhwan Al-Muslimun, tahun ketiga, Syawal tahun 1354/Januari 1936&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Ishaq Musa Al-Husaini, Al-Ikhwan Al-Muslimun Kubra Al-Harakat Al-Haditsah, Dar el-Bairut advertising, Beirut, tahun 1952&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Jum’ah Amin Abdul Aziz, Awraq min tarikh Al-Ikhwan Al-Muslimun. Dae el-tauzi al-islamiyah, tahun 2004&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Al-Bashair lil Buhuts wa Ad-dirasat, Silsilah min Turats Al-Imam Al-Banna, dar el tauzi wa an-nasyr al-islamiyah, tahun 2006.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8467706870351794629?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8467706870351794629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/peran-al-ikhwan-dalam-melakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8467706870351794629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8467706870351794629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/peran-al-ikhwan-dalam-melakukan.html' title='Peran Al-Ikhwan Dalam Melakukan Perbaikan dan Memberantas Kerusakan di Tengah Masyarakat (13) Perhatian Terhadap Bantuan Kesehatan'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8419972755030574403</id><published>2008-10-22T20:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T20:59:01.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Da&apos;iyah'/><title type='text'>Sentuhan-sentuhan Tarbiyah: Sikap Para Pemuka Terhadap Da’wah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber berita &lt;a href="http://www.al-ikhwan.net/sentuhan-sentuhan-tarbiyah-sikap-para-pemuka-terhadap-dawah-2008/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;klik disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika Allah SWT hendak menceritakan tantang kisah para nabi dan rasul-Nya dalam Al-Quran; pertama kali yang diceritakan adalah pertentangan yang dilakukan oleh para pemuka –pemimpin kaum dan kekufuran mereka- terhadap para nabi dan rasul; sebagai kisah pertama yang disebutkan tentang pertentangan dan pembangkangan mereka terhadap utusan Allah sebelum menceritakan tentang kaum mu’minin dan sikap mereka terhadap para nabi. Hal demikian banyak memberikan faedah dan manfaat kepada Rasulullah saw dan para du’at setelah, diantaranya : &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;1. Meneguhkan hati Rasulullah saw atas kebenaran dan sebagai nasehat dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman, seperti dalam firman Allah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.”&lt;/em&gt; (Hud:120)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;2. Memberikan kelapangan dan keringanan kepada Rasulullah saw dan para sahabatnya serta para du’at setelahnya bahwa sunnatullah dalam kehidupan adalah perseteruan antara yang hak dan yang bathil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;3. Memberikan penjelasan kepda Rasulullah saw dan para du’at bahwa pertentangan merupakan hal yang lumrah terjadi, dan bukan pertentangan yang hanya terjadi satu hari atau satu malam saja, namun akan terus berjalan hingga bertahun-tahun dan bahkan berabad-abad dan hingga hari kiamat; karenanya membutuhkan keuletan, kesabaran dan ketabahan para aktivis walaupun pertentangan itu mencapai titik paling berat sekalipun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;4. Kesadaran bahwa sekalipun pertentangan datang dari kekuatan yang besar, kemuflase dan jelas merupakan bentuk pembangakangan yang paling keras, namun tidak akan mampu menghancurkan kebenaran sekalipun sebesar bom atom, dan tidak akan menyurutkan kebenaran dan menghentikan perjalanan dakwah dari relnya selamanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;5. Dakwah membutuhkan Kesabaran yang panjang sekalipun harus berhadapan dengan pembangkangan yang keras dan jauhnya kemenangan :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلَاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”&lt;/em&gt; (Al-Ahqof :35)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Demikianlah Allah SWT menjelaskan kapada para du’at  bahwa pertentangan dan perseteruan merupakan suatu keharusan dari kelompok orang-orang kafir dan pendukungnya yang banyak dengan bentuk yang bermacam-macam. Namun sekalipun demikian, para du’at harus tetap tetap berada dalam satu keyakinan. Dan jika kita kaji ayat-ayat Al-Qur’an, maka kita akan dapatkan ayat-ayat yang menceritakan tentang pertentangan para pemuka kaum terhadap para nabi :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;- Seperti kisah nabi Nuh AS yang mana Allah SWt berfirman tentangnya :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata) : “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu. Agar kemu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya : Kami tidak melihat kamu, maliankan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang  yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin kamu adalah orang-orang yang dusta. Berkata Nuh : “Hai kaumku, bagaimana fikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa kami akan paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?”&lt;/em&gt; (Hud:25-28)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;- Begitupun kisah nabi Musa AS, Allah berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَى بِآَيَاتِنَا إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ . وَقَالَ مُوسَى يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَحَقِيقٌ عَلَى أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ . قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآَيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ . فَأَلْقَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ . وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ . قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ . يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Kemudian Kami utus Musa sesudah Rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun, Sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam, wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, Maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku”. Fir’aun menjawab: “Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, Maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu Termasuk orang-orang yang benar”. Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. Dan ia mengeluarkan tangannya, Maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya. Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata: “Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai, yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu”. (Fir’aun berkata): “Maka Apakah yang kamu anjurkan?”&lt;/em&gt; (Al-A’raf:103-110)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;- Kemudian kisah nabi Hud AS. Allah berfirman :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ . قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ . قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَأُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ . أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَى رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا آَلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . قَالُوا أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللَّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آَبَاؤُنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ  . قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآَبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ . فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya Kami benar benar memandang kamu dalam Keadaan kurang akal dan Sesungguhnya Kami menganggap kamu Termasuk orang orang yang berdusta.” Hud herkata “Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu”. Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada Kami, agar Kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada Kami jika kamu Termasuk orang-orang yang benar.” Ia berkata: “Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu”. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang Nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, Padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), Sesungguhnya aku juga Termasuk orang yamg menunggu bersama kamu”. Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan Tiadalah mereka orang-orang yang beriman”.&lt;/em&gt; (Al-A’raf:66-72)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;- Begitu pula dengan Kisah nabi Sholeh AS. Allah berfirman:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ . قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَذَا أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آَبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ . قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآَتَانِي مِنْهُ رَحْمَةً فَمَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيْرَ تَخْسِيرٍ . وَيَا قَوْمِ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آَيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ . فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ ذَلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ . فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ . وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ . كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا أَلَا إِنَّ ثَمُودَ كَفَرُوا رَبَّهُمْ أَلَا بُعْدًا لِثَمُودَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” Kaum Tsamud berkata: “Hai shaleh, Sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara Kami yang Kami harapkan, Apakah kamu melarang Kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak Kami ? dan Sesungguhnya Kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami.” Shaleh berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, Maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain daripada kerugian. Hai kaumku, Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah Dia Makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.” Mereka membunuh unta itu, Maka berkata Shaleh: “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama Dia dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya, Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, Sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud”. &lt;/em&gt;(Hud:61-68)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;- Sebagaimana juga Kisah Nabi Luth AS. Allah berfirman :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ . إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ . وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ . فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ . وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;Dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala Dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” Kemudian Kami selamatkan Dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; Dia Termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu”. &lt;/em&gt;(Al-A’raf:80-84)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;- Serta Kisah Nabi Syu’aib :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ . وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ . وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ آَمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ .  قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ . قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا وَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ . وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ . فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ . الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ . فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ فَكَيْفَ آَسَى عَلَى قَوْمٍ كَافِرِينَ&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Dan (kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, Maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka dan kaum Syu’aib yang menyombongkan dan berkata: “Sesungguhnya Kami akan mengusir kamu Hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota Kami, atau kamu kembali kepada agama kami”. berkata Syu’aib: “Dan Apakah (kamu akan mengusir kami), Kendatipun Kami tidak menyukainya?” Sungguh Kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika Kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan Kami dari padanya. dan tidaklah patut Kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan Kami menghendaki(nya). pengetahuan Tuhan Kami meliputi segala sesuatu. kepada Allah sajalah Kami bertawakkal. Ya Tuhan Kami, berilah keputusan antara Kami dan kaum Kami dengan hak (adil) dan Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi”. Kemudian mereka ditimpa gempa, Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu’aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka Itulah orang-orang yang merugi. Maka Syu’aib meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?” &lt;/em&gt;(Al-a’raf:85-93)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;serta kisah-kisah para nabi dan rasul lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Dan pembangkangan ini terus berlangsung, sejak awal diutusnya para rasul hingga nabi terakhir, seperti yang disebutkan dalam firman Allah :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ . وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ . وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud,  dan kaum Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth, dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan Rasul- Rasul Maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan”. &lt;/em&gt;(Qaaf:12-14)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Demikianlah, Allah menjelaskan dalam kitabnya sikap para pemimpin kaum dari risalah para nabi dan Rasul, dan perlawanan dan pembangkangan serta pertentangan keras ini terhadap kebenaran dapat menjelaskan kepada Rasulullah saw danpara du’at setelahnya atas jalan dan petunjuknya. Bahwa semua itu merupakan sunnatullah -suatu keniscayaan- yang menuntut para du’at memiliki keteguhan, keuletan untuk tegar dan sabar dalam berdakwah serta tabah dalam usaha mengembalikan manusia (umat) ke jalan yang benar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Demikianlah setelah Allah menjelaskan keringanan dan pengajaran kepada nabi-Nya dengan memberikan peringatan kepada para du’at akan sikap nabi terhadap pertentangan yang dilakukan oleh suku kafir Quraisy, pembangkangan dan siksaan mereka terhadapnya yang disebutkan dalam banyak ayat-ayat Allah dan tuduhan mereka kepada beliau sebagai penyihir dan orang gila, namun disisi lain disebutkan juga keteguhannya beserta para sahabatnya dalam menghadapi pertentangan dan permusuhan, sehingga mengajarkan kepada para du’at hakikat peristiwa yang terjadi pada masa lalu hingga waktu yang akan datang yang kemudian menjadi bahan introspeksi dalam menjalankan amanah dakwah untuk selalu sabar dan tabah jika berhadapan dengan berbagai rintangan dan pertentangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Memberikan kesadaran kepada para du’at; bahwa sekalipun pembangakangan telah mencapai puncaknya, namun selamanya tidak akan melunakkan dan melemahkkan keteguhan para du’at, dan bahkan tidak akan mampu membuat iman yang terpatri dalam hati mereka menjadi lebur dan luntur, karena mereka begitu yakin akan &lt;em&gt;ta’yid&lt;/em&gt; (dukungan) dan kemenangan Allah, dan disamping itu mereka juga memahmi akan hikmah tertundanya suatu kemenangan, dengan berharap mendapatkan apa yang ada disisi Allah berupa ganjaran dan syahadah di jalan-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8419972755030574403?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8419972755030574403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/sentuhan-sentuhan-tarbiyah-sikap-para.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8419972755030574403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8419972755030574403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/sentuhan-sentuhan-tarbiyah-sikap-para.html' title='Sentuhan-sentuhan Tarbiyah: Sikap Para Pemuka Terhadap Da’wah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-3070931443719377933</id><published>2008-10-22T20:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T20:33:20.486-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibadah Haji'/><title type='text'>Syarat, Rukun, dan Wajib Haji</title><content type='html'>&lt;h3&gt;Syarat Haji&lt;/h3&gt;    &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Islam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akil Balig&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dewasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berakal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waras&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang merdeka (bukan budak)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu, baik dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggal berhaji&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;h3&gt;Rukun Haji&lt;/h3&gt;    &lt;p&gt;Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang wajib dilakukan dalam berhaji. Rukun haji tsb adalah:&lt;/p&gt;    &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ihram&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Wukuf&lt;/em&gt; di &lt;em&gt;Arafah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Tawaf ifâdah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Sa'i&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencukur rambut di kepala atau memotongnya sebagian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tertib&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p&gt;Rukun haji tsb harus dilakukan secara berurutan dan menyeluruh. Jika salah satu ditinggalkan, maka hajinya tidak sah.&lt;/p&gt;      &lt;h3&gt;Wajib Haji&lt;/h3&gt;    &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memulai ihram dari &lt;em&gt;mîqât&lt;/em&gt; (batas waktu dan tempat yang ditentukan untuk melakukan ibadah haji dan umrah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melontar &lt;em&gt;jumrah&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Mabît&lt;/em&gt; (menginap) di &lt;em&gt;Mudzdalifah&lt;/em&gt;, Mekah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mabît di Mina&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Tawaf wada'&lt;/em&gt; (tawaf perpisahan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p&gt;Jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar &lt;em&gt;dam&lt;/em&gt; (denda).&lt;/p&gt;    &lt;h2&gt;Pelaksanaan Ibadah Haji (Manasik Haji)&lt;/h2&gt;   &lt;p&gt;Tata cara manasik haji adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;1. Melakukan ihram dari mîqât yang telah ditentukan&lt;/h3&gt;      &lt;p&gt;Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan berniat haji dengan mengucapkan &lt;em&gt;Labbaik Allâhumma hajjan&lt;/em&gt;, yang artinya "aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji".   &lt;br /&gt;Kemudian berangkat menuju arafah dengan membaca &lt;em&gt;talbiah&lt;/em&gt; untuk menyatakan niat:&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni'mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;   Artinya:   &lt;blockquote&gt;Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.&lt;/blockquote&gt;      &lt;h3&gt;2. Wukuf di Arafah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari &lt;em&gt;nahar&lt;/em&gt; (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Zulhijah.   &lt;br /&gt;Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: shalat jamak taqdim dan qashar zuhur-ashar, berdoa, berzikir bersama, membaca Al-Qur'an, shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;3. Mabît di Muzdalifah, Mekah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Waktunya sesaat setelah tengah malam sampai sebelum terbit fajar. Disini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumrah di Mina, dan melakukan shalat subuh di awal waktu, dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di &lt;em&gt;masy'ar al-harâm&lt;/em&gt; (monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2: 198), dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing.&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;4. Melontar jumrah 'aqabah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Dilakukan di bukit 'Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah, dengan 7 butir kerikil, kemudian menyembelih hewan kurban.&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;5. Tahalul&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;Tahalul&lt;/em&gt; adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.   &lt;br /&gt;Tahalul awal, dilaksanakan setelah selesai melontar jumrah 'aqobah, dengan cara mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.&lt;br /&gt;Setelah tahalul, boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yang dilarang selama ihram, kecuali berhubungan seks.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Bagi yang ingin melaksanakan tawaf ifâdah pada hari itu dapat langsung pergi ke Mekah untuk tawaf. Dengan membaca talbiah masuk ke &lt;em&gt;Masjidil Haram&lt;/em&gt; melalui &lt;em&gt;Bâbussalâm&lt;/em&gt; (pintu salam) dan melakukan tawaf. Selesai tawaf disunahkan mencium &lt;em&gt;Hajar Aswad&lt;/em&gt; (batu hitam), lalu shalat sunah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim, berdoa di &lt;em&gt;Multazam&lt;/em&gt;, dan shalat sunah 2 rakaat di &lt;em&gt;Hijr Ismail&lt;/em&gt; (semuanya ada di kompleks Masjidil Haram).&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kemudian melakukan sa'i antara bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa. Lalu dilanjutkan dengan tahalul kedua, yaitu mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.&lt;br /&gt;Dengan demikian, seluruh perbuatan yang dilarang selama ihram telah dihapuskan, sehingga semuanya kembali halal untuk dilakukan.   &lt;br /&gt;Selanjutnya kembali ke Mina sebelum matahari terbenam untuk mabît di sana.&lt;/p&gt;      &lt;h3&gt;6. Mabît di Mina&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Dilaksanakan pada hari &lt;em&gt;tasyrik&lt;/em&gt; (hari yang diharamkan untuk berpuasa), yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Setiap siang pada hari-hari tasyrik itu melontar jumrah &lt;em&gt;ûlâ&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;wustâ&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;'aqabah&lt;/em&gt;, masing-masing 7 kali.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Bagi yang menghendaki &lt;em&gt;nafar awwal&lt;/em&gt; (meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja. Tetapi bagi yang menghendaki &lt;em&gt;nafar sânî&lt;/em&gt; atau nafar akhir (meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan selama tiga hari (11, 12, dan 13 Zulhijah).&lt;br /&gt;Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.&lt;/p&gt;      &lt;h3&gt;7. Tawaf ifâdah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Bagi yang belum melaksanakan tawaf ifâdah ketika berada di Mekah, maka harus melakukan tawaf ifâdah dan sa'i. Lalu melakukan tawaf wada' sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke daerah asal.&lt;/p&gt;    &lt;h2&gt;Umrah&lt;/h2&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;Umrah&lt;/em&gt; artinya berkunjung atau berziarah. Setiap orang yang melakukan ibadah haji wajib melakukan umrah, yaitu perbuatan ibadah yang merupakan kesatuan dari ibadah haji. Pelaksanaan umrah ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat &lt;i&gt;Al-Baqarah&lt;/i&gt;: 196 yang artinya "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah..."&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Mengenai hukum umrah, ada beberapa perbedaan pendapat. Menurut &lt;em&gt;Imam Syafi'i&lt;/em&gt; hukumnya wajib. Menurut &lt;em&gt;Mazhab Maliki&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Mazhab Hanafi&lt;/em&gt; hukumnya sunah mu'akkad (sunah yang dipentingkan).   &lt;br /&gt;Umrah diwajibkan bagi setiap muslim hanya 1 kali saja, tetapi banyak melakukan umrah juga disukai, terlebih jika dilakukan di bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya "Umrah di dalam bulan Ramadhan itu sama dengan melakukan haji sekali".&lt;/p&gt;      &lt;h3&gt;Pelaksanaan umrah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Tata cara pelaksanaan ibadah umrah adalah: mandi, berwudhu, memakai pakaian ihram di mîqât, shalat sunah ihram 2 rakaat, niat umrah dan membaca &lt;em&gt;Labbaik Allâhumma 'umrat(an)&lt;/em&gt; (Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk umrah), membaca talbiah serta doa, memasuki Masjidil Haram, tawaf, sa'i, dan tahalul.&lt;/p&gt;      &lt;h3&gt;Syarat, Rukun, dan Wajib Umrah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Syarat untuk melakukan umrah adalah sama dengan syarat dalam melakukan ibadah haji. Adapun rukun umrah adalah:&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ihram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tawaf&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sa'i&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencukur rambut kepala atau memotongnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tertib, dilaksanakan secara berurutan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p&gt;Sementara itu wajib umrah hanya satu, yaitu ihram dari mîqât.&lt;/p&gt;    &lt;h2&gt;Larangan dalam Haji dan Umrah&lt;/h2&gt;   &lt;p&gt;Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sudah memakai pakaian ihram dan sudah berniat melakukan ibadah haji/umrah adalah:&lt;/p&gt;    &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melakukan hubungan seksual atau apa pun yang dapat mengarah pada perbuatan hubungan seksual&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan perbuatan tercela dan maksiat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertengkar dengan orang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakai pakaian yang berjahit (bagi laki-laki)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakai wangi-wangian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakai &lt;em&gt;khuff&lt;/em&gt; (kaus kaki atau sepatu yang menutup mata kaki)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan akad nikah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memotong kuku&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencukur atau mencabut rambut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakai pakaian yang dicelup yang mempunyai bau harum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membunuh binatang buruan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakan daging binatang buruan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;h2&gt;Macam-macam Haji&lt;/h2&gt;   &lt;h3&gt;1. Haji ifrâd&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;Haji ifrâd&lt;/em&gt; yaitu membedakan ibadah haji dengan umrah. Ibadah haji dan umrah masing-masing dikerjakan tersendiri. Pelaksanaannya, ibadah haji dilakukan terlebih dulu, setelah selesai baru melakukan umrah. Semuanya dilakukan masih dalam bulan haji.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Cara pelaksanaannya adalah:    &lt;br /&gt;a. ihram dari mîqât dengan niat untuk haji    &lt;br /&gt;b. ihram dari mîqât dengan niat untuk umrah&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;2. Haji tamattu'&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;Haji tamattu'&lt;/em&gt; adalah melakukan umrah terlebih dulu pada bulan haji, setelah selesai baru melakukan haji.   &lt;br /&gt;Orang yang melakukan haji tamattu' wajib membayar &lt;em&gt;hadyu&lt;/em&gt; (denda), yaitu dengan menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu dapat diganti dengan berpuasa selama 10 hari, yaitu 3 hari selagi masih berada di tanah suci, dan 7 hari setelah kembali di tanah air.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Cara pelaksanaannya adalah:   &lt;br /&gt;a. ihram dari mîqât dengan niat untuk umrah   &lt;br /&gt;b. melaksanakan haji setelah selesai melaksanakan semua amalan umrah&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;3. Haji qirân&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;Haji qirân&lt;/em&gt; adalah melaksanakan ibadah haji dan umrah secara bersama-sama. Dengan demikian segala amalan umrah sudah tercakup dalam amalan haji.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Cara pelaksanaannya adalah:   &lt;br /&gt;a. ihram dari mîqât dengan niat untuk haji dan umrah sekaligus   &lt;br /&gt;b. melakukan seluruh amalan haji&lt;/p&gt;    &lt;h2&gt;Amalan-Amalan Haji dan Umrah&lt;/h2&gt;   &lt;h3&gt;1. Mîqât&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Mîqât adalah batas waktu dan tempat melakukan ibadah haji dan umrah. Mîqât terdiri atas &lt;em&gt;mîqât zamânî&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;mîqât makânî&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Mîqât zamânî adalah &lt;i&gt;kapan&lt;/i&gt; ibadah haji sudah boleh dilaksanakan.   &lt;br /&gt;Berdasarkan kesepakatan para ulama yang bersumber dari sunah Rasulullah SAW, mîqât zamânî jatuh pada bulan Syawal, Zulkaidah, sampai dengan tanggal 10 Zulhijah.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Mîqât makânî adalah &lt;i&gt;dari tempat mana&lt;/i&gt; ibadah haji sudah boleh dilaksanakan.   &lt;br /&gt;Tempat-tempat untuk mîqât makânî adalah:&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Zulhulaifah&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Bir-Ali&lt;/em&gt; (450 km dari Mekah) bagi orang yang datang dari arah Madinah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Juhfah&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Rabiq&lt;/em&gt; (204 km dari Mekah) bagi orang yang datang dari arah Suriah, Mesir, dan wilayah-wilayah Maghrib&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Yalamlan&lt;/em&gt; (sebuah gunung yang letaknya 94 km di selatan Mekah) bagi orang yang datang dari arah Yaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Qarnul Manazir&lt;/em&gt; (94 km di timur Mekah) bagi orang yang datang dari arah Nejd&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Zatu Irqin&lt;/em&gt;  (94 km sebelah timur Mekah) bagi orang yang datang dari arah Irak&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;h3&gt;2. Ihram&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Ihram ialah niat melaksanakan ibadah haji atau umrah dan memakai pakaian ihram.   &lt;br /&gt;Bagi laki-laki, pakaian ihram adalah dua helai pakaian tak berjahit untuk menutup badan bagian atas dan sehelai lagi untuk menutup badan bagian bawah. Kepala tidak ditutup dan memakai alas kaki yang tidak menutup mata kaki.&lt;br /&gt;Bagi wanita, pakaian ihram adalah kain berjahit yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Sunah ihram adalah memotong kuku, kumis, rambut ketiak, rambut kemaluan, dan mandi. Kemudian melakukan shalat sunah ihram 2 rakaat (sebelum ihram), membaca talbiah, shalawat, dan istighfar (sesudah ihram dimulai).&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;3. Tawaf&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Tawaf adalah mengelilingi &lt;em&gt;Ka'bah&lt;/em&gt; sebanyak 7 kali, dimulai dari arah yang sejajar dengan Hajar Aswad dan Ka'bah selalu ada di sebelah kiri (berputar berlawanan arah jarum jam).&lt;br /&gt;Syarat tawaf adalah:&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Suci dari hadas besar, hadas kecil, dan najis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menutup aurat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan 7 kali putaran berturut-turut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mulai dan mengakhiri tawaf di tempat yang sejajar dengan Hajar Aswad&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ka'bah selalu berada di sisi kiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertawaf di luar Ka'bah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   Sedangkan sunah tawaf adalah:   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menghadap Hajar Aswad ketika memulai tawaf&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berjalan kaki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;al-idtibâ&lt;/em&gt;, yaitu meletakkan pertengahan kain ihram di bawah ketiak tangan kanan dan kedua ujungnya di atas bahu kiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyentuh Hajar Aswad atau memberi isyarat ketika mulai tawaf&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Niat.    &lt;br /&gt;Niat untuk tawaf yang terkandung dalam ibadah haji hukumnya tidak wajib karena niatnya sudah terkandung dalam niat ihram haji, tetapi kalau tawaf itu bukan dalam ibadah haji, maka hukum niat tawaf menjadi wajib, seperti dalam tawaf wada' dan tawaf nazar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencapai &lt;em&gt;rukun yamanî&lt;/em&gt; (pada putaran ke-7) dan mencium atau menyentuh Hajar Aswad&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperbanyak doa dan zikir selama dalam tawaf&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tertib, dilaksanakan secara berurutan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;p&gt;Macam-macam tawaf adalah:&lt;/p&gt;   &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Tawaf ifâdah&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Tawaf sebagai rukun haji yang apabila ditinggalkan maka hajinya menjadi tidak sah.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Tawaf ziyârah&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Tawaf kunjungan, sering juga disebut &lt;em&gt;tawaf qudûm&lt;/em&gt;, yaitu tawaf yang dilakukan setibanya di kota Mekah.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Tawaf sunah&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Tawaf yang dapat dilakukan kapan saja.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Tawaf wada'&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Tawaf perpisahan, yaitu tawaf yang dilakukan sebelum meninggalkan Mekah setelah selesai melakukan seluruh rangkaian ibadah haji.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;    &lt;h3&gt;4. Sa'i&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Sa'i adalah berjalan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa sebanyak 7 kali.   &lt;br /&gt;Syarat sa'i adalah:&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Seluruh perjalanan sa'i dilakukan secara lengkap, tidak boleh ada jarak yang tersisa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilakukan sesudah tawaf&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dilakukan sebanyak 7 kali perjalanan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      Sedangkan sunah dalam sa'i adalah:   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berdoa di antara Shafa dan Marwa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam keadaan suci dan menutup aurat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlari kecil antara 2 tonggak hijau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berdesakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berjalan kaki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dikerjakan secara berturut-turut&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;h3&gt;5. Wukuf di Arafah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Wukud di Arafah adalah berdiam diri di padang Arafah sejak matahari tergelincir pada tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah (hari nahar), baik dalam keadaan suci maupun tidak suci.&lt;br /&gt;Haji tanpa wukuf tidak sah dan harus diulang lagi pada tahun berikutnya. Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;Haji itu 'arafah, siapa yang datang pada malam mabît di Muzdalifah sebelum fajar menyingsing, ia sudah mendapatkan haji.&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Ketika melakukan wukuf, disunahkan untuk tidak berpuasa, menghadap kiblat, berzikir, membaca istighfar, dan berdoa. Menurut riwayat Imam Ahmad, doa Nabi SAW ketika di hari arafah adalah:&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;Tiada Tuhan kecuali Allah, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya seluruh kerajaan, bagi-Nya pula segala pujian, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Ia Maha Kuasa atas segalanya.&lt;/blockquote&gt;    &lt;h3&gt;6. Melontar Jumrah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Melontar jumrah ialah melempar batu kerikil ke arah 3 buah tonggak, yaitu ûlâ, wustâ, dan &lt;em&gt;ukhrâ&lt;/em&gt;, masing-masing 7 kali lemparan. Hari melontar jumrah dimulai pada tanggal 10 Zulhijah, ke arah jumrah 'aqabah atau jumrah &lt;em&gt;kubra&lt;/em&gt;, dan 2 atau 3 hari dari hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah) ke arah 3 jumrah yang telah disebutkan di atas.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Waktu melontar jumrah disunahkan sesudah matahari terbit. Bagi orang yang lemah atau berhalangan boleh melakukannya pada malam hari.&lt;br /&gt;Adapun melontar jumrah pada 3 hari yang lain, hendaknya dimulai pada waktu matahari sudah mulai turun ke barat sampai saat matahari terbenam.&lt;br /&gt;Ketika melontar jumrah disunahkan:&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berdiri dengan posisi Mekah ada di sebelah kiri dan Mina di sebelah kanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengangkat tangan tinggi-tinggi bagi laki-laki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca takbir ketika melempar batu yang pertama&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;p&gt;Bagi orang yang berhalangan menyelesaikan haji dengan tidak melakukan wukuf di Arafah, tawaf, ataupun sa'i, apa pun penyebabnya, menurut pendapat jumhur ulama orang tsb wajib menyembelih seekor kambing, sapi, atau unta di tempat ia bertahalul.&lt;br /&gt;Apabila ibadahnya itu ibadah wajib, ia harus meng-&lt;em&gt;qadha&lt;/em&gt; pada tahun berikutnya, tetapi bila bukan ibadah wajib, ia tidak perlu meng-qadha.&lt;/p&gt;    &lt;h2&gt;Haji Akbar dan Haji Mabrur&lt;/h2&gt;   &lt;h3&gt;Haji akbar (haji besar)&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Istilah &lt;em&gt;haji akbar&lt;/em&gt; disebut dalam firman Allah SWT pada surah &lt;i&gt;At-Taubah&lt;/i&gt;: 3 yang artinya:&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin...&lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Ada beberapa pendapat ulama tentang haji akbar, yaitu haji akbar adalah:&lt;/p&gt;    &lt;ul&gt;&lt;li&gt;haji pada hari wukuf di Arafah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;haji pada hari nahar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;haji yang wukufnya bertepatan dengan hari jum'at&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ibadah haji itu sendiri beserta wukufnya di Arafah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p&gt;Namun pendapat yang paling masyhur adalah pendapat yang menyatakan bahwa haji akbar adalah haji yang wukufnya jatuh pada hari jum'at.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Ada haji besar, ada pula &lt;em&gt;haji asgar&lt;/em&gt; (haji kecil) yang merupakan istilah lain untuk umrah.&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;Haji mabrur&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;Haji mabrur&lt;/em&gt; adalah ibadah haji seseorang yang seluruh rangkaian ibadah hajinya dapat dilaksanakan dengan benar, ikhlas, tidak dicampuri dosa, menggunakan biaya yang halal, dan yang terpenting, setelah ibadah haji menjadi orang yang lebih baik.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Balasan bagi orang yang mendapat haji mabrur adalah surga. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang artinya:&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;Umrah ke satu ke umrah berikutnya adalah penebus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur ganjarannya tiada lain kecuali surga &lt;b&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;    &lt;h2&gt;Dam (Denda)&lt;/h2&gt;   &lt;p&gt;Dam dalam bentuk darah adalah menyembelih binatang sebagai &lt;em&gt;karafat&lt;/em&gt; (tebusan) terhadap beberapa pelanggaran yang dilakukan ketika melakukan ibadah haji atau umrah. Jenis dam adalah:&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dam &lt;em&gt;tartîb&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dam &lt;em&gt;takhyîr&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;taqdîr&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dam tartîb dan &lt;em&gt;ta'dîl&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dam takhyîr dan ta'dîl&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;h3&gt;1. Dam tartîb&lt;/h3&gt;    &lt;p&gt;Dam tartîb yaitu bila binatang yang disembelih adalah kambing, tetapi bila tidak mendapat kambing, harus melaksanakan puasa 3 hari di tanah suci dan 7 hari apabila telah pulang ke kampung halaman.&lt;br /&gt;Orang diwajibkan membayar dam tartîb karena 9 hal, yaitu:&lt;/p&gt;    &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengerjakan haji tammatu'&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengerjakan haji qirân&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak wukuf di Arafah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak melontar jumrah yang ke-3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mabît di Muzdalifah pada malam nahar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mabît di Mina pada malam hari tasyrik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berihram dari mîqât&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak melakukan tawaf wada'&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berjalan kaki bagi yang bernazar untuk mengerjakan haji dengan berjalan kaki&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;     &lt;h3&gt;2. Dam takhyîr dan taqdîr&lt;/h3&gt;    &lt;p&gt;Dam takhyîr dan taqdîr ialah boleh memilih menyembelih seekor kambing, berpuasa, atau bersedekah memberi makan kepada 6 orang miskin sebanyak 3 &lt;em&gt;sa'&lt;/em&gt; (1 sa' = 3,1 liter).    &lt;br /&gt;Dam jenis ini dikenakan untuk satu diantara sebab-sebab berikut:&lt;/p&gt;    &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mencabut 3 helai rambut atau lebih secara berturut-turut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memotong 3 kuku atau lebih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpakaian yang berjahit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menutup kepala&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakai wewangian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan perbuatan yang menjadi pengantar bagi perbuatan seksual&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan hubungan seksual antara tahalul pertama dan tahalul kedua.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;h3&gt;3. Dam tartîb dan ta'dîl&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Dam tartîb dan ta'dîl adalah pertama kali wajib menyembelih unta, apabila tidak mampu boleh menyembelih sapi, apabila tidak mampu juga baru menyembelih kambing 7 ekor.&lt;br /&gt;Apabila tidak mendapat 7 ekor kambing, si pelanggar harus membeli makanan seharga itu dan disedekahkan kepada fakir miskin di tanah suci.&lt;br /&gt;Dam jenis ini dikenakan karena pelanggaran melakukan hubungan seksual.&lt;/p&gt;    &lt;h3&gt;4. Dam takhyîr dan ta'dîl&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Dam takhyîr dan ta'dîl adalah boleh memilih diantara 3 hal yaitu:&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyembelih binatang buruan yang diburu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membeli makanan seharga binatang buruan tsb dan disedekahkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpuasa satu hari untuk setiap 1 &lt;em&gt;mud&lt;/em&gt; (5/6 liter)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   Dam jenis ini dikenakan karena sebab-sebab:   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Merusak, memburu, atau membunuh binatang buruan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memotong pohon-pohon atau mencabut rerumputan di tanah haram.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;h3&gt;Waktu dan tempat penyembelihan dam&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Waktu penyembelihan dam yang disebabkan pelanggaran yang tidak sampai membatalkan atau kehilangan haji harus dilakukan pada waktu si pelanggar melakukan ibadah haji. Tetapi bagi dam yang disebabkan pelanggaran yang berakibat kehilangan haji, pelaksanaannya wajib ditunda sampai pada waktu melakukan ihram ketika meng-qadha haji.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sedangkan tempat penyembelihan dam dan penyaluran dagingnya adalah di tanah haram.   &lt;br /&gt;Bagi orang yang melakukan haji, diutamakan menyembelihnya di Mina, sedangkan bagi orang yang melakukan umrah, menyembelihnya di Marwa.&lt;/p&gt;    &lt;h2&gt;Mewakilkan Haji&lt;/h2&gt;   &lt;p&gt;Perwakilan haji berlaku untuk seseorang yang mampu melakukan haji dari segi biaya, tapi kesehatannya tidak memungkinkan, seperti sakit yang parah atau karena usia tua.&lt;br /&gt;Dalam hal ini wajib orang lain untuk menghajikannya dengan biaya dari orang yang bersangkutan, dengan syarat orang yang menggantikan tsb sudah mengerjakan haji untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Tetapi bila setelah dihajikan orang itu sembuh, menurut Imam Syafi'i, ia tetap wajib melakukan haji.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Perwakilan haji juga dapat dilakukan atas orang yang sudah meninggal, asalkan orang tsb berkewajiban haji, antara lain mempunyai nazar dan belum dapat melaksanakannya. Hal ini didasarkan pada hadist yang meriwayatkan bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi SAW:&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;"Ayah saya sudah meninggal dan ia mempunya kewajiban haji, apakah aku harus menghajikannya?" Nabi SAW menjawab, "Bagaimana pendapatmu apabila ayahmu meninggalkan hutang, apakah engkau wajib membayarnya?" Orang itu menjawab, "Ya". Nabi SAW berkata, "Berhajilah engkau untuk ayahmu".&lt;b&gt;(HR. Ibnu Abbas RA)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-3070931443719377933?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/3070931443719377933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/syarat-rukun-dan-wajib-haji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3070931443719377933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3070931443719377933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/syarat-rukun-dan-wajib-haji.html' title='Syarat, Rukun, dan Wajib Haji'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-4366336734619026801</id><published>2008-10-22T20:28:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T20:47:26.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaikat'/><title type='text'>Malaikat dan Tugas-tugasnya</title><content type='html'>&lt;div class="bodytext"&gt;   &lt;p&gt;Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang bersifat gaib, diciptakan dari &lt;em&gt;nur&lt;/em&gt; (cahaya), selalu taat, tunduk, dan patuh pada Allah SWT, tidak pernah ingkar janji kepada-Nya, dan tidak membutuhkan makan dan minum ataupun tidur.&lt;br /&gt;Mereka tidak mempunyai keinginan apa pun yang bersifat fisik dan juga kebutuhan yang bersifat materiil. Mereka menghabiskan waktu siang dan malam untuk mengabdi kepada Tuhan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Adapun ayat-ayat Al Qur'an yang menyebutkan tentang malaikat antara lain terdapat dalam surat:&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Baqarah&lt;/i&gt;: 177 dan 285&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Ãli-'Imrân&lt;/i&gt;: 39, 42, 124, dan 125&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;An-Nisâ&lt;/i&gt;: 97 dan 172&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Anfâl&lt;/i&gt;: 9 dan 12&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Hijr&lt;/i&gt;: 8&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Anbiyâ&lt;/i&gt;: 19-20&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Ahzâb&lt;/i&gt;: 56&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Asy-Syûrâ&lt;/i&gt;: 5&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;At-Tahrîm&lt;/i&gt;: 4 dan 6&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Al-Ma'ârij&lt;/i&gt;: 4&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;h2&gt;Sifat-sifat Malaikat&lt;/h2&gt;   &lt;p&gt;Dari beberapa keterangan dapat disimpulkan bahwa malaikat adalah makhluk Allah SWT dengan sifat-sifat sebagai berikut:&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Diciptakan dari &lt;i&gt;nur&lt;/i&gt; (cahaya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semuanya taat dan berbakti pada Allah SWT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berjenis lelaki maupun perempuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak membutuhkan makan, minum, maupun sarana-sarana fisik lainnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak akan mati sebelum datangnya hari kiamat. Karena itu jumlahnya tidak dapat bertambah atau berkurang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gaib, tidak dapat dilihat oleh manusia biasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak pernah mengingkari Allah SWT dan berbuat dosa kepada-Nya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hanya mengerjakan apa yang diperintahkan dan tidak ada inisiatif untuk berbuat yang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diciptakan Allah SWT dengan tugas-tugas tertentu&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;h2&gt;Iman Kepada Malaikat&lt;/h2&gt;   &lt;p&gt;Dalam Islam, Iman kepada malaikat adalah salah satu Rukun Iman. Iman kepada malaikat adalah percaya dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa malaikat Allah SWT benar-benar ada. Keberadaan malaikat bersifat gaib, artinya tidak dapat dilihat oleh mata, tetapi keberadaannya dapat diketahui dan dipahami, seperti adanya wahyu yang diterima oleh para nabi dan rasul. Para nabi dan rasul tsb menerima wahyu melalui perantara malaikat Allah SWT.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Iman kepada malaikat adalah Rukun Iman yang ke-2. Rukun Iman yang jumlahnya ada 6 merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan, juga tidak dapat dipilih-pilih. Sehingga tidak disebut orang beriman jika tidak meyakini salah satu dari Rukum Iman tsb. Dalam H.R. Muslim, Rasulullah bersabda:&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;"Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhirat, serta engkau beriman kepada takdir baik maupun buruk." &lt;b&gt;(H.R. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;    &lt;h2&gt;Tugas dan Nama Malaikat&lt;/h2&gt;   &lt;p&gt;Jumlah malaikat sangat banyak, tidak dapat diketahui secara pasti. Namun ada 10 malaikat yang wajib kita imani sebagi seorang Muslim. Kesepuluh malaikat tsb beserta tugasnya adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;   &lt;dl&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;1. Jibril&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Menyampaikan wahyu kepada para rasul dan nabi&lt;/dd&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;2. Mikail&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Membagi rezeki kepada semua makhluk, termasuk memberi makan, minum, dan menurunkan hujan&lt;/dd&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;3. Izrail&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Mencabut roh atau nyawa semua makhluk apabila sudah tiba saatnya.&lt;/dd&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;4. Israfil&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Meniup sangkakala (terompet) jika telah sampai saatnya hari kiamat.&lt;/dd&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;5. Raqib&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Mencatat setiap kebaikan dan amal baik manusia&lt;/dd&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;6. Atid&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Mencatat setiap kejahatan dan amal buruk manusia&lt;/dd&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;7. Munkar dan Nakir&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada orang yang ada dalam kubur&lt;/dd&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;8. Malik&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Menjaga pintu neraka&lt;/dd&gt;&lt;dt style="font-weight: bold;"&gt;9. Ridwan&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Menjaga pintu syurga&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-4366336734619026801?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/4366336734619026801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/malaikat-dan-tugas-tugasnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4366336734619026801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4366336734619026801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/malaikat-dan-tugas-tugasnya.html' title='Malaikat dan Tugas-tugasnya'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-598565607401792506</id><published>2008-10-22T20:26:00.002-07:00</published><updated>2008-10-22T20:28:26.116-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Allah'/><title type='text'>Asmaul husna</title><content type='html'>&lt;div class="bodytext"&gt;    &lt;p&gt;ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan &lt;em&gt;Asmaul Husna&lt;/em&gt;.  &lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. &lt;b&gt;(H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. &lt;b&gt;(QS. Al-Hasyr: 24)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama &lt;em&gt;Al-Hâdi&lt;/em&gt; (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama &lt;em&gt;Ar-Rahmân&lt;/em&gt; (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.  &lt;br /&gt;Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. &lt;b&gt;(QS. Al-A'râf: 180)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;     &lt;table class="grey" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Nama&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Arti&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Antara lain&lt;br /&gt;terdapat dalam&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;1&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;ar-Rahmaan&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemurah&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Faatihah: 3&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;2&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;ar-Rahiim&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pengasih&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Faatihah: 3&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;3&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Malik&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Maha Raja&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Mu'minuun: 11&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;4&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Qudduus&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Maha Suci&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Jumu'ah: 1&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;5&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;as-Salaam&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Maha Sejahtera&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Hasyr: 23&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;6&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mu'min&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Terpercaya&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Hasyr: 23&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;7&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muhaimin&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Memelihara&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Hasyr: 23&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;8&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-'Aziiz&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Perkasa&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Aali 'Imran: 62&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;9&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Jabbaar&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Hasyr: 23&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;10&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mutakabbir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Memiliki Kebesaran&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Hasyr: 23&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;11&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Khaaliq&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pencipta&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ar-Ra'd: 16&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;12&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Baari'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Mengadakan dari Tiada&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Hasyr: 24&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;13&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mushawwir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Membuat Bentuk&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Hasyr: 24&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;14&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Ghaffaar&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pengampun&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Baqarah: 235&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;15&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Qahhaar&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Perkasa&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ar-Ra'd: 16&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;16&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Wahhaab&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemberi&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Aali 'Imran: 8&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;17&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;ar-Razzaq&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemberi Rezki&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Adz-Dzaariyaat: 58&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;18&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Fattaah&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Membuka (Hati)&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Sabaa': 26&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;19&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-'Aliim&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mengetahui&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Baqarah: 29&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;20&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Qaabidh&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pengendali&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Baqarah: 245&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;21&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Baasith&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Melapangkan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ar-Ra'd: 26&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;22&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Khaafidh&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Merendahkan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Hadits at-Tirmizi&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;23&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;ar-Raafi'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Meninggikan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-An'aam: 83&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;24&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mu'izz&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Terhormat&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Aali 'Imran: 26&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;25&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mudzdzill&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Menghinakan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Aali 'Imran: 26&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;26&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;as-Samii'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mendengar&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Israa': 1&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;27&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Bashiir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Melihat&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Hadiid: 4&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;28&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Hakam&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Memutuskan Hukum&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Mu'min: 48&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;29&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-'Adl&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Adil&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-An'aam: 115&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;30&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Lathiif&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Lembut&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Mulk: 14&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;31&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Khabiir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mengetahui&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-An'aam: 18&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;32&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Haliim&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Penyantun&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Baqarah: 235&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;33&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-'Azhiim&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Agung&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Asy-Syuura: 4&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;34&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Ghafuur&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pengampun&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Aali 'Imran: 89&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;35&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;asy-Syakuur&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Menerima Syukur&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Faathir: 30&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;36&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-'Aliyy&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Tinggi&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;An-Nisaa': 34&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;37&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Kabiir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Besar&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ar-Ra'd: 9&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;38&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Hafiizh&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Penjaga&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Huud: 57&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;39&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muqiit&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemelihara&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;An-Nisaa': 85&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;40&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Hasiib&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pembuat Perhitungan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;An-Nisaa': 6&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;41&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Jaliil&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Luhur&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ar-Rahmaan: 27&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;42&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Kariim&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mulia&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;An-Naml: 40&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;43&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;ar-Raqiib&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mengawasi&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Ahzaab: 52&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;44&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mujiib&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mengabulkan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Huud: 61&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;45&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Waasi'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Luas&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Baqarah: 268&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;46&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Hakiim&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Bijaksana&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-An'aam: 18&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;47&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Waduud&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mengasihi&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Buruuj: 14&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;48&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Majiid&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mulia&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Buruuj: 15&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;49&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Baa'its&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Membangkitkan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Yaasiin: 52&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;50&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;asy-Syahiid&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Menyaksikan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Maaidah: 117&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;51&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Haqq&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Benar&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Thaahaa: 114&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;52&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Wakiil&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemelihara&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-An'aam: 102&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;53&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Qawiyy&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Kuat&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Anfaal: 52&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;54&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Matiin&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Kokoh&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Adz-Dzaariyaat: 58&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;55&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Waliyy&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Melindungi&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;An-Nisaa': 45&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;56&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Hamiid&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Terpuji&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;An-Nisaa': 131&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;57&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muhshi&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Menghitung&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Maryam: 94&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;58&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mubdi'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Memulai&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Buruuj: 13&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;59&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mu'id&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mengembalikan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ar-Ruum: 27&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;60&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muhyi&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Menghidupkan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Ar-Ruum: 50&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;61&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mumiit&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mematikan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Mu'min: 68&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;62&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Hayy&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Hidup&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Thaahaa: 111&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;63&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Qayyuum&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mandiri&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Thaahaa: 11&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;64&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Waajid&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Menemukan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Adh-Dhuhaa: 6-8&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;65&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Maajid&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mulia&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Huud: 73&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;66&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Waahid&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Tunggal&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Baqarah: 133&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;67&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Ahad&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Esa&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Ikhlaas: 1&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;68&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;ash-Shamad&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Dibutuhkan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Ikhlaas: 2&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;69&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Qaadir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Kuat&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Baqarah: 20&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;70&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muqtadir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Berkuasa&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Qamar: 42&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;71&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muqqadim&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mendahulukan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Qaaf: 28&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;72&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mu'akhkhir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mengakhirkan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Ibraahiim: 42&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;73&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Awwal&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Permulaan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Hadiid: 3&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;74&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Aakhir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Akhir&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Hadiid: 3&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;75&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;azh-Zhaahir&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Nyata&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Hadiid: 3&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;76&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Baathin&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Gaib&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Hadiid: 3&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;77&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Waalii&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Memerintah&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ar-Ra'd: 11&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;78&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muta'aalii&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Tinggi&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Ar-Ra'd: 9&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;79&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Barr&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Dermawan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ath-Thuur: 28&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;80&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;at-Tawwaab&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Penerima Taubat&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;An-Nisaa': 16&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;81&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muntaqim&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Penyiksa&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;As-Sajdah: 22&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;82&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-'Afuww&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemaaf&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;An-Nisaa': 99&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;83&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;ar-Ra'uuf&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pengasih&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Baqarah: 207&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;84&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Maalik al-Mulk&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Mempunyai Kerajaan&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Aali 'Imran: 26&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;85&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Zuljalaal wa al-'Ikraam&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ar-Rahmaan: 27&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;86&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Muqsith&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Adil&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;An-Nuur: 47&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;87&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Jaami'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pengumpul&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Sabaa': 26&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;88&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Ghaniyy&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Kaya&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Baqarah: 267&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;89&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Mughnii&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mencukupi&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;An-Najm: 48&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;90&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Maani'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mencegah&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Hadits at-Tirmizi&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;91&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;adh-Dhaarr&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemberi Derita&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-An'aam: 17&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;92&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;an-Naafi'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemberi Manfaat&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Fath: 11&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;93&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;an-Nuur&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Bercahaya&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;An-Nuur: 35&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;94&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Haadii&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pemberi Petunjuk&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Hajj: 54&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;95&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Badii'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pencipta&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Baqarah: 117&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;96&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Baaqii&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Kekal&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Thaahaa: 73&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;97&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;al-Waarits&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Mewarisi&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Al-Hijr: 23&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue"&gt;98&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;ar-Rasyiid&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Pandai&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Al-Jin: 10&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white"&gt;99&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;ash-Shabuur&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left" width="260"&gt;Yang Maha Sabar&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Hadits at-Tirmizi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-598565607401792506?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/598565607401792506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/asmaul-husna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/598565607401792506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/598565607401792506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/asmaul-husna.html' title='Asmaul husna'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2307851754983297364</id><published>2008-10-22T20:26:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T20:26:49.911-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Allah'/><title type='text'>Sifat-Sifat Allah</title><content type='html'>&lt;table class="grey" cellspacing="1" width="560"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th colspan="2"&gt;Sifat Wajib&lt;/th&gt;&lt;th colspan="2"&gt;Sifat Mustahil&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;1&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Wujud&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Ada&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Adam&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Tidak ada&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;2&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Qidam&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Dahulu&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Huduus&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Baru&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;3&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Baqa'&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Kekal&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Fana&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Rusak&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;4&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Mukhalafatuhu lil hawadits&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Berbeda dengan ciptaan-Nya&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Mumatsalatuhu lil hawadits&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Sama dengan ciptaan-Nya&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;5&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Qiyamuhu binafsihi&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Berdiri dengan sendirinya&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Ihtiyaju lighairihi&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Membutuhkan yang lain&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;6&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Wahdaniyyah&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Esa atau Tunggal&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Ta'addud&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Berbilang&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;7&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Qudrah&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Berkuasa&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;'Ajzun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Lemah&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;8&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Iradah&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Berkehendak&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Karahah&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Terpaksa&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;9&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Ilmu&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Mengetahui&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Jahlun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Bodoh&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;10&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Hayat&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Hidup&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Mautun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Mati&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;11&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Sam'un&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Mendengar&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Samamum&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Tuli&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;12&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Basar&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Melihat&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Umyun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Buta&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;13&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Kalam&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Berkata&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Bukmun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Bisu&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;14&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Qadirun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Yang Berkuasa&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;'Ajizun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Yang maha lemah&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;15&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Muridun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Yang Berkehendak&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Mukrahun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Yang maha terpaksa&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;16&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;'Alimun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Yang Mengetahui&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Jahilun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Yang maha bodoh&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;17&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Hayyun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Yang Hidup&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Mayyitun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Yang mati&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;18&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Sami'un&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Yang Mendengar&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Ashamma&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Yang maha tuli&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;19&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;Basirun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Yang Melihat&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;&lt;em&gt;A'maa&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="white" align="left"&gt;Yang maha buta&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;20&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Mutakallimun&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Yang Berbicara&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;&lt;em&gt;Abkama&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;    &lt;td class="blue" align="left"&gt;Yang maha bisu&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;div class="bodytext" style="width: 560px; margin-top: 15px;"&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Wujud&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;ada&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;'Adam&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;tidak ada&lt;/i&gt;.    &lt;p&gt;Tidak mudah untuk membuktikan bahwa ALLAH itu ada, kecuali bagi orang-orang yang beriman.    &lt;br /&gt;Memang kita tidak dapat melihat wujud ALLAH secara langsung, tetapi dengan menggunakan akal, kita dapat menyaksikan ciptaan-Nya. Alam semesta ini. Darimana alam semesta ini berasal? Pastilah ada yang menciptakannya. Siapakah Dia yang Maha Agung itu?&lt;br /&gt;Dialah ALLAH SWT (Maha Suci dan Maha Tinggi). Dialah yang mengadakan segala sesuatu dan Dia pulalah yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk diri kita.&lt;/p&gt;     &lt;blockquote&gt;Sesungguhnya Rabb kamu ialah ALLAH yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak ALLAH. Maha suci ALLAH, Rabb semesta alam. &lt;b&gt;(QS. Al-A'râf: 54)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Qidam&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;dahulu&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;awal&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Hudûs&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;baru&lt;/i&gt;.    &lt;p&gt;Maksudnya, adanya ALLAH adalah yang paling awal sebelum adanya alam semesta ini. Adanya ALLAH berbeda dengan adanya alam semesta beserta isinya. Perbedaan tsb terdapat pada kejadian dan prosesnya.&lt;br /&gt;Kita ambil contoh: Adanya hujan didahului oleh terjadinya penguapan air laut.    &lt;br /&gt;Terjadinya pemuaian logam didahului oleh adanya panas.    &lt;br /&gt;Berbeda dengan alam semesta ini, adanya ALLAH tidak didahului oleh sebab-sebab tertentu, karena ALLAH zat yang paling awal. ALLAH adalah pencipta alam semesta, tidak mungkin hasil ciptaan lebih dulu ada dari Sang Penciptanya.&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. &lt;b&gt;(QS. Al-Hadîd: 3)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Baqa'&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;kekal&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Fana&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;rusak&lt;/i&gt;.    &lt;p&gt;Semua makhluk yang ada di alam semesta ini, baik itu manusia, binatang, tumbuhan, planet, bintang, bulan, dll, suatu saat akan mengalami kerusakan dan akhirnya mengalami kehancuran. Manusia, betapa pun gagah perkasa dirinya, suatu saat pasti mati.&lt;br /&gt;Apapun wujudnya, seluruh ciptaan ALLAH di dunia ini akan mengalami kerusakan. Hanya ALLAH SWT, Sang Pencipta, yang tidak akan rusak dan hancur, karena ALLAH bersifat kekal.&lt;/p&gt;       &lt;blockquote&gt;Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. &lt;b&gt;(QS. Ar-Rahmân: 26-27)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;     &lt;p&gt;Sungguh, betapa hina dan lemahnya kita di hadapan ALLAH, betapa tidak patutnya kita berbangga diri dengan kehebatan kita, karena segala kehebatan itu hanyalah sementara. Kelak semua akan berakhir, yang tersisa hanyalah amalan kita. Oleh sebab itu perbanyaklah amal selagi kita masih diberi kelapangan waktu di dunia ini. Dan bertaubatlah dengan kesalahan-kesalahan kita selagi kematian belum menghampiri kita.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Mukhalafatuhu lil hawadits&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;berbeda dengan ciptaannya&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Mumatsalatuhu lil hawadits&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;serupa dengan ciptaannya&lt;/i&gt;.    &lt;p&gt;Sifat ini menjelaskan bahwa ALLAH berbeda dengan hasil ciptaan-Nya.    &lt;br /&gt;Coba kita gunakan analogi, pelukis dengan lukisannya, pembuat patung dengan patung karyanya, apakah ada kesamaan antara pencipta dengan hasil ciptaannya? tentu tidak bukan? Bahkan robot yang paling canggih dan mirip dengan manusia sekalipun tidak akan sama dengan manusia penciptanya.&lt;br /&gt;Begitulah ALLAH, Sang Pencipta, sudah pasti berbeda dengan ciptaan-Nya.&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;... Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. &lt;b&gt;(QS. Asy-Syûra: 11)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Dengan memahami sifat ALLAH ini, semoga kita tidak akan terjebak pada perbuatan takhyul dan syirik, yaitu menyembah selain ALLAH atau menyekutukan ALLAH. Tak ada suatu pun selain ALLAH yang pantas disembah. Menyembah selain ALLAH adalah perbuatan yang hina dan merendahkan martabat manusia sendiri.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Qiyamuhu binafsihi&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;berdiri sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Ihtiyaju lighairihi&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;berdiri dengan bantuan yang lain&lt;/i&gt;.   &lt;p&gt;Keberadaan makhluk ALLAH, tidak lepas dari bantuan yang lain. Manusia lahir karena ada kedua orangtuanya, tumbuh dan berkembang karena dipelihara dan dirawat oleh orangtuanya. Bahkan setelah besar pun, manusia tetap tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;ALLAH, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. &lt;b&gt;(QS. Ali-Imran: 2)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Sadarlah kita, bahwa ternyata kita ini makhluk yang sangat lemah, karena tidak mampu hidup tanpa bantuan orang lain. Semoga kita pun menyadari pentingnya berbuat kebajikan dengan sesama. Karena itu sungguh tepat jika ALLAH memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwa.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH amat berat siksa-Nya. &lt;b&gt;(QS. Al-Mâidah: 2)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Wahdaniyyah&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;esa&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;tunggal&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Ta'addud&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;berbilang&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;lebih dari satu&lt;/i&gt;.    &lt;p&gt;Keesaan ALLAH itu mutlak. Artinya keesaan ALLAH meliputi zat, sifat, maupun perbuatan-Nya.   &lt;br /&gt;Meyakini keesaan ALLAH, merupakan hal yang sangat prinsipil, sehingga seseorang dianggap muslim atau tidak, tergantung pada pengakuan tentang keesaan ALLAH. Ini bisa kita lihat bahwa untuk menjadi seorang muslim, seseorang harus bersaksi terhadap keesaan ALLAH, yaitu dengan membaca &lt;em&gt;syahadat tauhid&lt;/em&gt; yang berbunyi &lt;i&gt;Aku bersaksi tiada Tuhan selain ALLAH&lt;/i&gt;. Meyakini keesaan ALLAH juga merupakan inti ajaran para nabi, sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Mustahil ALLAH lebih dari satu. Apabila itu terjadi, tentulah tidak akan tercipta alam semesta yang teratur ini. Keteraturan alam semesta telah membuktikan pada kita bahwa ALLAH itu Tunggal.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain ALLAH, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci ALLAH yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. &lt;b&gt;(QS. Al-Anbiyâ: 22)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Dengan menghayati sifat &lt;i&gt;wahdaniyyah&lt;/i&gt; ini, kita akan terhindar dari berbagai paham ketuhanan. Ada 2 macam paham ketuhanan, yaitu &lt;i&gt;monoteisme&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;politeisme&lt;/i&gt;. Monoteisme menyatakan bahwa Tuhan adalah satu, sedang politeisme menyatakan bahwa tuhan lebih dari satu. Agama-agama yang memiliki kepercayaan banyak dewa dan dewi yang mengatur alam semesta ini, adalah salah satu contoh paham politeisme.&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang mengakui paham monoteisme secara mutlak. Tuhan dalam Islam hanyalah ALLAH, Pencipta dan Pengatur Alam Raya beserta isinya.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Qudrah&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;berkuasa&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;'Ajzun&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;lemah&lt;/i&gt;.   &lt;p&gt;Kekuasaan ALLAH adalah kekuasaan yang sempurna, karena kekuasaan ALLAH tidak terbatas. Hal ini tentu berbeda dengan manusia yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan. Bagi ALLAH, jika ALLAH telah berkehendak melakukan atau tidak melakukan sesuatu, maka tidak ada suatu pun yang dapat menghalangi-Nya.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;... Sesungguhnya ALLAH berkuasa atas segala sesuatu. &lt;b&gt;(QS. Al-Baqarah: 20)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Sungguh tidak patut kita sebagai manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki, karena sebesar apa pun kekuasaan kita, kekuasaan ALLAH pasti lebih besar, dan yang Terbesar. Jika ALLAH berkehendak, Dia dapat menghilangkan kekuasaan kita dalam sekejap, dan kita tak akan berdaya untuk mempertahankannya.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Iradah&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;berkehendak&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Karahah&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;terpaksa&lt;/i&gt;.   &lt;p&gt;ALLAH memiliki sifat selalu berkehendak. Kehendak ALLAH sesuai kemauan ALLAH sendiri, tak ada rasa terpaksa atau dipaksa oleh pihak lain. Kehendak ALLAH juga tidak dipengaruhi oleh pihak lain. Kehendak ALLAH tidak terbatas, karena Ia dapat melakukan apa saja tanpa ada kuasa lain yang dapat mencegah-Nya.&lt;br /&gt;Manusia juga berkehendak, tapi kehendak manusia adalah terbatas pada kemampuannya sendiri.&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Manusia boleh berkehendak, namun ALLAH jualah yang menentukan hasilnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maksud hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di atas langit masih ada langit.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;      &lt;p&gt;Ungkapan-ungkapan di atas menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedang ALLAH memiliki segala kehendak yang tidak terbatas. Meskipun demikian, ALLAH memberi kebebasan pada manusia untuk berusaha dan berkehendak, namun semua terpulang pada kehendak ALLAH dan kita harus berserah diri menerima apapun hasilnya.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ilmu&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;mengetahui&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Jahlun&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;bodoh&lt;/i&gt;.   &lt;p&gt;Segala yang ada di alam raya ini, baik yang besar maupun yang kecil, yang terlihat maupun yang tersembunyi, tidak ada yang luput dari pengetahuan ALLAH. ALLAH Maha Luas ilmunya, begitu luasnya ilmu ALLAH sehingga jika seluruh air di lautan ini dijadikan tinta dan seluruh pohon dijadikan alat tulisnya, tak akan mampu menuliskan ilmu ALLAH.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini. Kita takjub akan indahnya karya dan canggihnya teknologi yang diciptakan manusia.&lt;br /&gt;Sadarkah kita, bahwa ilmu yang kita saksikan itu hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan ALLAH pada otak kita?&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sungguh, ilmu ALLAH jauh melampaui semua itu, begitu tingginya ilmu ALLAH sehingga terkadang kita tak mampu untuk mengikuti dan memahaminya.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;Katakanlah (kepada mereka): Apakah kamu akan memberitahukan kepada ALLAH tentang agamamu (keyakinanmu), padahal ALLAH mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu. &lt;b&gt;(QS. Al-Hujurât: 16)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Semoga dengan memahami sifat &lt;i&gt;ilmu&lt;/i&gt; ini, kita sebagai hamba akan terdorong untuk terus menimba ilmu, selagi kita hidup, karena kita sadar bahwa sebanyak apapun ilmu yang telah kita ketahui, masih lebih banyak lagi ilmu yang belum kita diketahui. Semakin banyak ilmu kita, mudah-mudahan juga menambah rasa kagum dan syukur kita kepada ALLAH. Betapa hebatnya Ia, betapa tinggi ilmu-Nya, dan betapa kepandaian kita ini belum apa-apa dibandingkan dengan kepandaian ALLAH.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Hayat&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;hidup&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Mautun&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;mati&lt;/i&gt;.   &lt;p&gt;Hidupnya ALLAH berbeda dengan hidupnya manusia. Perbedaan itu antara lain dapat kita lihat bahwa ALLAH hidup tanpa ada yang menghidupkan. Manusia dan makhluk hidup lain hidup karena dihidupkan oleh ALLAH SWT.&lt;br /&gt;ALLAH hidup tidak bergantung dengan yang lain, sedang manusia hidupnya sangat bergantung dengan yang lain.   &lt;br /&gt;ALLAH hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian, bahkan mengantuk pun tidak. Manusia suatu saat pasti akan mengalami mati.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;ALLAH tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur... &lt;b&gt;Al-Baqarah: 255&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;ALLAH Maha Hidup, tidak mengantuk, tidak tidur, apalagi mati. Dan selama itu pula ALLAH selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Oleh sebab itu hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan, karena gerak-gerik kita selalu diawasi dan dicatat oleh ALLAH, tak ada yang terlewatkan. Kelak di akhirat seluruh amalan tsb harus kita pertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Sam'un&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;mendengar&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Samamum&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;tuli&lt;/i&gt;.    &lt;p&gt;ALLAH Maha Mendengar. Pendengaran ALLAH tidak terbatas dan tidak terhalang oleh jarak, ruang, dan waktu. Selemah apa pun suara, ALLAH mendengarnya. Berbeda dengan manusia, pendengarannya sangat terbatas. Meski saat ini teknologi manusia sudah maju, untuk mendengar suara jarak jauh sudah bisa diatasi dengan media elektronik, namun jangkauannya tetap masih terbatas. Suara bisikan, suara yang terhalang oleh benda-benda tertentu, tetap tidak bisa kita dengarkan. Pendengaran manusia juga mengalami penurunan seiring dengan semakin tuanya kita.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Tapi pendengaran ALLAH tidak demikian. ALLAH bisa mendengar suara yang sehalus apapun tanpa memerlukan alat bantu apapun. Pendengaran ALLAH tidak akan melemah sampai kapanpun.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;...Dan ALLAH-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. &lt;b&gt;(QS. Al-Mâidah: 76)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Dengan menyadari sifat &lt;i&gt;sam'un&lt;/i&gt; ALLAH ini, semestinyalah kita senantiasa bertingkah laku, bersikap, berbicara, dan berpikir dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik lagi bermanfaat. Karena ALLAH selalu mendengar segala perkataan manusia, baik yang terucap maupun hanya sekedar bisikan di dalam hati.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Basar&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;melihat&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;'Ama&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;buta&lt;/i&gt;.   &lt;p&gt;Mustahil ALLAH buta, karena ALLAH Maha sempurna, termasuk sempurna penglihatan-Nya. Penglihatan ALLAH bersifat mutlak, tidak terhalang oleh apa pun. ALLAH melihat segala sesuatu, baik yang besar dan kecil, yang nampak dan tersembunyi. Penglihatan ALLAH bersifat terus-menerus, ALLAH tidak pernah lalai walau sedetik pun dari melihat segala perbuatan kita.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;Sesungguhnya ALLAH mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. &lt;b&gt;(QS. Al-Hujurât: 18)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Dengan memahami sifat &lt;i&gt;basar&lt;/i&gt; ALLAH ini, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat. Kita sadar bahwa kita tidak bisa membohongi atau menyembunyikan kebohongan apa pun di hadapan ALLAH. Kepada manusia kita bisa berbohong, tapi tidak terhadap ALLAH, karena ALLAH melihat segala perbuatan kita.&lt;br /&gt;Kelak di kemudian hari akan ditampakkan segala perbuatan dan kebohongan yang kita sembunyikan. Oleh sebab itu berbuat baiklah selalu, supaya kita tidak perlu merasa takut dan cemas jika suatu saat seluruh perbuatan kita akan disaksikan dan dimintakan pertanggujawabannya.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Kalam&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;berkata&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;berfirman&lt;/i&gt;. Sifat mustahilnya &lt;em&gt;Bukmum&lt;/em&gt;, artinya &lt;i&gt;bisu&lt;/i&gt;.      &lt;p&gt;Bukti ALLAH bersifat &lt;i&gt;kalam&lt;/i&gt; dapat kita lihat dari kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya.   &lt;br /&gt;Al-Quran yang sering kita baca dan kita lafadzkan setiap hari, adalah firman ALLAH yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;...Dan ALLAH telah berbicara kepada Musa dengan langsung. &lt;b&gt;(QS. An-Nisâ: 164)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Adanya firman ALLAH menjadi bukti bagi kita bahwa ALLAH memperhatikan kita sebagai hamba-Nya. Dengan perantara nabi dan rasul, ALLAH membimbing manusia untuk melakukan amal saleh sesuai yang diajarkan dalam kitab ALLAH.&lt;br /&gt;Dari firman ALLAH juga, kita dapat mengetahui sejarah dan kisah umat-umat terdahulu, sehingga kita dapat mengambil hikmah, mengikuti yang &lt;i&gt;haq&lt;/i&gt; dan meninggalkan yang &lt;i&gt;bathil&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2307851754983297364?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2307851754983297364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/sifat-sifat-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2307851754983297364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2307851754983297364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/sifat-sifat-allah.html' title='Sifat-Sifat Allah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-4699518990998609143</id><published>2008-10-22T20:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T20:25:52.601-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Allah'/><title type='text'>Mengenal Allah</title><content type='html'>&lt;div class="bodytext"&gt;   &lt;p&gt;Dalam kitab dikatakan, &lt;em&gt;awaluddin makrifatullah&lt;/em&gt; (&lt;i&gt;awal-awal agama ialah mengenal ALLAH&lt;/i&gt;). Apabila seseorang itu tidak mengenal ALLAH, segala amal baktinya tidak akan sampai kepada ALLAH SWT. Sedangkan, segala perintah suruh yang kita buat, baik yang berbentuk &lt;i&gt;fardhu&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;sunat&lt;/i&gt;, dan segala perintah larang yang kita jauhi, baik yang berbentuk &lt;i&gt;haram&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;makruh&lt;/i&gt;, merupakan &lt;i&gt;persembahan&lt;/i&gt; yang hendak kita berikan kepada ALLAH SWT.   &lt;br /&gt;Kalau kita tidak kenal ALLAH SWT, maka segala &lt;i&gt;persembahan&lt;/i&gt; itu tidak akan sampai kepada-Nya. Ini berarti, sia-sialah segala amalan yang kita perbuat.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Bila seseorang itu sudah kenal ALLAH, barulah apabila dia berpuasa, puasanya sampai kepada ALLAH. Apabila dia sholat, sholatnya sampai kepada ALLAH. Apabila dia berzakat, zakatnya sampai kepada ALLAH. Apabila dia menunaikan haji, hajinya sampai kepada ALLAH SWT. Apabila dia berjuang, berjihad, bersedekah dan berkorban, serta membuat segala amal bakti, semuanya akan sampai kepada ALLAH SWT.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kerana itulah, &lt;em&gt;makrifatullah&lt;/em&gt; (&lt;i&gt;mengenal ALLAH&lt;/i&gt;) ini amat penting bagi kita. Jika kita tidak kenal ALLAH, kita bimbang segala amal ibadah kita tidak akan sampai kepada-Nya, ia menjadi sia-sia belaka. Boleh jadi kita malah hanya akan tertipu oleh syaitan saja. Kita mengira amalan yang kita perbuat sudah kita persembahkan pada ALLAH, padahal itu adalah jebakan syaitan. Ini karena kita tidak mengenal ALLAH, sehingga kita tidak mampu membedakan &lt;em&gt;ilah&lt;/em&gt; (&lt;i&gt;tuhan&lt;/i&gt;) yang kita ikuti, apakah itu ALLAH, atau syaitan yang menipu daya.   &lt;br /&gt;Sebab itulah mengenal ALLAH itu hukumnya &lt;em&gt;fardhu 'ain&lt;/em&gt; bagi tiap-tiap mukmin.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Mengenal ALLAH dapat kita lakukan dengan cara memahami sifat-sifat-Nya. Kita tidak dapat mengenal ALLAH melalui zat-Nya, karena membayangkan zat ALLAH itu adalah suatu perkara yang sudah di luar batas kesanggupan akal kita sebagai makhluk ALLAH. Kita hanya dapat mengenal ALLAH melalui sifat-sifat-Nya.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Untuk memahami sifat-sifat ALLAH itu, kita memerlukan &lt;em&gt;dalil aqli&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;dalil naqli&lt;/em&gt;.   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalil aqli&lt;/b&gt; adalah dalil yang bersumber dari &lt;b&gt;akal&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;aqli&lt;/i&gt; dalam bahasa Arab = akal).   &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalil naqli&lt;/b&gt; adalah dalil yang bersumber dari &lt;b&gt;Al-Qur'an&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;As-Sunnah&lt;/b&gt;.   &lt;br /&gt;Melalui &lt;i&gt;dalil aqli&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;dalil naqli&lt;/i&gt; ini sajalah kita dapat mengenal ALLAH. Tanpa dalil-dalil itu, kita tidak dapat mengetahui sifat-sifat ALLAH, dan kalau kita tidak mengetahui sifat-sifat ALLAH, berarti kita pun tidak mengenal ALLAH.&lt;/p&gt;      &lt;h2&gt;Sifat-sifat ALLAH&lt;/h2&gt;   &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Sifat-sifat Wajib&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Sifat kesempurnaan yang pasti dimiliki oleh ALLAH SWT, jumlahnya 20.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Sifat-sifat Mustahil&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Sifat yang mustahil dimiliki ALLAH SWT, jumlahnya juga 20.&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;Sifat Jaiz / Mubah&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Sifat yang bebas bagi ALLAH, jumlahnya hanya satu, yaitu &lt;i&gt;ALLAH SWT berkehendak sesuatu atau tidak berkehendak.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-4699518990998609143?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/4699518990998609143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/mengenal-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4699518990998609143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/4699518990998609143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/mengenal-allah.html' title='Mengenal Allah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-9023013314172756399</id><published>2008-10-22T20:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T20:03:02.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Kelahiran Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW adalah anggota &lt;em&gt;Bani Hasyim&lt;/em&gt;, sebuah kabilah yang paling mulia dalam suku &lt;em&gt;Quraisy&lt;/em&gt; yang mendominasi masyarakat Arab. Ayahnya bernama &lt;em&gt;Abdullah Muttalib&lt;/em&gt;, seorang kepala suku Quraisy yang besar pengaruhnya. Ibunya bernama &lt;em&gt;Aminah binti Wahab&lt;/em&gt; dari &lt;em&gt;Bani Zuhrah&lt;/em&gt;. Baik dari garis ayah maupun garis ibu, silsilah Nabi Muhammad SAW sampai kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dikenal dengan nama &lt;em&gt;Tahun Gajah&lt;/em&gt;, karena pada tahun itu terjadi peristiwa besar, yaitu datangnya pasukan gajah menyerbu Mekah dengan tujuan menghancurkan Ka'bah. Pasukan itu dipimpin oleh &lt;em&gt;Abrahah&lt;/em&gt;, gubernur Kerajaan &lt;em&gt;Habsyi&lt;/em&gt; di Yaman. Abrahah ingin mengambil alih kota Mekah dan Ka'bahnya sebagai pusat perekonomian dan peribadatan bangsa Arab. Ini sejalan dengan keingin Kaisar &lt;em&gt;Negus&lt;/em&gt; dari Ethiopia untuk menguasai seluruh tanah Arab, yang bersama-sama dengan Kaisar &lt;em&gt;Byzantium&lt;/em&gt; menghadapi musuh dari timur, yaitu Persia (Irak).&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Dalam penyerangan Ka'bah itu, tentara Abrahah hancur karena terserang penyakit yang mematikan yang dibawa oleh burung &lt;em&gt;Ababil&lt;/em&gt; yang melempari tentara gajah. Abrahah sendiri lari kembali ke Yaman dan tak lama kemudian meninggal dunia.   &lt;br /&gt;Peristiwa ini dikisahkan dalam Al-Qur'an surat &lt;i&gt;Al-Fîl&lt;/i&gt;: 1-5.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Beberapa bulan setelah penyerbuan tentara gajah, Aminah melahirkan seorang bayi laki-laki, yang diberi nama Muhammad. Ia lahir pada malam menjelang dini hari Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 570 M. Saat itu ayah Muhammad, Abdullah, telah meninggal dunia.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Nama Muhammad diberikan oleh kakeknya, &lt;em&gt;Abdul Muttalib&lt;/em&gt;. Nama itu sedikit ganjil di kalangan orang-orang Quraisy, karenanya mereka berkata kepada Abdul Muttalib, "Sungguh di luar kebiasaan, keluarga Tuan begitu besar, tetapi tak satu pun yang bernama demikian." Abdul Muttalib menjawab, "Saya mengerti. Dia memang berbeda dari yang lain. Dengam nama ini saya ingin agar seluruh dunia memujinya."&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-9023013314172756399?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/9023013314172756399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/kelahiran-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/9023013314172756399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/9023013314172756399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/kelahiran-nabi-muhammad-saw.html' title='Kelahiran Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2734090827707668352</id><published>2008-10-22T20:00:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T20:02:14.411-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Masa pengasuhan Haliman binti Abi Du'aib as-Sa'diyah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Adalah suatu kebiasaan di Mekah, anak yang baru lahir diasuh dan disusui oleh wanita desa dengan maksud supaya ia bisa tumbuh dalam pergaulan masyarakat yang baik dan udara yang lebih bersih. Saat Muhammad lahir, ibu-ibu dari desa &lt;em&gt;Sa'ad&lt;/em&gt; datang ke Mekah menghubungi keluarga-keluarga yang ingin menyusui anaknya. Desa Sa'ad terletak kira-kira 60 km dari Mekah, dekat kota &lt;em&gt;Ta'if&lt;/em&gt;, suatu wilayah pegunungan yang sangat baik udaranya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;di antara ibu-ibu tsb terdapat seorang wanita bernama &lt;em&gt;Halimah binti Abu Du'aib as Sa'diyah&lt;/em&gt;. Keluarga Halimah tergolong miskin, karenanya ia sempat ragu untuk mengasuh Muhammad karena keluarga Aminah sendiri juga tidak terlalu kaya. Akan tetapi entah mengapa bayi Muhammad sangat menawan hatinya, sehingga akhirnya Halimah pun mengambil Muhammad SAW sebagai anak asuhnya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ternyata kehadiran Muhammad SAW sangat membawa berkah pada keluarga Halimah. Dikisahkan bahwa kambing peliharaan &lt;em&gt;Haris&lt;/em&gt;, suami Halimah, menjadi gemuk-gemuk dan menghasilkan susu lebih banyak dari biasanya. Rumput tempat menggembala kambing itu juga tumbuh subur. Kehidupan keluarga Halimah yang semula suram berubah menjadi bahagia dan penuh kedamaian. Mereka yakin sekali bahwa bayi dari Mekah yang mereka asuh itulah yang membawa berkah bagi kehidupan mereka.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2734090827707668352?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2734090827707668352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/masa-pengasuhan-haliman-binti-abi-duaib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2734090827707668352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2734090827707668352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/masa-pengasuhan-haliman-binti-abi-duaib.html' title='Masa pengasuhan Haliman binti Abi Du&apos;aib as-Sa&apos;diyah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-6604448986958495873</id><published>2008-10-22T19:59:00.002-07:00</published><updated>2008-10-22T20:00:15.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Tanda-tanda kenabian</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sejak kecil Muhammad SAW telah memperlihatkan keistimewaan yang sangat luar biasa.   &lt;br /&gt;Usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara. Pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing. Saat itulah ia berhenti menyusu dan karenanya harus dikembalikan lagi pada ibunya. Dengan berat hati Halimah terpaksa mengembalikan anak asuhnya yang telah membawa berkah itu, sementara Aminah sangat senang melihat anaknya kembali dalam keadaan sehat dan segar.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Namun tak lama setelah itu Muhammad SAW kembali diasuh oleh Halimah karena terjadi wabah penyakit di kota Mekah. Dalam masa asuhannya kali ini, baik Halimah maupun anak-anaknya sering menemukan keajaiban di sekitar diri Muhammad SAW. Anak-anak Halimah sering mendengar suara yang memberi salam kepada Muhammad SAW, "Assalamu 'Alaika ya Muhammad," padahal mereka tidak melihat ada orang di situ.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, &lt;em&gt;Dimrah&lt;/em&gt;, anak Halimah, berlari-lari sambil menangis dan mengadukan bahwa ada dua orang bertubuh besar-besar dan berpakaian putih menangkap Muhammad SAW. Halimah bergegas menyusul Muhammad SAW. Saat ditanyai, Muhammad SAW menjawab, "Ada 2 malaikat turun dari langit. Mereka memberikan salam kepadaku, membaringkanku, membuka bajuku, membelah dadaku, membasuhnya dengan air yang mereka bawa, lalu menutup kembali dadaku tanpa aku merasa sakit."&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Halimah sangat gembira melihat keajaiban-keajaiban pada diri Muhammad SAW, namun karena kondisi ekonomi keluarganya yang semakin melemah, ia terpaksa mengembalikan Muhammad SAW, yang saat itu berusia 4 tahun, kepada ibu kandungnya di Mekah.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dalam usia 6 tahun, Nabi Muhammad SAW telah menjadi yatim-piatu. Aminah meninggal karena sakit sepulangnya ia mengajak Muhammad SAW berziarah ke makam ayahnya. Setelah kematian Aminah, Abdul Muttalib mengambil alih tanggung jawab merawat Muhammad SAW. Namun kemudian Abdul Muttalib pun meninggal, dan tanggung jawab pemeliharaan Muhammad SAW beralih pada pamannya, &lt;em&gt;Abi Thalib&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ketika berusia 12 tahun, Abi Thalib mengabulkan permintaan Muhammad SAW untuk ikut serta dalam kafilahnya ketika ia memimpin rombongan ke &lt;em&gt;Syam&lt;/em&gt; (Suriah). Usia 12 tahun sebenarnya masih terlalu muda untuk ikut dalam perjalanan seperti itu, namun dalam perjalanan ini kembali terjadi keajaiban yang merupakan tanda-tanda kenabian Muhammad SAW.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Segumpal awan terus menaungi Muhammad SAW sehingga panas terik yang membakar kulit tidak dirasakan olehnya. Awan itu seolah mengikuti gerak kafilah rombongan Muhammad SAW. Bila mereka berhenti, awan itu pun ikut berhenti. Kejadian ini menarik perhatian seorang pendeta Kristen bernama &lt;em&gt;Buhairah&lt;/em&gt; yang memperhatikan dari atas biaranya di &lt;em&gt;Busra&lt;/em&gt;. Ia menguasai betul isi kitab Taurat dan Injil. Hatinya bergetar melihat dalam kafilah itu terdapat seorang anak yang terang benderang sedang mengendarai unta. Anak itulah yang terlindung dari sorotan sinar matahari oleh segumpal awan di atas kepalanya. "Inilah Roh Kebenaran yang dijanjikan itu," pikirnya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pendeta itu pun berjalan menyongsong iring-iringan kafilah itu dan mengundang mereka dalam suatu perjamuan makan. Setelah berbincang-bincang dengan Abi Thalib dan Muhammad SAW sendiri, ia semakin yakin bahwa anak yang bernama Muhammad adalah calon nabi yang ditunjuk oleh Allah SWT. Keyakinan ini dipertegas lagi oleh kenyataan bahwa di belakang bahu Muhammad SAW terdapat sebuah tanda kenabian.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Saat akan berpisah dengan para tamunya, pendeta Buhairah berpesan pada Abi Thalib, "Saya berharap Tuan berhati-hati menjaganya. Saya yakin dialah nabi akhir zaman yang telah ditunggu-tunggu oleh seluruh umat manusia. Usahakan agar hal ini jangan diketahui oleh orang-orang Yahudi. Mereka telah membunuh nabi-nabi sebelumnya. Saya tidak mengada-ada, apa yang saya terangkan itu berdasarkan apa yang saya ketahui dari kitab Taurat dan Injil. Semoga tuan-tuan selamat dalam perjalanan."&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Apa yang dikatakan oleh pendeta Kristen itu membuat Abi Thalib segera mempercepat urusannya di Suriah dan segera pulang ke Mekah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-6604448986958495873?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/6604448986958495873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/tanda-tanda-kenabian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/6604448986958495873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/6604448986958495873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/tanda-tanda-kenabian.html' title='Tanda-tanda kenabian'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8184243630660200796</id><published>2008-10-22T19:59:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:59:26.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Gelar al-Amin</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada usia 20 tahun, Muhammad SAW mendirikan &lt;em&gt;Hilful-Fudûl&lt;/em&gt;, suatu lembaga yang bertujuan membantu orang-orang miskin dan teraniaya. Saat itu di Mekah memang sedang kacau akibat perselisihan yang terjadi antara suku Quraisy dengan suku &lt;em&gt;Hawazin&lt;/em&gt;. Melalui Hilful-Fudûl inilah sifat-sifat kepemimpinan Muhammad SAW mulai tampak. Karena aktivitasnya dalam lembaga ini, disamping ikut membantu pamannya berdagang, namanya semakin terkenal sebagai orang yang terpercaya. Relasi dagangnya semakin meluas karena berita kejujurannya segera tersiar dari mulut ke mulut, sehingga ia mendapat gelar &lt;em&gt;Al-Amîn&lt;/em&gt;, yang artinya orang yang terpercaya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Selain itu ia juga terkenal sebagai orang yang adil dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Suatu ketika bangunan Ka'bah rusak karena banjir. Penduduk Mekah kemudian bergotong-royong memperbaiki Ka'bah. Saat pekerjaan sampai pada pengangkatan dan peletakan Hajar Aswad ke tempatnya semula, terjadi perselisihan. Masing-masing suku ingin mendapat kehormatan untuk melakukan pekerjaan itu. Akhirnya salah satu dari mereka kemudian berkata, "Serahkan putusan ini pada orang yang pertama memasuki pintu Shafa ini."&lt;br /&gt;Mereka semua menunggu, kemudian tampaklah Muhammad SAW muncul dari sana. Semua hadirin berseru, "Itu dia al-Amin, orang yang terpercaya. Kami rela menerima semua keputusannya."&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Setelah mengerti duduk perkaranya, Muhammad SAW lalu membentangkan sorbannya di atas tanah, dan meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengah, lalu meminta semua kepala suku memegang tepi sorban itu dan mengangkatnya secara bersama-sama. Setelah sampai pada ketinggian yang diharapkan, Muhammad SAW meletakkan batu itu pada tempatnya semula. Dengan demikian selesailah perselisihan di antara suku-suku tsb dan mereka pun puas dengan cara penyelesaian yang sangat bijak itu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8184243630660200796?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8184243630660200796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/gelar-al-amin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8184243630660200796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8184243630660200796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/gelar-al-amin.html' title='Gelar al-Amin'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8200071021290056277</id><published>2008-10-22T19:58:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:58:59.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Pernikahan dengan Khadijah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada usia 25 tahun, atas permintaan &lt;em&gt;Khadijah binti Khuwailid&lt;/em&gt;, seorang saudagar kaya raya, Muhammad SAW berangkat ke Suriah membawa barang dagangan saudagar wanita yang telah lama menjanda itu. Ia dibantu oleh &lt;em&gt;Maisaroh&lt;/em&gt;, seorang pembantu lelaki yang telah lama bekerja pada Khadijah. Sejak pertemuan pertama dengan Muhammad SAW, Khadijah telah menaruh simpati melihat penampilan Muhammad SAW yang sopan itu. Kekagumannya semakin bertambah mengetahui hasil penjualan yang dicapai Muhammad SAW di Suriah melebihi perkiraannya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Akhirnya Khadijah mengutus Maisaroh dan teman karibnya, &lt;em&gt;Nufasah&lt;/em&gt; untuk menyampaikan isi hatinya kepada Muhammad SAW. Khadijah yang berusia 40 tahun, melamar Muhammad SAW untuk menjadi suaminya.&lt;br /&gt;Setelah bermusyawarah dengan keluarganya, lamaran itu akhirnya diterima dan dalam waktu dekat segera diadakan upacara pernikahan dengan sederhana. yang hadir dalam acara itu antara lain Abi Thalib, &lt;em&gt;Waraqah bin Nawfal&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Abu Bakar as-Siddiq&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pernikahan bahagia itu dikaruniai 6 orang anak, terdiri dari 2 anak lelaki bernama &lt;em&gt;Al-Qasim&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Abdullah&lt;/em&gt;, dan 4 anak perempuan bernama &lt;em&gt;Zainab&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Ruqayyah&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Ummu Kalsum&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Fatimah&lt;/em&gt;. Kedua anak lelakinya meninggal selagi masih kecil. Nabi Muhammad SAW tidak menikah lagi sampai Khadijah meninggal, saat Muhammad SAW berusia 50 tahun.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dalam kehidupan rumah-tangganya dengan Khadijah, Muhammad SAW tidak pernah menyakiti hati istrinya. Sebaliknya istrinya pun ikhlas menyerahkan segalanya pada suaminya. Kekayaan istrinya digunakan oleh Muhammad SAW untuk membantu orang-orang miskin dan tertindas. Budak-budak yang telah dimiliki Khadijah sebelum pernikahan mereka, semuanya ia bebaskan, salah satunya adalah &lt;em&gt;Zaid bin Haritsah&lt;/em&gt; yang kemudian menjadi anak angkatnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8200071021290056277?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8200071021290056277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/pernikahan-dengan-khadijah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8200071021290056277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8200071021290056277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/pernikahan-dengan-khadijah.html' title='Pernikahan dengan Khadijah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2542662485454225455</id><published>2008-10-22T19:57:00.002-07:00</published><updated>2008-10-22T19:58:27.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Wahyu pertama</title><content type='html'>&lt;p&gt;Menjelang usianya yang ke-40, Nabi Muhammad SAW sering berkhalwat (menyendiri) ke Gua &lt;em&gt;Hira&lt;/em&gt;, sekitar 6 km sebelah timur kota Mekah. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana. Suatu ketika, pada tanggal 17 Ramadhan/6 Agustus 611, ia melihat cahaya terang benderang memenuhi ruangan gua itu. Tiba-tiba Malaikat Jibril muncul di hadapannya sambil berkata, "&lt;i&gt;Iqra'&lt;/i&gt; (bacalah)." Lalu Muhammad SAW menjawab, "&lt;i&gt;Mâ anâ bi qâri'&lt;/i&gt; (saya tidak dapat membaca)." Mendengar jawaban Muhammad SAW, Jibril lalu memeluk tubuh Muhammad SAW dengan sangat erat, lalu melepaskannya dan kembali menyuruh Muhammad SAW membaca. Namun setelah dilakukan sampai 3 kali dan Muhammad SAW tetap memberikan jawaban yang sama, Malaikat Jibril kemudian menyampaikan wahyu Allah SWT pertama, yang artinya:&lt;/p&gt;       &lt;blockquote&gt;Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Menciptakan. Ia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah yang Paling Pemurah. yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." &lt;b&gt;(QS. 96: 1-5)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Saat itu Muhammad SAW berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Dengan turunnya 5 ayat pertama ini, berarti Muhammad SAW telah dipilih oleh Allah SWT sebagai rasul.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tsb, dengan rasa ketakutan dan cemas Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah, "Selimuti aku, selimuti aku." Sekujur tubuhnya terasa panas dan dingin berganti-ganti. Setelah lebih tenang, barulah ia bercerita kepada istrinya. Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Nabi Muhammad SAW datang pada saudara sepupunya, Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Nabi Muhammad SAW, Waraqah pun berkata, "Aku telah bersumpah dengan nama Tuhan, yang dalam tangan-Nya terletak hidup Waraqah, Tuhan telah memilihmu menjadi nabi kaum ini. &lt;em&gt;An-Nâmûs al-Akbar&lt;/em&gt; (Malaikat Jibril) telah datang kepadamu. Kaummu akan mengatakan bahwa engkau penipu, mereka akan memusuhimu, dan mereka akan melawanmu. Sungguh, sekiranya aku dapat hidup pada hari itu, aku akan berjuang membelamu."&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2542662485454225455?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2542662485454225455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/wahyu-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2542662485454225455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2542662485454225455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/wahyu-pertama.html' title='Wahyu pertama'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-5382655043558367527</id><published>2008-10-22T19:57:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:57:53.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Dakwah Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;p&gt;Wahyu berikutnya adalah surat &lt;i&gt;Al-Muddatsir&lt;/i&gt;: 1-7, yang artinya:&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah. &lt;b&gt;(QS. 74: 1-7)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Dengan turunnya surat &lt;i&gt;Al-Muddatsir&lt;/i&gt; ini, mulailah Rasulullah SAW berdakwah. Mula-mula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga dan rekan-rekannya. Orang pertama yang menyambut dakwahnya adalah Khadijah, istrinya. Dialah yang pertama kali masuk Islam. Menyusul setelah itu adalah &lt;em&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/em&gt;, saudara sepupunya yang kala itu baru berumur 10 tahun, sehingga Ali menjadi lelaki pertama yang masuk Islam. Kemudian Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Baru kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya, dan &lt;em&gt;Ummu Aiman&lt;/em&gt;, pengasuh Nabi SAW sejak ibunya masih hidup.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Abu Bakar sendiri kemudian berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya, seperti, &lt;em&gt;Usman bin Affan&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Zubair bin Awwam&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Abdurrahman bin Auf&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Sa'd bin Abi Waqqas&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Talhah bin Ubaidillah&lt;/em&gt;. Dari dakwah yang masih rahasia ini, belasan orang telah masuk Islam.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Setelah beberapa lama Nabi SAW menjalankan dakwah secara diam-diam, turunlah perintah agar Nabi SAW menjalankan dakwah secara terang-terangan. Mula-mula ia mengundang kerabat karibnya dalam sebuah jamuan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan ajarannya. Namun ternyata hanya sedikit yang menerimanya. Sebagian menolak dengan halus, sebagian menolak dengan kasar, salah satunya adalah &lt;em&gt;Abu Lahab&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Langkah dakwah seterusnya diambil Nabi Muhammad SAW dalam pertemuan yang lebih besar. Ia pergi ke Bukit Shafa, sambil berdiri di sana ia berteriak memanggil orang banyak. Karena Muhammad SAW adalah orang yang terpercaya, penduduk yakin bahwa pastilah terjadi sesuatu yang sangat penting, sehingga mereka pun berkumpul di sekitar Nabi SAW.&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Untuk menarik perhatian, mula-mula Nabi SAW berkata, "Saudara-saudaraku, jika aku berkata, di belakang bukit ini ada pasukan musuh yang siap menyerang kalian, percayakah kalian?"&lt;br /&gt;Dengan serentak mereka menjawab, "Percaya, kami tahu saudara belum pernah berbohong. Kejujuran saudara tidak ada duanya. Saudara yang mendapat gelar &lt;i&gt;al-Amin&lt;/i&gt;."   &lt;br /&gt;Kemudian Nabi SAW meneruskan, "Kalau demikian, dengarkanlah. Aku ini adalah seorang &lt;em&gt;nazir&lt;/em&gt; (pemberi peringatan). Allah telah memerintahkanku agar aku memperingatkan saudara-saudara. Hendaknya kamu hanya menyembah Allah saja. Tidak ada Tuhan selain Allah. Bila saudara ingkar, saudara akan terkena azabnya dan saudara nanti akan menyesal. Penyesalan kemudian tidak ada gunanya."&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Tapi khotbah ini ternyata membuat orang-orang yang berkumpul itu marah, bahkan sebagian dari mereka ada yang mengejeknya gila. Pada saat itu, Abu Lahab berteriak, "Celakalah engkau hai Muhammad. Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?"&lt;br /&gt;Sebagai balasan terhadap ucapan Abu Lahab tsb turunlah ayat Al-Qur'an yang artinya:&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar. yang di lehernya ada tali dari sabut. &lt;b&gt;(QS. 111: 1-5)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-5382655043558367527?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/5382655043558367527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/dakwah-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/5382655043558367527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/5382655043558367527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/dakwah-nabi-muhammad-saw.html' title='Dakwah Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8128725131818203067</id><published>2008-10-22T19:56:00.002-07:00</published><updated>2008-10-22T19:57:18.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Aksi-aksi menentang Dakwah Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;p&gt;Reaksi-reaksi keras menentang dakwah Nabi SAW bermunculan, namun tanpa kenal lelah Nabi Muhammad SAW terus melanjutkan dakwahnya, sehingga hasilnya mulai nyata. Hampir setiap hari ada yang menggabungkan diri dalam barisan pemeluk agama Islam. Mereka terutama terdiri dari kaum wanita, budak, pekerja, dan orang-orang miskin serta lemah. Meskipun sebagian dari mereka adalah orang-orang yang lemah, namun semangat yang mendorong mereka beriman sangat membaja.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Tantangan dakwah terberat datang dari para penguasa Mekah, kaum feodal, dan para pemilik budak. Mereka ingin mempertahankan tradisi lama disamping juga khawatir jika struktur masyarakat dan kepentingan-kepentingan dagang mereka akan tergoyahkan oleh ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan pada keadilan sosial dan persamaan derajat. Mereka menyusun siasat untuk melepaskan hubungan keluarga antara Abi Thalib dan Nabi Muhammad SAW dengen cara meminta pada Abu Thalib memilih satu di antara dua: memerintahkan Muhammad SAW agar berhenti berdakwah, atau menyerahkannya kepada mereka. Abi Thalib terpengaruh oleh ancaman itu, ia meminta agar Muhammad SAW menghentikan dakwahnya. Tetapi Muhammad SAW menolak permintaannya dan berkata, "Demi Allah saya tidak akan berhenti memperjuangkan amanat Allah ini, walaupun seluruh anggota keluarga dan sanak saudara mengucilkan saya."&lt;br /&gt;Mendengar jawaban ini, Abi Thalib pun berkata, "Teruskanlah, demi Allah aku akan terus membelamu".&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Gagal dengan cara pertama, kaum Quraisy lalu mengutus &lt;em&gt;Walid bin Mugirah&lt;/em&gt; menemui Abi Thalib dengan membawa seorang pemuda untuk dipertukarkan dengan Muhammad SAW. Pemuda itu bernama &lt;em&gt;Umarah bin Walid&lt;/em&gt;, seorang pemuda yang gagah dan tampan. Walid bin Mugirah berkata, "Ambillah dia menjadi anak saudara, tetapi serahkan kepada kami Muhammad untuk kami bunuh, karena dia telah menentang kami dan memecah belah kita".&lt;br /&gt;Usul Quraisy itu ditolak mentah-mentah oleh Abi Thalib dengan berkata, "Sungguh jahat pikiran kalian. Kalian serahkan anak kalian untuk saya asuh dan beri makan, dan saya serahkan kemenakan saya untuk kalian bunuh. Sungguh suatu penawaran yang tak mungkin saya terima."&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kembali mengalami kegagalan, berikutnya mereka menghadapi Nabi Muhammad SAW secara langsung. Mereka mengutus &lt;em&gt;Utbah bin Rabi'ah&lt;/em&gt;, seorang ahli retorika, untuk membujuk Nabi SAW. Mereka menawarkan takhta, wanita, dan harta yang mereka kira diinginkan oleh Nabi SAW, asal Nabi SAW bersedia menghentikan dakwahannya. Namun semua tawaran itu ditolak oleh Nabi Muhammad SAW dengan mengatakan, "Demi Allah, biarpun mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan menghentikan dakwah agama Allah ini, hingga agama ini memang atau aku binasa karenanya."&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Setelah gagal dengan cara-cara diplomatik dan bujuk rayu, kaum Quraisy mulai melakukan tindak kekerasan. Budak-budak mereka yang telah masuk Islam mereka siksa dengan sangat kejam. Mereka dipukul, dicambuk, dan tidak diberi makan dan minum. Salah seorang budak bernama &lt;em&gt;Bilal&lt;/em&gt;, mendapat siksaan ditelentangkan di atas pasir yang panas dan di atas dadanya diletakkan batu yang besar dan berat.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Setiap suku diminta menghukum anggota keluarganya yang masuk Islam sampai ia murtad kembali. Usman bin Affan misalnya, dikurung dalam kamar gelap dan dipukul hingga babak belur oleh anggota keluarganya sendiri. Secara keseluruhan, sejak saat itu umat Islam mendapat siksaan yang pedih dari kaum Quraisy Mekah. Mereka dilempari kotoran, dihalangi untuk melakukan ibadah di Ka'bah, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kekejaman terhadap kaum Muslimin mendorong Nabi Muhammad SAW untuk mengungsikan sahabat-sahabatnya keluar dari Mekah. Dengan pertimbangan yang mendalam, pada tahun ke-5 kerasulannya, Nabi SAW menetapkan &lt;em&gt;Abessinia&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Habasyah&lt;/em&gt; (Ethiopia sekarang) sebagai negeri tempat pengungsian, karena raja negeri itu adalah seorang yang adil, lapang hati, dan suka menerima tamu. Nabi SAW merasa pasti rombongannya akan diterima dengan tangan terbuka.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Rombongan pertama terdiri dari 10 orang pria dan 5 orang wanita. di antara rombongan tsb adalah Usman bin Affan beserta istrinya Ruqayah (putri Rasulullah SAW), Zubair bin Awwam, dan Abdur Rahman bin Auf. Kemudian menyusul rombongan kedua yang dipimpin oleh &lt;em&gt;Ja'far bin Abi Thalib&lt;/em&gt;. Beberapa sumber menyatakan jumlah rombongan ini lebih dari 80 orang.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Berbagai usaha dilakukan oleh kaum Quraisy untuk menghalangi hijrah ke Habasyah ini, termasuk membujuk raja negeri tsb agar menolak kehadiran umat Islam disana. Namun berbagai usaha itu pun gagal. Semakin kejam mereka memperlakukan umat Islam, justru semakin bertambah jumlah yang memeluk Islam. Bahkan di tengah meningkatnya kekejaman tsb, dua orang kuat Quraisy masuk Islam, yaitu &lt;em&gt;Hamzah bin Abdul Muthalib&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Umar bin Khattab&lt;/em&gt;. Dengan masuk Islamnya dua orang yang dijuluki "Singa Arab" itu, semakin kuatlah posisi umat Islam dan dakwah Muhammad SAW pada waktu itu.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Hal ini membuat reaksi kaum Quraisy semakin keras. Mereka berpendapat bahwa kekuatan Nabi Muhammad SAW terletak pada perlindungan Bani Hasyim, maka mereka pun berusaha melumpuhkan Bani Hasyim dengan melaksanakan blokade. Mereka memutuskan segala macam hubungan dengan suku ini. Tidak seorang pun penduduk Mekah boleh melakukan hubungan dengan Bani Hasyim, termasuk hubungan jual-beli dan pernikahan. Persetujuan yang mereka buat dalam bentuk piagam itu mereka tanda-tangani bersama dan mereka gantungkan di dalam Ka'bah. Akibatnya, Bani Hasyim menderita kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan. Untuk meringankan penderitaan itu, Bani Hasyim akhirnya mengungsi ke suatu lembah di luar kota Mekah.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Tindakan pemboikotan yang dimulai pada tahun ke-7 kenabian Muhammad SAW dan berlangsung selama 3 tahun itu merupakan tindakan yang paling menyiksa. Pemboikotan itu berhenti karena terdapat beberapa pemimpin Quraisy yang menyadari bahwa tindakan pemboikotan itu sungguh keterlaluan. Kesadaran itulah yang mendorong mereka melanggar perjanjian yang mereka buat sendiri. Dengan demikian Bani Hasyim akhirnya dapat kembali pulang ke rumah masing-masing.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Setelah Bani Hasyim kembali ke rumah mereka, Abi Thalib, paman Nabi SAW yang merupakan pelindung utamanya, meninggal dunia dalam usia 87 tahun. Tiga hari kemudian, Khadijah, istrinya, juga meninggal dunia. Tahun ke-10 kenabian ini benar-benar merupakan Tahun Kesedihan (&lt;em&gt;'Âm al-Huzn&lt;/em&gt;) bagi Nabi Muhammad SAW. Telebih sepeninggal dua pendukungnya itu, kaum Quraisy tidak segan-segan melampiaskan kebencian kepada Nabi SAW. Hingga kemudian Nabi SAW berusaha menyebarkan dakwah ke luar kota, yaitu ke Ta'if. Namun reaksi yang diterima Nabi SAW dari &lt;em&gt;Bani Saqif&lt;/em&gt; (penduduk Ta'if), tidak jauh berbeda dengan penduduk Mekah. Nabi SAW diejek, disoraki, dilempari batu sampai ia luka-luka di bagian kepala dan badannya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8128725131818203067?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8128725131818203067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/aksi-aksi-menentang-dakwah-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8128725131818203067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8128725131818203067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/aksi-aksi-menentang-dakwah-nabi.html' title='Aksi-aksi menentang Dakwah Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2208947489581795115</id><published>2008-10-22T19:56:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:56:25.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Peristiwa Isra Mi'raj</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada tahun ke-10 kenabian, Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa &lt;em&gt;Isra Mi'raj&lt;/em&gt;.   &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Isra&lt;/i&gt;, yaitu perjalanan malam hari dari Masjidilharam di Mekah ke &lt;em&gt;Masjidilaksa&lt;/em&gt; di Yerusalem.   &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mi'raj&lt;/i&gt;, yaitu kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidilaksa ke langit melalui beberapa tingkatan, terus menuju &lt;em&gt;Baitulmakmur&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;sidratulmuntaha&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;arsy&lt;/em&gt; (takhta Tuhan), dan &lt;em&gt;kursi&lt;/em&gt; (singgasana Tuhan), hingga menerima wahyu di hadirat Allah SWT.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam kesempatannnya berhadapan langsung dengan Allah SWT inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk mendirikan sholat 5 waktu sehari semalam.&lt;br /&gt;Peristiwa Isra Mi'raj ini terdapat dalam Al-Qur'an surat &lt;i&gt;Al-Isrâ'&lt;/i&gt; ayat 1.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2208947489581795115?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2208947489581795115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/peristiwa-isra-miraj.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2208947489581795115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2208947489581795115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/peristiwa-isra-miraj.html' title='Peristiwa Isra Mi&apos;raj'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-5706330225585373392</id><published>2008-10-22T19:55:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:55:55.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Hijrah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Harapan baru bagi perkembangan Islam muncul dengan datangnya jemaah haji ke Mekah yang berasal dari &lt;em&gt;Yatsrib&lt;/em&gt; (Madinah). Nabi Muhammad SAW memanfaatkan kesempatan itu untuk menyebarkan agama Allah SWT dengan mendatangi kemah-kemah mereka. Namun usaha ini selalu diikuti oleh Abu Lahab dan kawan-kawannya dengan mendustakan Nabi SAW.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Suatu ketika Nabi SAW bertemu dengan 6 orang dari suku &lt;em&gt;Aus&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Khazraj&lt;/em&gt; yang berasal dari Yatsrib. Setelah Nabi SAW menyampaikan pokok-pokok ajaran Islam, mereka menyatakan diri masuk Islam di hadapan Nabi SAW. Mereka berkata, "Bangsa kami sudah lama terlibat dalam permusuhan, yaitu antara suku Khazraj dan Aus. Mereka benar-benar merindukan perdamaian. Kiranya kini Tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaramu dan ajaran-ajaran yang kamu bawa. Oleh karena itu kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yang kami terima dari kamu ini."&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Pada musim haji tahun berikutnya, datanglah delegasi Yatsrib yang terdiri dari 12 orang suku Khazraj dan Aus. Mereka menemui Nabi SAW di suatu tempat bernama &lt;em&gt;Aqabah&lt;/em&gt;. Di hadapan Nabi SAW, mereka menyatakan ikrar kesetiaan. Karena ikrar ini dilakukan di Aqabah, maka dinamakan &lt;em&gt;Bai'at Aqabah&lt;/em&gt;. Rombongan 12 orang tsb kemudian kembali ke Yatsrib sebagai juru dakwah dengan ditemani oleh &lt;em&gt;Mus'ab bin Umair&lt;/em&gt; yang sengaja diutus oleh Nabi SAW atas permintaan mereka.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Pada musim haji berikutnya, jemaah haji yang datang dari Yatsrib berjumlah 75 orang, termasuk 12 orang yang sebelumnya telah menemui Nabi SAW di Aqabah. Mereka meminta agar Nabi SAW bersedia pindah ke Yatsrib. Mereka berjanji akan membela Nabi SAW dari segala ancaman. Nabi SAW menyetujui usul yang mereka ajukan.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Mengetahui adanya perjanjian antara Nabi Muhammad SAW dengan orang-orang Yatsrib, kaum Quraisy menjadi semakin kejam terhadap kaum muslimin. Hal ini membuat Nabi SAW memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib. Secara diam-diam, berangkatlah rombongan-rombongan muslimin, sedikit demi sedikit, ke Yatsrib. Dalam waktu 2 bulan, kurang lebih 150 kaum muslimin telah berada di Yatsrib. Sementara itu Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar as-Sidiq tetap tinggal di Mekah bersama Nabi SAW, membelanya sampai Nabi SAW mendapat wahyu untuk hijrah ke Yatsrib.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kaum Quraisy merencanakan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW sebelum ia sempat menyusul umatnya ke Yatsrib. Pembunuhan itu direncanakan melibatkan semua suku. Setiap suku diwakili oleh seorang pemudanya yang terkuat. Rencana pembunuhan itu terdengar oleh Nabi SAW, sehingga ia merencanakan hijrah bersama sahabatnya, Abu Bakar. Abu Bakar diminta mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam perjalanan, termasuk 2 ekor unta. Sementara Ali bin Abi Thalib diminta untuk menggantikan Nabi SAW menempati tempat tidurnya agar kaum Quraisy mengira bahwa Nabi SAW masih tidur.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Pada malam hari yang direncanakan, di tengah malam buta Nabi SAW keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh para pengepung dari kalangan kaum Quraisy. Nabi SAW menemui Abu Bakar yang telah siap menunggu. Mereka berdua keluar dari Mekah menuju sebuah Gua &lt;em&gt;Tsur&lt;/em&gt;, kira-kira 3 mil sebelah selatan Kota Mekah. Mereka bersembunyi di gua itu selama 3 hari 3 malam menunggu keadaan aman. Pada malam ke-4, setelah usaha orang Quraisy mulai menurun karena mengira Nabi SAW sudah sampai di Yatsrib, keluarlah Nabi SAW dan Abu Bakar dari persembunyiannya. Pada waktu itu &lt;em&gt;Abdullah bin Uraiqit&lt;/em&gt; yang diperintahkan oleh Abu Bakar pun tiba dengan membawa 2 ekor unta yang memang telah dipersiapkan sebelumnya. Berangkatlah Nabi SAW bersama Abu Bakar menuju Yatsrib menyusuri pantai Laut Merah, suatu jalan yang tidak pernah ditempuh orang.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Setelah 7 hari perjalanan, Nabi SAW dan Abu Bakar tiba di &lt;em&gt;Quba&lt;/em&gt;, sebuah desa yang jaraknya 5 km dari Yatsrib. Di desa ini mereka beristirahat selama beberapa hari. Mereka menginap di rumah &lt;em&gt;Kalsum bin Hindun&lt;/em&gt;. Di halaman rumah ini Nabi SAW membangun sebuah masjid yang kemudian terkenal sebagai &lt;em&gt;Masjid Quba&lt;/em&gt;. Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi SAW sebagai pusat peribadatan.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Tak lama kemudian, Ali menggabungkan diri dengan Nabi SAW. Sementara itu penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya. Menurut perhitungan mereka, berdasarkan perhitungan yang lazim ditempuh orang, seharusnya Nabi SAW sudah tiba di Yatsrib. Oleh sebab itu mereka pergi ke tempat-tempat yang tinggi, memandang ke arah Quba, menantikan dan menyongsong kedatangan Nabi SAW dan rombongan. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dengan perasaan bahagia, mereka mengelu-elukan kedatangan Nabi SAW. Mereka berbaris di sepanjang jalan dan menyanyikan lagu &lt;em&gt;Thala' al-Badru&lt;/em&gt;, yang isinya:&lt;/p&gt;      &lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;    Telah tiba bulan purnama, dari &lt;em&gt;Saniyyah al-Wadâ'i&lt;/em&gt;&lt;/i&gt; (celah-celah bukit).    &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kami wajib bersyukur, selama ada orang yang menyeru kepada Ilahi,    &lt;br /&gt;Wahai orang yang diutus kepada kami,    &lt;br /&gt;engkau telah membawa sesuatu yang harus kami taati.   &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Setiap orang ingin agar Nabi SAW singgah dan menginap di rumahnya. Tetapi Nabi SAW hanya berkata, "Aku akan menginap dimana untaku berhenti. Biarkanlah dia berjalan sekehendak hatinya."&lt;br /&gt;Ternyata unta itu berhenti di tanah milik dua anak yatim, yaitu &lt;em&gt;Sahal&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Suhail&lt;/em&gt;, di depan rumah milik &lt;em&gt;Abu Ayyub al-Anshari&lt;/em&gt;. Dengan demikian Nabi SAW memilih rumah Abu Ayyub sebagai tempat menginap sementara. Tujuh bulan lamanya Nabi SAW tinggal di rumah Abu Ayyub, sementara kaum Muslimin bergotong-royong membangun rumah untuknya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sejak itu nama kota Yatsrib diubah menjadi &lt;em&gt;Madînah an-Nabî&lt;/em&gt; (kota nabi). Orang sering pula menyebutnya &lt;em&gt;Madînah al-Munawwarah&lt;/em&gt; (kota yang bercahaya), karena dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-5706330225585373392?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/5706330225585373392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/hijrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/5706330225585373392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/5706330225585373392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/hijrah.html' title='Hijrah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-3731917885572773531</id><published>2008-10-22T19:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T19:55:23.547-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Terbentuknya Negara Madinah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setelah Nabi SAW tiba di Madinah dan diterima penduduk Madinah, Nabi SAW menjadi pemimpin penduduk kota itu. Ia segera meletakkan dasar-dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Dasar pertama yang ditegakkannya adalah &lt;em&gt;Ukhuwah Islamiyah&lt;/em&gt; (persaudaraan di dalam Islam), yaitu antara kaum &lt;em&gt;Muhajirin&lt;/em&gt; (orang-orang yang hijrah dari Mekah ke Madinah) dan &lt;em&gt;Anshar&lt;/em&gt; (penduduk Madinah yang masuk Islam dan ikut membantu kaum Muhajirin). Nabi SAW mempersaudarakan individu-individu dari golongan Muhajirin dengan individu-individu dari golongan Anshar. Misalnya, Nabi SAW mempersaudarakan Abu Bakar dengan &lt;em&gt;Kharijah bin Zaid&lt;/em&gt;, Ja'far bin Abi Thalib dengan &lt;em&gt;Mu'az bin Jabal&lt;/em&gt;. Dengan demikian diharapkan masing-masing orang akan terikat dalam suatu persaudaraan dan kekeluargaan. Dengan persaudaraan yang semacam ini pula, Rasulullah telah menciptakan suatu persaudaraan baru, yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan keturunan.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dasar kedua adalah sarana terpenting untuk mewujudkan rasa persaudaraan tsb, yaitu tempat pertemuan. Sarana yang dimaksud adalah masjid, tempat untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT secara berjamaah, yang juga dapat digunakan sebagai pusat kegiatan untuk berbagai hal, seperti belajar-mengajar, mengadili perkara-perkara yang muncul dalam masyarakat, musyawarah, dan transaksi dagang.&lt;br /&gt;Nabi SAW merencanakan pembangunan masjid itu dan langsung ikut membangun bersama-sama kaum muslimin. Masjid yang dibangun ini kemudian dikenal sebagai &lt;em&gt;Masjid Nabawi&lt;/em&gt;. Ukurannya cukup besar, dibangun di atas sebidang tanah dekat rumah Abu Ayyub al-Anshari. Dindingnya terbuat dari tanah liat, sedangkan atapnya dari daun-daun dan pelepah kurma. Di dekat masjid itu dibangun pula tempat tinggal Nabi SAW dan keluarganya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dasar ketiga adalah hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. Di Madinah, disamping orang-orang Arab Islam juga masih terdapat golongan masyarakat Yahudi dan orang-orang Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan, Nabi Muhammad SAW mengadakan ikatan perjanjian dengan mereka. Perjanjian tsb diwujudkan melalui sebuah piagam yang disebut dengan &lt;em&gt;Mîsâq Madînah&lt;/em&gt; atau Piagam Madinah. Isi piagam itu antara lain mengenai kebebasan beragama, hak dan kewajiban masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban negerinya, kehidupan sosial, persamaan derajat, dan disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjadi kepala pemerintahan di Madinah.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Masyarakat yang dibentuk oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah setelah hijrah itu sudah dapat dikatakan sebagai sebuah negara, dengan Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negaranya. Dengan terbentuknya Negara Madinah, Islam makin bertambah kuat. Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang-orang Mekah menjadi resah. Mereka takut kalau-kalau umat Islam memukul mereka dan membalas kekejaman yang pernah mereka lakukan. Mereka juga khawatir kafilah dagang mereka ke Suriah akan diganggu atau dikuasai oleh kaum muslimin.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Untuk memperkokoh dan mempertahankan keberadaan negara yang baru didirikan itu, Nabi SAW mengadakan beberapa ekspedisi ke luar kota, baik langsung di bawah pimpinannya maupun tidak. Hamzah bin Abdul Muttalib membawa 30 orang berpatroli ke pesisir L. Merah. &lt;em&gt;Ubaidah bin Haris&lt;/em&gt; membawa 60 orang menuju &lt;em&gt;Wadi Rabiah&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Sa'ad bin Abi Waqqas&lt;/em&gt; ke &lt;em&gt;Hedzjaz&lt;/em&gt; dengan 8 orang Muhajirin. Nabi SAW sendiri membawa pasukan ke &lt;em&gt;Abwa&lt;/em&gt; dan disana berhasil mengikat perjanjian dengan &lt;em&gt;Bani Damra&lt;/em&gt;, kemudian ke &lt;em&gt;Buwat&lt;/em&gt; dengan membawa 200 orang Muhajirin dan Anshar, dan ke &lt;em&gt;Usyairiah&lt;/em&gt;. Di sini Nabi SAW mengadakan perjanjian dengan &lt;em&gt;Bani Mudij&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Ekspedisi-ekspedisi tsb sengaja digerakkan Nabi SAW sebagai aksi-aksi siaga dan melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlak diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan negara yang baru dibentuk. Perjanjian perdamaian dengan kabilah dimaksudkan sebagai usaha memperkuat kedudukan Madinah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-3731917885572773531?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/3731917885572773531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/terbentuknya-negara-madinah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3731917885572773531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3731917885572773531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/terbentuknya-negara-madinah.html' title='Terbentuknya Negara Madinah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-6003066212722091875</id><published>2008-10-22T19:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T19:54:43.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Perang Badr</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Perang Badr&lt;/em&gt; yang merupakan perang antara kaum muslimin Madinah dan kaun musyrikin Quraisy Mekah terjadi pada tahun 2 H. Perang ini merupakan puncak dari serangkaian pertikaian yang terjadi antara pihak kaum muslimin Madinah dan kaum musyrikin Quraisy. Perang ini berkobar setelah berbagai upaya perdamaian yang dilaksanakan Nabi Muhammad SAW gagal.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Tentara muslimin Madinah terdiri dari 313 orang dengan perlengkapan senjata sederhana yang terdiri dari pedang, tombak, dan panah. Berkat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan semangat pasukan yang membaja, kaum muslimin keluar sebagai pemenang. &lt;em&gt;Abu Jahal&lt;/em&gt;, panglima perang pihak pasukan Quraisy dan musuh utama Nabi Muhammad SAW sejak awal, tewas dalam perang itu. Sebanyak 70 tewas dari pihak Quraisy, dan 70 orang lainnya menjadi tawanan. Di pihak kaum muslimin, hanya 14 yang gugur sebagai &lt;em&gt;syuhada&lt;/em&gt;. Kemenangan itu sungguh merupakan pertolongan Allah SWT (QS. 3: 123).&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Orang-orang Yahudi Madinah tidak senang dengan kemenangan kaum muslimin. Mereka memang tidak pernah sepenuh hati menerima perjanjian yang dibuat antara mereka dan Nabi Muhammad SAW dalam Piagam Madinah.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Sementara itu, dalam menangani persoalan tawanan perang, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk membebaskan para tawanan dengan tebusan sesuai kemampuan masing-masing. Tawanan yang pandai membaca dan menulis dibebaskan bila bersedia mengajari orang-orang Islam yang masih buta aksara. Namun tawanan yang tidak memiliki kekayaan dan kepandaian apa-apa pun tetap dibebaskan juga.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Tidak lama setelah perang Badr, Nabi Muhammad SAW mengadakan perjanjian dengan suku &lt;em&gt;Badui&lt;/em&gt; yang kuat. Mereka ingin menjalin hubungan dengan Nabi SAW karenan melihat kekuatan Nabi SAW. Tetapi ternyata suku-suku itu hanya memuja kekuatan semata.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Sesudah perang Badr, Nabi SAW juga menyerang &lt;em&gt;Bani Qainuqa&lt;/em&gt;, suku Yahudi Madinah yang berkomplot dengan orang-orang Mekah. Nabi SAW lalu mengusir kaum Yahudi itu ke Suriah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-6003066212722091875?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/6003066212722091875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/perang-badr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/6003066212722091875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/6003066212722091875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/perang-badr.html' title='Perang Badr'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8595747153635278712</id><published>2008-10-22T19:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T19:53:33.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Perang Uhud</title><content type='html'>&lt;p&gt;Perang yang terjadi di Bukit &lt;em&gt;Uhud&lt;/em&gt; ini berlangsung pada tahun 3 H. Perang ini disebabkan karena keinginan balas dendam orang-orang Quraisy Mekah yang kalah dalam perang Badr.&lt;br /&gt;Pasukan Quraisy, dengan dibantu oleh kabilah &lt;em&gt;Tihama&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Kinanah&lt;/em&gt;, membawa 3.000 ekor unta dan 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan &lt;em&gt;Khalid bin Walid&lt;/em&gt;. Tujuh ratus orang di antara mereka memakai baju besi.   &lt;br /&gt;Adapun jumlah pasukan Nabi Muhammad SAW hanya berjumlah 700 orang.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Perang pun berkobar. Prajurit-prajurit Islam dapat memukul mundur pasukan musuh yang jauh lebih besar itu. Tentara Quraisy mulai mundur dan kocar-kacir meninggalkan harta mereka.&lt;br /&gt;Melihat kemenangan yang sudah di ambang pintu, pasukan pemanah yang ditempatkan oleh Rasulullah di puncak bukit meninggalkan pos mereka dan turun untuk mengambil harta peninggalan musuh. Mereka lupa akan pesan Rasulullah untuk tidak meninggalkan pos mereka dalam keadaan bagaimana pun sebelum diperintahkan. Mereka tidak lagi menghiraukan gerakan musuh. Situasi ini dimanfaatkan musuh untuk segera melancarkan serangan balik. Tanpa konsentrasi penuh, pasukan Islam tak mampu menangkis serangan. Mereka terjepit, dan satu per satu pahlawan Islam berguguran.&lt;br /&gt;Nabi SAW sendiri terkena serangan musuh. Sisa-sisa pasukan Islam diselamatkan oleh berita tidak benar yang diterima musuh bahwa Nabi SAW sudah meninggal. Berita ini membuat mereka mengendurkan serangan untuk kemudian mengakhiri pertempuran itu.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Perang Uhuh ini menyebabkan 70 orang pejuang Islam gugur sebagai syuhada.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8595747153635278712?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8595747153635278712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/perang-uhud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8595747153635278712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8595747153635278712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/perang-uhud.html' title='Perang Uhud'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-1016224198487163697</id><published>2008-10-22T19:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T19:52:34.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Perang Khandaq</title><content type='html'>&lt;p&gt;Perang yang terjadi pada tahun 5 H ini merupakan perang antara kaum muslimin Madinah melawan masyarakat Yahudi Madinah yang mengungsi ke &lt;em&gt;Khaibar&lt;/em&gt; yang bersekutu dengan masyarakat Mekah. Karena itu perang ini juga disebut sebagai Perang &lt;em&gt;Ahzab&lt;/em&gt; (sekutu beberapa suku).   &lt;br /&gt;Pasukan gabungan ini terdiri dari 10.000 orang tentara. &lt;em&gt;Salman al-Farisi&lt;/em&gt;, sahabat Rasulullah SAW, mengusulkan agar kaum muslimin membuat parit pertahanan di bagian-bagian kota yang terbuka. Karena itulah perang ini disebut sebagai Perang &lt;em&gt;Khandaq&lt;/em&gt; yang berarti parit.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Tentara sekutu yang tertahan oleh parit tsb mengepung Madinah dengan mendirikan perkemahan di luar parit hampir sebulan lamanya. Pengepungan ini cukup membuat masyarakat Madinah menderita karena hubungan mereka dengan dunia luar menjadi terputus. Suasana kritis itu diperparah pula oleh pengkhianatan orang-orang Yahudi Madinah, yaitu &lt;em&gt;Bani Quraizah&lt;/em&gt;, dibawah pimpinan &lt;em&gt;Ka'ab bin Asad&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Namun akhirnya pertolongan Allah SWT menyelamatkan kaum muslimin. Setelah sebulan mengadakan pengepungan, persediaan makanan pihak sekutu berkurang. Sementara itu pada malam hari angin dan badai turun dengan amat kencang, menghantam dan menerbangkan kemah-kemah dan seluruh perlengkapan tentara sekutu. Sehingga mereka terpaksa menghentikan pengepungan dan kembali ke negeri masing-masing tanpa suatu hasil.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Para pengkhianat Yahudi dari Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati.   &lt;br /&gt;Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur'an surat &lt;i&gt;Al-Ahzâb&lt;/i&gt;: 25-26.&lt;/p&gt;    &lt;a name="hudaibiyah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt;Perjanjian Hudaibiyah&lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Pada tahun 6 H, ketika ibadah haji sudah disyariatkan, hasrat kaum muslimin untuk mengunjungi Mekah sangat bergelora. Nabi SAW memimpin langsung sekitar 1.400 orang kaum muslimin berangkat &lt;em&gt;umrah&lt;/em&gt; pada bulan suci Ramadhan, bulan yang dilarang adanya perang. Untuk itu mereka mengenakan pakaian &lt;em&gt;ihram&lt;/em&gt; dan membawa senjata ala kadarnya untuk menjaga diri, bukan untuk berperang.   &lt;br /&gt;Sebelum tiba di Mekah, mereka berkemah di Hudaibiyah yang terletak beberapa kilometer dari Mekah.   &lt;br /&gt;Orang-orang kafir Quraisy melarang kaum muslimin masuk ke Mekah dengan menempatkan sejumlah besar tentara untuk berjaga-jaga.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Akhirnya diadakanlah &lt;em&gt;Perjanjian Hudaibiyah&lt;/em&gt; antara Madinah dan Mekah, yang isinya antara lain:&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kedua belah pihak setuju untuk melakukan gencatan senjata selama 10 tahun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila ada pihak Quraisy yang menyeberang ke pihak Muhammad, ia harus dikembalikan. Tetapi bila ada pengikut Muhammad SAW yang menyeberang ke pihak Quraisy, pihak Quraisy tidak harus mengembalikannya ke pihak Muhammad SAW.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tiap kabilah bebas melakukan perjanjian baik dengan pihak Muhammad SAW maupun dengan pihak Quraisy.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka'bah pada tahun tsb, tetapi ditangguhkan sampai tahun berikutnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika tahun depan kaum muslimin memasuki kota Mekah, orang Quraisy harus keluar lebih dulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaum muslimin memasuki kota Mekah dengan tidak diizinkan membawa senjata, kecuali pedang di dalam sarungnya, dan tidak boleh tinggal di Mekah lebih dari 3 hari 3 malam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p&gt;Tujuan Nabi SAW membuat perjanjian tsb sebenarnya adalah berusaha merebut dan menguasai Mekah, untuk kemudian dari sana menyiarkan Islam ke daerah-daerah lain.&lt;br /&gt;Ada 2 faktor utama yang mendorong kebijaksanaan ini:&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab, sehingga dengan melalui konsolidasi bangsa Arab dalam Islam, diharapkan Islam dapat tersebar ke luar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila suku Quraisy dapat diislamkan, maka Islam akan memperoleh dukungan yang besar, karena orang-orang Quraisy mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar di kalangan bangsa Arab.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;      &lt;p&gt;Setahun kemudian ibadah haji ditunaikan sesuai perjanjian. Banyak orang Quraisy yang masuk Islam setelah menyaksikan ibadah haji yang dilakukan kaum muslimin, disamping juga melihat kemajuan yang dicapai oleh masyarakat Islam Madinah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-1016224198487163697?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/1016224198487163697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/perang-khandaq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1016224198487163697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1016224198487163697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/perang-khandaq.html' title='Perang Khandaq'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-7719573549843437201</id><published>2008-10-22T19:50:00.002-07:00</published><updated>2008-10-22T19:51:15.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Penyebaran Islam ke negeri-negeri lain</title><content type='html'>&lt;p&gt;Gencatan senjata dengan penduduk Mekah memberi kesempatan kepada Nabi SAW untuk mengalihkan perhatian ke berbagai negeri-negeri lain sambil memikirkan bagaimana cara mengislamkan mereka. Salah satu cara yang ditempuh oleh Nabi SAW kemudian adalah dengan mengirim utusan dan surat ke berbagai kepala negara dan pemerintahan.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;di antara raja-raja yang dikirimi surat oleh Nabi SAW adalah raja &lt;em&gt;Gassan&lt;/em&gt; dari Iran, raja Mesir, Abessinia, Persia, dan Romawi. Memang dengan cara itu tidak ada raja-raja yang masuk Islam, namun setidaknya risalah Islam sudah sampai kepada mereka. Reaksi para raja itu pun ada yang menolak dengan baik dan simpatik sambil memberikan hadiah, ada pula yang menolak dengan kasar.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Raja Gassan termasuk yang menolak dengan kasar. Utusan yang dikirim Nabi SAW dibunuhnya dengan kejam. Sebagai jawaban, Nabi SAW kemudian mengirim pasukan perang sebanyak 3.000 orang dibawah pimpinan Zaid bin Haritsah. Peperangan terjadi di &lt;em&gt;Mu'tah&lt;/em&gt;, sebelah utara Semenanjung Arab.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pasukan Islam mendapat kesulitan menghadapi tentara Gassan yang mendapat bantuan langsung dari Romawi. Beberapa syuhada gugur dalam pertempuran melawan pasukan berkekuatan ratusan ribu orang itu. di antara mereka yang gugur adalah Zaid bin Haritsah sendiri, Ja'far bin Abi Thalib, dan &lt;em&gt;Abdullah bin Abi Rawahah&lt;/em&gt;.   &lt;br /&gt;Melihat kekuatan yang tidak seimbang itu, Khalid bin Walid, bekas panglima Quraisy yang sudah masuk Islam, mengambil alih komando dan memerintahkan pasukan Islam menarik diri dan kembali ke Madinah.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Perang melawan tentara Gassan dan pasukan Romawi ini disebut dengan &lt;em&gt;Perang Mu'tah&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-7719573549843437201?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/7719573549843437201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/penyebaran-islam-ke-negeri-negeri-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7719573549843437201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7719573549843437201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/penyebaran-islam-ke-negeri-negeri-lain.html' title='Penyebaran Islam ke negeri-negeri lain'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-3586748603026958326</id><published>2008-10-22T19:50:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:50:45.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Kembali ke Mekah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selama 2 tahun Perjanjian Hudaibiyah, dakwah Islam sudah menjangkau Semenanjung Arab dan mendapat tanggapan yang positif. Hampir seluruh Semenanjung Arab, termasuk suku-suku yang paling selatan, telah menggabungkan diri ke dalam Islam. Hal ini membuat orang-orang Mekah merasa terpojok. Perjanjian Hudaibiyah ternyata telah menjadi senjata bagi umat Islam untuk memperkuat dirinya. Oleh karena itu secara sepihak orang-orang Quraisy membatalkan perjanjian tsb. Mereka menyerang &lt;em&gt;Bani Khuza'ah&lt;/em&gt; yang berada di bawah perlindungan Islam hanya karena kabilah ini berselisih dengan &lt;em&gt;Bani Bakar&lt;/em&gt; yang menjadi sekutu Quraisy. Sejumlah orang Kuza'ah mereka bunuh dan sebagian lainnya dicerai-beraikan. Bani Khuza'ah segera mengadu pada Nabi Muhammad SAW dan meminta keadilan.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Rasulullah SAW segera bertolak dengan 10.000 orang tentara untuk melawan kaum musyrik Mekah itu. Kecuali perlawanan kecil dari kaum &lt;em&gt;Ikrimah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Safwan&lt;/em&gt;, Nabi Muhammad SAW tidak mengalami kesukaran memasuki kota Mekah. Nabi SAW memasuki kota itu sebagai pemenang. Pasukan Islam memasuki kota Mekah tanpa kekerasan. Mereka kemudian menghancurkan patung-patung berhala di seluruh negeri. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;"...Kebenaran sudah datang dan yang bathil telah lenyap. Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap."&lt;b&gt;(QS. 17: 81)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;   &lt;p&gt;Setelah melenyapkan berhala-berhala itu, Nabi SAW berkhotbah menjanjikan ampunan bagi orang-orang Quraisy. Setelah khotbah tsb, berbondong-bondong mereka datang dan masuk Islam. Ka'bah bersih dari berhala dan tradisi-tradisi serta kebiasaan-kebiasaan musyrik.&lt;br /&gt;Sejak itu, Mekah kembali berada di bawah kekuasaan Nabi SAW.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Setelah Mekah dapat dikalahkan, masih terdapat suku-suku Arab yang menentang, yaitu &lt;em&gt;Bani Saqif&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Bani Hawazin&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Bani Nasr&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Bani Jusyam&lt;/em&gt;. Suku-suku ini berkomplot membentuk satu pasukan untuk memerangi Islam karena ingin menuntut bela atas berhala-berhala mereka yang diruntuhkan Nabi SAW dan umat Islam di Ka'bah. Pasukan mereka dipimpin oleh &lt;em&gt;Malik bin Auf&lt;/em&gt; (dari Bani Nasr).&lt;br /&gt;Dalam perjalanan mereka ke Mekah, mereka berkemah di Lembah &lt;em&gt;Hunain&lt;/em&gt; yang sangat strategis.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kurang lebih 2 minggu kemudian, Nabi SAW memimpin sekitar 12.000 tentara menuju Hunain. Saat melihat banyak pasukan Islam yang gugur, sebagian pasukan yang masih hidup menjadi goyah dan kacau balau, sehingga Nabi SAW kemudian memberi semangat dan memimpin langsung peperangan tsb. Akhirnya umat Islam berhasil menang. Pasukan musuh yang melarikan diri ke Ta'if terus diburu selama beberap minggu sampai akhirnya mereka menyerah. Pemimpin mereka, Malik bin Auf, menyatakan diri masuk Islam.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dengan ditaklukannya Bani Saqif dan Bani Hawazin, kini seluruh Semenanjung Arab berada di bawah satu kepemimpinan, yaitu kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Melihat kenyataan itu, &lt;em&gt;Heraclius&lt;/em&gt;, pemimpin Romawi, menyusun pasukan besar di Suriah, kawasan utara Semenanjung Arab yang merupakan daerah pendudukan Romawi. Dalam pasukan besar itu bergabung &lt;em&gt;Bani Gassan&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Bani Lachmides&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Dalam masa panen dan pada musim yang sangat panas, banyak pahlawan Islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi SAW. Pasukan Romawi kemudian menarik diri setelah melihat betapa besarnya pasukan yang dipimpin Nabi SAW. Nabi SAW sendiri tidak melakukan pengejaran, melainkan ia berkemah di &lt;em&gt;Tabuk&lt;/em&gt;. Disini Nabi SAW membuat beberapa perjanjian dengan penduduk setempat. Dengan demikian daerah perbatasan itu dapat dirangkul ke dalam barisan Islam.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Perang yang terjadi di Tabuk ini merupakan perang terakhir yang diikuti Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;Pada tahun 9 dan 10 H banyak suku dari seluruh pelosok Arab yang mengutus delegasinya kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan tunduk kepada Nabi SAW. Masuknya orang Mekah ke dalam agama Islam mempunyai pengaruh yang amat besar pada penduduk Arab. Oleh karena itu, tahun ini disebut dengan Tahun Perutusan atau &lt;em&gt;'Âm al-Bi'sah&lt;/em&gt;. Mereka yang datang ke Mekah, rombongan demi rombongan, mempelajari ajaran-ajaran Islam dan setelah itu kembali ke negeri masing-masing untuk mengajarkan kepada kaumnya. Dengan cara ini, persatuan Arab terbentuk. Peperangan antar suku yang berlangsung selama ini berubah menjadi persaudaraan agama. Pada saat itu turunlah firman Allah SWT:&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. &lt;b&gt;(QS. 110: 1-3)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Kini apa yang ditugaskan kepada Nabi Muhammad SAW sudah tercapai.   &lt;br /&gt;Di tengah-tengah suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban, telah lahir seorang nabi.   &lt;br /&gt;Ia telah berhasil membacakan ayat-ayat Allah SWT kepada mereka dan mensucikannya serta mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka, padahal sebelumnya mereka berada dalam kegelapan yang pekat.&lt;br /&gt;Pada awalnya Nabi Muhammad SAW mendapati mereka bergelimang dalam ketakhyulan yang merendahkan derajat manusia, lalu ia mengilhami mereka dengan kepercayaan kepada satu-satunya Tuhan yang Maha Besar dan Maha Kasih Sayang.&lt;br /&gt;Saat mereka bercerai-berai dan terlibat dalam peperangan yang seolah tak ada habisnya, dipersatukannya mereka dalam ikatan persaudaraan.&lt;br /&gt;Kalau sebelumnya Semenanjung Arab berada dalam kegelapan rohani, maka ia datang membawa cahaya terang-benderang untuk menyinari rohani mereka.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Pekerjaannya selesai sudah, dan seluruhnya dikerjakan dengan baik semasa hidupnya.   &lt;br /&gt;Disinilah letak keunggulan Nabi Muhammad SAW dibanding dengan nabi-nabi yang lain.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-3586748603026958326?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/3586748603026958326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/kembali-ke-mekah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3586748603026958326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/3586748603026958326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/kembali-ke-mekah.html' title='Kembali ke Mekah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-992781048987967253</id><published>2008-10-22T19:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T19:50:00.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Ibadah haji terakhir</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada tahun 10 H, Nabi SAW mengerjakan ibadah haji yang terakhir, yang disebut juga dengan &lt;em&gt;haji wada'&lt;/em&gt;.   &lt;br /&gt;Pada tanggal 25 Zulkaidah 10/23 Februari 632 Rasulullah SAW meninggalkan Madinah. Sekitar seratus ribu jemaah turut menunaikan ibadah haji bersamanya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Pada waktu wukuf di Arafah, Nabi Muhammad SAW menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah. Isi khotbah itu antara lain:&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;larangan menumpahkan darah kecuali dengan &lt;em&gt;haq&lt;/em&gt; (benar) dan mengambil harta orang lain dengan &lt;em&gt;bathil&lt;/em&gt; (salah), karena nyawa dan harta benda adalah suci.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;larangan riba dan larangan menganiaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perintah untuk memperlakukan para istri dengan baik serta lemah lembut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perintah menjauhi dosa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;semua pertengkaran di antara mereka di zaman Jahiliah harus dimaafkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pembalasan dengan tebusan darah sebagaimana yang berlaku di zaman Jahiliyah tidak lagi dibenarkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;persaudaraan dan persamaan di antara manusia harus ditegakkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, yaitu mereka memakan apa yang dimakan majikannya dan memakai apa yang dipakai majikannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dan yang terpenting, bahwa umat Islam harus selalu berpegang teguh pada dua sumber yang tak akan pernah usang, yaitu Al-Qur'an dan Sunah Nabi SAW.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;      &lt;p&gt;Setelah itu Nabi SAW bertanya kepada seluruh jemaah, "Sudahkan aku menyampaikan amanat Allah, kewajibanku, kepada kamu sekalian?"&lt;br /&gt;Jemaah yang ada di hadapannya segera menjawab, "Ya, memang demikian adanya."   &lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW kemudian menengadah ke langit sambil mengucapkan, "Ya Allah, Engkaulah menjadi saksiku."   &lt;br /&gt;Dengan kata-kata seperti itu Rasulullah SAW mengakhiri khotbahnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-992781048987967253?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/992781048987967253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/ibadah-haji-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/992781048987967253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/992781048987967253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/ibadah-haji-terakhir.html' title='Ibadah haji terakhir'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2594682237077681910</id><published>2008-10-22T19:48:00.002-07:00</published><updated>2008-10-22T19:49:22.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Kembali ke Madinah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setelah upacara haji yang lain disempurnakan, Nabi Muhammad SAW kembali ke Madinah. Disinilah ia menghabiskan sisa hidupnya. Ia mengatur organisasi masyarakat di kabilah-kabilah yang telah memeluk Islam dan menjadi bagian dari persekutuan Islam. Petugas keamanan dan para da'i dikirimnya ke berbagai daerah untuk menyebarkan ajaran-ajaran Islam, mengatur peradilan Islam, dan memungut zakat. Salah seorang di antara petugas itu adalah Mu'az bin Jabal yang dikirim oleh Nabi SAW ke Yaman. Ketika itulah hadist Mu'az yang terkenal muncul, yaitu perintah Nabi SAW agar Mu'az menggunakan pertimbangan akalnya dalam mengatur persoalan-persoalan agama apabila ia tidak menemukan petunjuk dalam Al-Qur'an dan hadist Nabi SAW.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Pada saat-saat itu pula wahyu Allah SWT yang terakhir turun:&lt;/p&gt;   &lt;blockquote&gt;"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nimat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu ..." &lt;b&gt;(QS. 5: 3)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;      &lt;p&gt;Mendengar ayat ini, banyak orang yang bergembira karena telah sempurna agama mereka, tetapi ada pula yang menangis, seperti Abu Bakar, karena mengetahui bahwa ayat itu jelas merupakan pertanda berakhirnya tugas Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2594682237077681910?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2594682237077681910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/kembali-ke-madinah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2594682237077681910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2594682237077681910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/kembali-ke-madinah.html' title='Kembali ke Madinah'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-1770755621498484164</id><published>2008-10-22T19:48:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T19:48:42.315-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Wafatnya Nabi SAW</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dua bulan setelah menunaikan ibadah haji wada' di Madinah, Nabi SAW sakit demam. Meskipun badannya mulai lemah, ia tetap memimpin shalat berjamaah. Baru setelah kondisinya tidak memungkinkan lagi, yaitu 3 hari menjelang wafatnya, ia tidak mengimami shalat berjamaah. Sebagai gantinya ia menunjuk Abu Bakar sebagai imam shalat. Tenaganya dengan cepat semakin berkurang.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Pada tanggal 13 Rabiulawal 11/8 Juni 632, Nabi Muhammad SAW menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumah istrinya, Aisyah binti Abu Bakar, dengan wasiat terakhir, &lt;i&gt;"Ingatlah shalat, dan taubatlah..."&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-1770755621498484164?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/1770755621498484164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/wafatnya-nabi-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1770755621498484164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/1770755621498484164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/wafatnya-nabi-saw.html' title='Wafatnya Nabi SAW'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-7473154981190848739</id><published>2008-10-22T19:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T19:47:56.875-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad S.A.W'/><title type='text'>Ummul Mukminin</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setelah Khadijah meninggal, Nabi Muhammad menikah lagi sebanyak 10 kali, sehingga jumlah wanita yang menjadi istrinya ada 11 orang. Kesebelas wanita ini disebut sebagai &lt;em&gt;Ummul Mukminin&lt;/em&gt; (ibu dari orang-orang yang beriman). Sebutan tsb menunjukkan bahwa para istri Nabi SAW adalah wanita-wanita yang terpilih dan dimuliakan Allah SWT.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Nabi SAW menikahi para wanita itu karena beberapa alasan, antara lain untuk melindungi mereka dari tekanan kaum musyrikin, membebaskannya dari status tawanan perang, dan mengangkat derajatnya. Tidak jarang pernihakan yang dilakukan Nabi SAW menciptakan hubungan perdamaian antara dua suku yang sebelumnya saling bermusuhan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Para Ummul Mukminin itu adalah:&lt;/p&gt;   &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Khadijah binti Khuwailid&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sa'udah binti Zam'ah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aisyah binti Abu Bakar as-Sidiq&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zainab binti Huzaimah bin Abdullah bin Umar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juwairiyah binti Haris&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sofiyah binti Hay bin Akhtab&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindun binti Abi Umaiyah bin Mugirah bin Abdullah bin Amr bin Mahzum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ramlah binti Abu Sufyan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hafsah binti Umar bin Khattab&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zainab binti Jahsy bin Ri'ah bin Ja'mur bin Sabrah bin Murrah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maimunah binti Haris&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p&gt;Beberapa dari istri Nabi SAW ini juga menjadi periwayat hadist, yaitu Aisyah, Hafsah, dan Zainab binti Jahsy.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-7473154981190848739?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/7473154981190848739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/ummul-mukminin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7473154981190848739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7473154981190848739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/ummul-mukminin.html' title='Ummul Mukminin'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-16053476518425468</id><published>2008-10-22T02:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T02:52:46.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Kisah Nabi'/><title type='text'>Pertolongan di Penghujung Malam</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;          &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-756" src="http://fansrhoma.files.wordpress.com/2008/07/coverfatawavol3no10.jpg?w=150&amp;amp;h=200" alt="" height="200" width="150" /&gt;Patah arang mencari pertolongan atau bingung mencari tempat buat meminta pertolongan? Bukankah pertolongan itu tidak terbatas? Sayang banyak orang memagari diri dan jiwanya sehingga beranggapan bahwa pertolongan nyata hanya didapat dari sesama manusia. Jarang yang mencoba menggapai pertolongan di kelamnya malam saat milyaran pasang mata terlelap dalam mimpinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;TAFSIR: Di Balik Keheningan Malam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat malam mulai merayap langit bertaburan cahaya nan indah. Di sisi lain bumi berselimtkan kabut dan gelap. Mengisyaratkan adanya dua fenomena besar yang saling berlawanan.&lt;/p&gt; &lt;hr /&gt;BONUS POSTER TATA CARA SHOLAT [Bisa di download &lt;a title="Mangga silahkan download......" href="http://www.4shared.com/file/55393427/7948437a/PosterTataCaraShalat.html?dirPwdVerified=f5eecd33" target="_blank"&gt;di sini&lt;/a&gt; ] &lt;hr /&gt;&lt;strong&gt;AKIDAH: Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam Bisa Memberi Hidayah atau Tidak?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama manusia berkubang dalam lumpur jahiliyah. Allah subhanahu wa ta’ala mengutus seorang pria pilihan. Muhammad bin Abdullah dari suku Quraisy dari negeri Arab itu dijadikan-Nya Nabi dan Rasul terakhir. Ternyata tidak sedikit yang menentangnya. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AKIDAH: Mengenal Kiamat yang Semakin Dekat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kiamat adalah salah satu masalah ghaib yang sudah semestinya diimani oleh kaum muslimin. Memang ada sebagian pihak yang berupaya menolaknya dengan mencari-cari arti baru. Namun itu bukanlah pendapat yang populer apalagi benar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;ARKANUL ISLAM: Zakat Fitri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Zakat secara umum adalah bagian dari rukun Islam. Selain dikenal adanya zakat mal yang ditujukan kepada orang-orang tertentu (kaya), ada juga zakat fithri yang cakupan pemberlakuannya lebih luas. Zakat ini terkait dengan peristiwa tahunan, yakni puasa di bulan Ramadhan. Untuk lebih menambah wawasan tentang seluk-beluk zakat fithri kami sajikan pembahasan tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;MANHAJ: Ahlussunnah itu Moderat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ada yang salah paham tentang makna moderat. Sebagian pihak secara salam memaknai moderat sebagai bebas/liberal. Padahal liberal merupakan salah satu bentuk pemahaman ekstrim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AKHLAK: Menahan Marah, Memberi Maaf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan tidak menyenangkan begitu banyak berseliweran di dunia. Ditipu, difitnah, digunjing dan sederet kejahatan lisan maupun fisik. Menyikapinya dengan marah? Itu biasa terjadi, mampukah menahan marah dan memberi maaf?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;RAMADHAN-SYAWWAL: Sambut Ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Segala puji milik Allåh subhanahu wa ta’ala, dzat yang mewajibkan puasa Råmadhån kepada para hamba-nya. shalawat dan salam semoga tercurah kepada qudwah hasanah, lelaki yang diturunkan kepadanya al-Quran, agar menjelaskan petunjuk kepada manusia. Råmadhån di depan mata. Semoga kita bisa menyapanya kembali dan menyambut dengan penuh sema­ngat dan perhatian. Tamu istimewa kita ini semoga mampu mendatangkan, dengan izin Allåh subhanahu wa ta’ala, segudang kebaikan. Dan semoga kita termasuk salah satu yang bisa mereguk kebaikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;FATWA: Fatawa Ramadhaniyah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Haqiqatus Shiyam&lt;br /&gt;Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah bin Al-Fauzan dalam kitab Nurun Ala Darb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KONSULTASI AGAMA: Bercumbu di Siang Ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang pria yang sudah beristri. Banyak pekerjaan dilakukan di luar rumah. Ketika pulang atau libur saya optimalkan bercengkerama dengan istri. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait dengan batal tidaknya puasa. Dalam bulan Råmadhån kadang-kadang saya kebablasan. Pernah karena mencium istri tanpa terasa menjadi memeluknya. Apakah batal puasa saya karena perbuatan saya tersebut? Terus kalau seorang pria bersetubuh/menggauli istri tanpa berjima’ apakah juga membuat puasanya menjadi batal? Atas perhatian dan jawabannya diucapkan terima kasih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MUAMALAH: Mengenal Jual Beli Islami&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jual beli banyak dilakukan oleh manusia, termasuk kaum muslimin. Kaum muslimin sebagai pemeluk agama yang sempurna mesti menyandarkan aturan transaksi pada syariat islam. Karena itu umat islam sudah semestinya mengenal jual beli yang diatur oleh syariat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MUAMALAH: Bentuk Transaksi yang Terlarang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jual beli merupakan aktivitas yang hampir pasti terjadi pada manusia. Hal ini muncul karena sifat merasa saling membutuhkan. Seorang pedagang pasti membutuhkan pembeli, sebagaimana pembeli akan mencari-cari pedagang. Dalam Islam jual termasuk muamalah yang diatur dengan kaidah dan adabnya. Memang perdagangan termasuk masalah dunia, tetapi bukan berarti Islam melepas begitu saja memberi kebebasan sebebas-bebasnya. Karena menyangkut urusan orang banyak wajar sekali Islam memberikan rambu-rambu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SIYASAH: Bermukim di Negeri Kafir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang merasa bangga bisa bepergian melancong ke negeri orang. Ada yang suka berbelanja pula ke negeri seberang. Tidak sedikit pula yang kemudian menetap dalam waktu yang lama. Ironisnya negara tujuan tersebut adalah negeri kafir, sementara yang melakukan tidak sedikit yang beragama Islam. Bagaimana hukum tinggal di negeri kafir? Fatwa berikut mungkin bisa jadi patokan bagi kita dalam mewujudkan politik luar negeri secara personal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;QAUL 4 IMAM: Pokok Sunnah menurut Imam Ahmad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semakin berkembangnya dakwah sunah semakin banyak pula tantangannya. Apalagi agama-agama batil semakin terbuka kedoknya di mata masyarakat ilmiah. Kemudian dimunculkanlah gerakan yang bersifat merusak Islam. Gerakan itu sebenarnya berpangkal dari rasa hasad para ahli kitab dan kaum musyrikin. Berbagai ge­rakan merusak pun diciptakan. Beberapa yang baru saja muncul, dengan format lama, adalah gerakan yang menamakan Al-Qiyadah al-Islamiyah. Gerakan yang bekerja secara rahasia ini sangat rapi dalam melakukan perusakan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MUFTI KITA: Abdullah bin Salam, Sahabat Nabi dari Bani Israil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Namanya adalah Abdullåh bin Salam ibnul Harits. Dengan kun-yah Abul Harits al-Isråili, sekutu kaum Anshår. Muhamad bin Sa`ad menuturkan, sebelumnya Abdullåh bernama al-Hushain. Oleh Råsulullåh shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian diganti menjadi Abdullåh. Abdullåh bin Salam termasuk ulama di kalangan Yahudi, masih keturunan Nabi Yusuf bin Ya`qub ‘alaihima salam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KESEHATAN &amp;amp; PENGOBATAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tetap Bugar di Bulan Ramadhan&lt;br /&gt;Resep Madu Herbal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CELAH LELAKI: Terjerat Perilaku Gay&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu muncul buku gelap yang mendukung perilaku kaum komoseksual, gay dan lesbian. Parahnya buku itu keluar dari seorang aktivis di sebuah kampus yang dikenal sebagai institusi keagamaan, UIN.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;NUANSA WANITA: Agar Wanita Lajang Tetap Optimis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya lelaki yang memandang indah sebuah pernikahan. Seorang wanita juga punya rasa yang sama. Semuanya merindu untuk mendapat teman hidup mengarungi samudra kehidupan. Hanya saja tidak semua keinginan dan cita-cita bisa berwujud nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JELANG NIKAH: Menyediakan Mahar Secara Haram&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Betapa kebahagiaan orang yang anak menikah. Berbagai kesedihan seakan tertutup oleh berbagai harapan dan impian yang indah. Tak heran banyak yang berlomba untuk meraihnya. Tapi haruskah dengan menghalalkan segala cara?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;RUMAH TANGGAKU: Istri Memukul, Haruskah Dibalas?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ustadz saya seorang suami. Dalam berumah tangga kadang saya cecok dengan istri. Begitu cekcok, istri biasanya melempar apa yangada didekatnya. Kalau tidak ada barang tangannya pun dipukulkan kepada saya. Apakah saya boleh membalas pukulannya? Terima kasih atas jawabannya.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-16053476518425468?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/16053476518425468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/pertolongan-di-penghujung-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/16053476518425468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/16053476518425468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/pertolongan-di-penghujung-malam.html' title='Pertolongan di Penghujung Malam'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8979026105318786205</id><published>2008-10-22T02:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T02:51:31.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Kisah Nabi'/><title type='text'>Salam itu Kini Semakin Mahal</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;          &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-751" src="http://fansrhoma.files.wordpress.com/2008/07/coverfatawavol3no11.jpg?w=200&amp;amp;h=267" alt="" height="267" width="200" /&gt;Wajah ditekuk. Mulut seakan terkunci, terasa begitu berat menerbitkan secuil senyum pun. Mata lebih berat memandang hamparan bumi di depannya, daripada memandang saudaranya yang berpapasan. Tangan pun menjadi tidak sambung untuk sekadar bersalaman pun. Tidak berlebihan jika gambaran tersebut mewakili sikap sebagian kaum muslimin, kalau tidak boleh dikatakan kebanyakan, saat berpapasan dan bertemu dengan saudaranya seiman. Cuek dan tak mau tahu, seakan yang ada hanya dirinya sendiri…kecuali orang lain itu diharapkan bisa memberi keuntungan, telah memberi keuntungan, atau selalu akan memberikan keuntungan. Begitu terasa bahwa salam kini semakin mahal.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AKIDAH: Tempat Terlarang untuk Shalat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tempat merupakan bagian penting dalam shalat. Sah atau tidaknya shalat juga terkait dengan tempat. Bahkan termasuk syarat shalat. Hal ini sangat erat kaitannya dengan usaha menjaga ketauhidan. Tempat-tempat mana saja yang boleh dan tidak boleh untuk shalat?&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AKIDAH: Mencela Waktu Termasuk Dosa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hari ini memang hari yang sial…! Betapa banyak yang sering mengungkapkan keluhan dengan kalimat semacam ini. Kegagalan, kekecewaan, kerugian ditimpakan sebabnya pada hari dan waktu. Muncullah keyakinan adanya hari baik dan hari jelek. Keyakinan tersebut berangkat dari kesalahan akidah. Perilaku semacam ini sudah terjadi sejak dahulu. Kebiasaan orang-orang bodoh di zaman jahiliyah/kebodohan kini banyak ditiru oleh orang-orang yang lemah imannya, orang-orang yang bodoh dan tidak tahu hukum-hukum agama. Padahal sesungguhnya, waktu tidak dapat memberikan suatu manfaat atau menimpakan suatu kemudharatan (bahaya). Akan tetapi waktu itu diatur dan dikendalikan. Dan perubahannya menjadi hari, pekan, bulan, dan tahun merupakan ketentuan dari Allåh Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dengan demikian mencela waktu sama saja dengan mencela Yang Mengaturnya.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;TAFSIR: Bacalah Al-Quran dengan Tartil&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Dalam al-Quran Allåh Ta’ala memerintahkan agar al-Quran sebagai firman-Nya dibaca dengan tartil. Bagaimanakah tartil itu? Bacalah al-Quran itu dengan tartil, adalah makna dari surat al-Muzammil ayat 4.  “…dan bacalah al-Quran itu dengan tartil.” &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;ARKANUL ISLAM: Meluruskan dan Merapatkan Shaf&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Shalat berjamaah merupakan aktivitas yangsudah tidak asing bagi umat Islam. Meski sedikit yang melakukannya, tetap merupakan amal yang utama. Sayang kadang dalam berjamaah, keadaan barisan shaf kurang baik. Tidak lurus sehingga terlihat ada yang maju ada pula yang terlalu ke belakang. Masih juga renggang. Meluruskan dan merapatkan shaf (barisan) dalam shalat berjamaah sangat diperintahkan, sebagaimana di dalam sabda Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam, Artinya, “Luruskan shafmu, karena sesungguhnya meluruskan shaf itu merupakan bagian dari kesempurnaan shalat”. (Muttafaq ‘Alaih)&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MANHAJ: Beberapa Prinsip Ahlussunnah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Kini semua mengklaim sebagai pengusung metode ahlussunnah waljamaah. Khawarij kini pun berdandan sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai orang yang berpegang pada kaidah ahlussunnah. Demikian pula murjiah. Beredar pula isu yang dihembuskan oleh para pemuja bid’ah dan syirik di kuburan, bahkan mereka merasa perlu untuk menamakan diri sebagai Salafy Indonesia. Salafy yang bercorak lokal Indonesia, lebih tepatnya Jawa atau beraroma sisa-sia peninggalan animisme/Hindu. Kelompok ini menuduh secara membabi buta terhadap Ibnu Taimiyah dan yang sepaham dengannya sebagai salafi palsu. Mereka juga mempertanyakan keahlussunnahan Ibnu Taimiyah.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AKHLAK: Celah Setan Menggoda Ahli Ilmu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Di antara manusia ada yang memiliki hasrat dan semangat yang tinggi, sehingga mereka bisa mendalami berbagai cabang ilmu syariat, berupa ilmu al-Quran, hadits, fikih, dan sastra. Lalu Iblis mendatangi mereka dengan talbis-nya yang lembut, sambil membisikkan kesombongan kepada mereka, karena mereka bisa mendalami berbagai macam ilmu dan bisa mengulurkan manfaat kepada orang lain. Di antara mereka ada yang tidak pernah bosan menggali ilmu dan merasakan kenikmatan dalam penggalian ini, yang tentu saja karena bisikan Iblis. Iblis bertanya kepadanya, Sampai kapan engkau merasa letih melakukan semua ini? Tenangkan badanmu dalam memikul beban ini dan lapangkan hatimu dalam menikmati ilmu. Karena jika engkau melakukan kesalahan, maka ilmu dapat membebaskan dirimu dari hukuman. Lalu Iblis membisikinya tentang kelebihan yang dimiliki para ulama.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SIYASAH: Politik itu Ada Saatnya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Ada saja umat yang berusaha menghapuskan unsur politik dari ranah Islam. Yang diinginkannya adalah bahwa politik itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan gama, begitu pula agama tidak ada kaitannya dengan politik. Sementara yang lain mencampuradukkan politik Yunani dengan politik Islam. Pokoknya politik yang dilabeli islami menjadi politik Islam. Dari itu muncullah istilah demokrasi islam, kepitalisme islam, sosialisme islam dan lain-lain yang kemudian ditempeli dengan kata islami. Padahal nama tidak akan mengubah sebuah hakekat.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;FATWA:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Termasuk suap atau bukan?&lt;br /&gt;Menggunakan Perangkat Playstation&lt;br /&gt;Bahaya Dakwah Pemuda Kepada Perempuan&lt;br /&gt;Sekolah Dengan Lelaki dan Wanita Campur Baur&lt;br /&gt;Perempuan Mengobati Pasien Pria&lt;br /&gt;Ucapan Råhimahullåh Untuk Yang Telah Wafat&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MUAMALAH: Transaksi di Bank Konvensional&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Haramnya riba sudah sangat jelas dan gamblang disampaikan oleh Allah dalam kitab-Nya Al Qur’an dan Rasul-Nya Muhammad n . Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah n melaknat beberapa golongan yang terlibat dalam urusan riba. Yaitu orang yang makan riba, yang memberikannya serta penulisnya. Lalu bagaimana kaitannya dengan bank konvensional sebagai salah satu lembaga yang berhubungan erat dengan masalah riba?&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MUAMALAH: Hak Khiyar dalam Jual Beli&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Jual beli yang diatur oleh Islam merupakan sebuah konsep syariat untuk kebaikan manusia. Tidak bisa dipungkiri transaksi yang berkaitan dengan kebutuhan manusia sangat potensial menimbulkan perselisihan. Perselisihan itu bisa disebabkan oleh faktor, salah satunya, kekecewaan. Kecewa karena barangnya tidak seperti yang dibayangkan. Kecewa karena barangnya tidak seindah yang digambarkan penjual. Dan kecewa karena berbagai sebab lain. Karena itulah dalam konsep perdagangan Islam dikenal adanya usaha untuk menekan hal negatif ini. Disediakanlah hak khiyar (memilih). Allah syariatkan dalam jual beli berupa hak memilih bagi orang yang bertransaksi, supaya dia puas dalam urusannya, bisa melihat maslahat dan madharat dalam akad tersebut. Dengan begitu bisa didapatkan harapan sesuai pilihannya atau membatalkan transaksi kalau memang tidak mendapat maslahat.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MUFTI KITA: Uwais al-Qarni Pemuda Shaleh yang Rendah Hati&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Pada zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca al-Quran dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KONSULTASI AGAMA: Menikah Ketika Hamil&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Akhir-akhir ini banyak pernikahan yang dilakukan ketika wanita sudah dalam kondisi hamil. Karena itu tidak sedikit bayi yang sudah lahir dari perut ibunya sementara usia pernikahan orang tuanya belum mencapai setengah tahun. Sebenarnya apa hukum menikah dalam kondisi hamil? Sah atau tidak? Saya pernah dengar hal tersebut tidak sah. Kalau betul bagaimana dengan pernikahan tersebut? Harus batal dengan cerai kemudian menikah lagi atau bagaimana?&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KONSULTASI AGAMA: Suami Terjerat Jaring LDII&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Ustadz perkenalkan saya adalah seorang istri dari seorang pria yang menjadi anggota kelompok LDII. Dulu pun saya termasuk anggota. Kini saya bingung dengan posisi saya, karena dalam keyakinan LDII kelompok di luarnya adalah kafir. Dalam kesendirian saya di tengah perkampungan komunitas LDII saya khawatir akan terseret lagi. Untuk itu saya mohon advisnya. Jazakållåhu khåirån.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KESEHATAN &amp;amp; PENGOBATAN: Wahai Muslimah…Bahaya Kosmetik Mengancammu!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Produk kosmetik dan alat kecantikan kini semakin membanjiri dunia wanita. Hal ini terjadi setelah pihak produsen bisa menguasai perasaan wanita dengan menanamkan kesan bahwa wanita itu belum cantik sehingga harus dipercantik. Ketika seorang wanita, dari usia pra remaja hingga usia tua, telah termakan isu tersebut maka potensi pasar akan terbuka begitu nyata. Wanita mana tak ingin tampil cantik di hadapan suaminya? Bahkan kekeliruan besar pun telah membudaya bahwa kecantikan itu untuk dipamerkan kepada setiap orang yang ditemuinya.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CELAH LELAKI: Meremehkan Shalat Berjamaah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Dalam kondisi perang, saat shalat Allah tetap memerintahkan kaum muslimin untuk melaksanakannya secara berjamaah dangan saling bergantian, antara yang sebagian berjaga menghadapi musuh dengan sebagian yang shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengancam akan membakar rumah orang yang tidak hadir shalat berjamaah di masjid. Beliau juga tidak memberi dispensasi bagi salah seorang shahabat yang minta izin untuk tidak ikut berjamaah karena dia buta dan tidak ada yang menuntunnya ke masjid. Selama adzan masih terdengar olehnya, dia tetap harus ke masjid untuk shalat.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;NUANSA WANITA: Suka Melaknat Anak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; “Dasar bandel! Nakal!” Maki seorang ibu kepada putranya yang tidak menuruti perintahnya. Kata-kata umpatan atau makian, kadang memang begitu ringan keluar dari mulut seorang wanita pada anaknya. Mereka tidak sadar, bahwa ucapan seorang bunda, bisa menjadi doa bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;JELANG NIKAH: Berlebihan Menetapkan Mahar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Pernah ada kasus, seorang ikhwan terpaksa bercerai dengan istrinya. Cukup lama dia menduda, sambil mengurus kedua putranya yang masih kecil. Sebenarnya, dia tak ingin berlama-lama dengan kondisi seperti ini. Sebenarnya, banyak teman yang menawarkan akhwat untuk jadi istrinya. Di sini terjadi dilema, di satu sisi dia ingin segera dapat pengganti istrinya, di sisi lain dia tak ingin ceroboh, tergesa-gesa dan asal terima. Dia harus lebih selektif dan berhati-hati, agar kisah pahit itu jangan sampai terulang lagi. Apalagi ia ingin istrinya kelak juga bisa menjadi ibu yang baik bagi kedua anaknya.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama, bertemu juga dia dengan akhwat yang sesuai dengan kriterianya, sekaligus bisa menerima keadaannya. Yang jadi masalah, akhwat itu berasal dari komunitas berada, yang punya tradisi “wah” dalam menentukan mahar bagi para putrinya. Karena ekonominya yang pas-pasan dan harus mengumpulkan “modal”, sang ikhwan pun harus bersabar lebih lama untuk bisa mempersuntingnya. Ah, kenapa yang harusnya mudah, selalu saja dibikin susah.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;RUMAH TANGGAKU: Bila Suami Kurang Perhatian&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; Bagi wanita, memiliki suami shalih adalah dambaan. Lebih-lebih  sudah shalih, masih ditambah romantis, penyayang, penyabar, ringan tangan dan perhatian, tentu makin diimpikan, karena sangat langka dan semakin susah didapatkan. Ada yang beruntung mendapat suami penyabar, sayang kurang perhatian. Ada yang suaminya ahli ilmu dan rajin ibadah, sayang pemarah dan kurang sabaran, dan seribu satu macam kasus lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik terhadap keluarganya….” Andai saja setiap suami mau lebih menghayati, dan selanjutnya mengamalkan pesan penting yang terkandung di dalam hadits ini, tentu mereka akan lebih hati-hati dalam bersikap dan berbuat terhadap istri serta anak-anaknya.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8979026105318786205?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8979026105318786205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/salam-itu-kini-semakin-mahal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8979026105318786205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8979026105318786205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/salam-itu-kini-semakin-mahal.html' title='Salam itu Kini Semakin Mahal'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-7819640485707219910</id><published>2008-10-22T02:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T02:50:54.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Kisah Nabi'/><title type='text'>Tetesan Air mata surga</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;          &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-753" src="http://fansrhoma.files.wordpress.com/2008/07/coverfatawavol3no12.jpg?w=200&amp;amp;h=267" alt="" height="267" width="200" /&gt;Isak tangis para sahabat yang tengah duduk mengelilingi Råsulullåh shallallahu ‘alaihi wasallam mengherankan seorang pemuda yang ikut duduk di majelis tersebut. Mereka semua menangis terisak, bahkan Råsulullåh shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri menyampaikan nasehatnya dengan suara parau. Sedang si pemuda, tak setetes pun air mata keluar dari kelopak matanya. Ia menanyakan kejanggalan dirinya kepada Råsulullåh shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau kemudian menyebutkan penyebabnya yaitu kerasnya hati. Diuraikan juga berbagai penyebab yang saling bertaut hingga mengeraskan hatinya. Semuanya bercabang dari cinta dunia dan takut mati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;TAFSIR: Derai Air Mata Orang Bertakwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menangis di saat mendengar ayat-ayat Allåh dan nase­hat-nasehat tentang akhirat adalah merupakan bukti dalamnya iman, merupakan bukti manfaatnya ilmu dan merupakan kebiasaan para Nabi dan orang-orang shålih selagi di dunia. Sementara orang-orang yang ingkar dan lemah iman justru selalu bergembira ria serta banyak tawa dan canda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AKIDAH: Asy’ariyah bukan Ahlus Sunnah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asy’ariyyah adalah nama sebuah kelompok atau firqah ahli kalam yang menisbatkan diri kepada Abul Hasan al-Asy’ari ketika menyatakan diri keluar dari kelompok Mu’tazilah. Asy’ariyyah menjadikan hujjah-hujjah dan dalil-dalil akal serta ilmu kalam untuk membantah kelompok Mu’tazilah, kaum filosof dan kelompok lain yang menyelisihinya. Bantahan itu dilakukan ketika menetapkan hakikat agama dan akidah Islam, mengikuti pemikiran Ibnu Kullab. Mereka mengklaim diri mereka sebagai Ahlus Sunnah. Di negara kita sering disalahpahamkan bahwa metode Asy’ariyah, sebagaimana Maturidiyah, adalah sama dengan Ahlusunnah wal Jama’ah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AKIDAH: Bulan Suro Bulan Sial?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam perhitungan tahun Islam yang sering dikenal dengan tahun Hijriyah. Di Jawa khususnya, Indonesia pada umumnya, bulan Muharram dikenal dengan istilah Suro. Bagi sebagian pihak bulan Suro mempunyai nilai tersendiri. Kalau bagi umat Islam bulan Muharram mengandung hari yang disunahkan untuk melakukan puasa sunah. Di hari itu pula Musa diselamatkan dari kejaran Firaun. Sementara itu kaum penganut agama Syi’ah Rafidhah yang menganggap Muharram sebagai bulan kesedihan dan kesialan, demikian pula sebagian orang di Indonesia dalam memandang bulan Suro.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; ARKANUL ISLAM: Berkurban Sesuai Sunnah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpisah dengan ‘Idul Fithri yang baru lalu, sebentar lagi kita akan kembali dipertemukan dengan hari raya ‘Idul Adha. Itulah dua hari raya, tidak lebih, yang dimiliki kaum muslimin. Jika ‘Idul Fithri terkait dan tergantung pada rukun ibadah shaum Råmadhån, maka ‘Idul Adha terkait dan tergantung pada rukun ibadah haji di Baitullah di tanah suci. Salah satu hikmah yang bisa dipetik di balik pengaitan kedua ‘id tersebut dengan kedua rukun Islam itu adalah agar penyambutan dan peringatan kedua hari kegembiraan tersebut tetap dalam nuansa ibadah yang penuh kekhusyukan dan didasari oleh komitmen syar’i yang tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; MANHAJ: Bantah Ahli Bid’ah Tidak Berarti Pro Kaum Kufar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pihak sering memunculkan kesan bahwa membantah kejelekan bid’ah dan perilakunya merupakan kesalahan dakwah. Lebih dari itu ada yang menghembuskan isu bahwa langkah semacam itu menunjukkan sebagai agen Mosad, kaki tangan Yahudi dan tuduhan semacamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; AKHLAK:   Tali Kekeluargaan Sambunglah Jangan Diputus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hubungan keluarga adalah sesuatu yang sangat dihormati oleh syariat Islam. Islam telah menetapkan segala sesuatu yang dapat menguatkan dan mengeratkan ikatan hubungan di antara para pemeluknya. Pada skala keluarga, misalnya, kita dapati Islam menyerukan ikatan tersebut dalam suatu bentuk yang merealisasikan keselarasan dan kasih sayang, mencegah kerusakan, menjadi penengah dan jalan keluar dari perselisihan yang terjadi. Islam pula menyeru dan mengajarkan bagaimana menjaga hak-hak kerabat. Islam mengajarkan bagaimana menunaikan hak sebaik mungkin, dengan cara menjalin hubungan, berbuat baik, melakukan kunjungan dan memuliakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; SIYASAH: Pemimpin Mesti Berhiaskan Akhlak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dan tugas kepemimpinan dalam Islam adalah menegakkan agama Allåh. Kalimat Allåh adalah kalimat yang paling tinggi, dan ibadah adalah hak Allåh semata. Allåh tidak menciptakan makhluk-Nya melainkan agar beribadah kepada-Nya. Untuk itulah, diturunkan kitab dan diutus para rasul. Råsulullåh shallallahu ‘alaihi wasallam, para sahabatnya dan orang-orang yang beriman berjihad fisabilillah pun untuk hal itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; KHUTBAH IDUL ADHA: Mari Hanya Tunduk Kepada Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kunci kesempurnaan Khålilullah (Kekasih Allåh Ta’ala) Ibråhim Alaihissalam dalam ketundukan kepada Rabbnya adalah rasa tsiqah (yakin) beliau kepada segala perintah-perintahNya bahwa di dalamnya pasti terkandung maslahat nampak atau tidak, saat ini atau di kemudian hari. Rasa tsiqah ini berwujud iman dan yakin yang senantiasa memenuhi relung hati, lisan dan perbuatan beliau sehingga kalimat yang keluar di saat datang perintah adalah sebagaimana firman Allåh Ta’ala dalam surat al-Baqåråh ayat 131: “Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; FATWA: Kirim Hewan Kurban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan semakin dekatnya hari raya ke dua kaum muslimin, yaitu ’Idul Kurban atau ’Idul Adha, perbincangan dan pembahasan seputar permasalahan hukum hewan kurban menjadi ramai. Banyak kaum muslimin yang bersiap-siap menyisihkan sebagian hartanya untuk beribadah kepada Allåh ta’ala dalam bentuk menyembelih kurban. Banyak pula didapati kaum muslimin yang mempersiapkan dagangan sapi atau kambing yang dipasarkan di pinggir-pinggir jalan atau di pasar-pasar hewan, suatu pemandangan tahunan yang dapat kita saksikan di mana-mana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; FATWA: Tawasul &amp;amp; Berkurban untuk Selain Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allåh) dengan menyembelih kambing di kuburan para wali yang shalih masih dijumpai dalam keluargaku. Aku telah melarangnya, namun mereka tambah menentang. Aku katakan kepada mereka, ”Sesungguhnya perbuatan tersebut termasuk menyekutukan Allåh!” Mereka malah menjawab, ”Kami telah beribadah kepada Allåh dengan sebenar-benarnya ibadah, tetapi apa dosa kami bila kami berziarah ke (makam) wali-wali-Nya, kemudian kami berdoa kepada Allåh…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; MUAMALAH: Sistem Ekonomi Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia mungkin belum terlalu kuat kepercayaan kepada konsep ini. Pada dekade 70-an baru mulailah muncul kembali sosok Ekonomi Islam dan Lembaga Keuangan Islam dalam tatanan dunia Internasional, kajian Ilmiah tentang Sistem Ekonomi Islam marak menjadi bahan diskusi kalangan akademisi di berbagai Universitas Islam, hasil kajian tersebut dalam tataran aplikatif mulai menuai hasilnya dengan didirikannya Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah tahun 1975 yang diikuti dengan berdirinya bank-bank Islam di kawasan Timur Tengah. Hal ini bahkan banyak menggiring asumsi masyarakat bahwa Sistem Ekonomi Islam adalah Bank Islam, padahal Sistem Ekonomi Islam mencakup ekonomi makro, mikro, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, Fublic Finance, model pembangunan ekonomi dan instrumen-instrumennya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; MUAMALAH: Urgensi Kerja Menurut Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam sangat memperhatikan kerja dan menganggapnya sebagai sesuatu yang paling esensial dalam kehidupan masyarakat. Mengingat, kerja mempunyai peranan besar dalam membangun Umat Islam, dan untuk mewujudkan kebangkitan umat Islam di antara umat dan masyarakat lainnya. Kerja (mencari nafkah) dalam Islam hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap muslim, karena untuk melaksanakan kewajiban Islam harus didukung oleh kemampuan jiwa dan raga. Kemampuan ini tidak bisa diperoleh kecuali dengan makanan dan nafkah. Sudah menjadi maklum, bahwa sesuatu yang menjadi penopang untuk melaksanakan kewajiban, maka sesuatu itu hukumnya menjadi wajib, dimana pelakunya akan diberi pahala jika melaksanakannya, dan akan berdosa jika meninggalkannya, sebagaimana ketetapan para ahli fiqih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; MUFTI KITA: Abu Darda, Seorang Imam Panutan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau termasuk salah seorang imam yang menjadi panutan umat ini, salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bijaksana, orang yang langsung belajar al-Quran kepada Råsulullåh shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak belajar kepada selainnya, termasuk pengum­pul al-Quran pasa masa hidup Rå­sulullåh shallallahu ‘alaihi wasallam, dan penghulu orang-orang fakir miskin dan sekaligus sebagai qådhi di kota Damaskus pada masa khalifah Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; KONSULTASI AGAMA: Pria Beristri Mengaku Belum Beristri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang sudah beristri dan masih berstatus suami istri ditanya seseorang apakah sudah beristri atau belum. Pria tersebut menjawab belum beristri. Apakah ucapannya tersebut otomatis berlaku talak bagi istrinya?&lt;br /&gt;Pernyataan seorang suami kepada istrinya, misalnya, ’Engkau cantik seperti ibuku!’ termasuk juga perkataan yang bisa menyebabkan terjadinya jatuh talak secara otomatis?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; KONSULTASI AGAMA: Mau Rujuk Dihalangi Orang Tua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena sesuatu hal sepasang suami istri sempat melakukan cerai pertama kali. Setelah berjalan beberapa waktu ada kesepakatan keduanya melakukan rujuk bersatu kembali dalam rumah tangganya semula. Ternyata rencana itu tidak bisa berjalan mulus akibat ada ganjalan dari salah satu pihak. Dalam hal ini orang tua pria tersebut berusaha menghalangi proses rujuk anaknya tersebut dengan istri yang telah diceraikannya tersebut. Bagaimana menyikapi masalah ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; QAUL 4 IMAM: Imam yang Empat adalah Satu, Mengapa Kita Berselisih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Imam, pemimpin panutan, sebenarnya sangatlah banyak. Sejak zaman para sahabat hingga kini jumlahnya tak terhitung dengan jari. Namun adalah suatu kenyataan bahwa imam yang begitu masyhur di kalangan umat, tidak hanya di Indonesia, adalah imam yang empat. Tesebutlah nama Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad yang sering menjadi rujukan oleh kebanyakan kaum muslimin. Meski banyak yang mengenalnya dan mengaku sebagai orang yang mengikutinya, ternyata tidak banyak yang mengetahui pendapatnya secara valid. Kebanyakan orang memang hanya mendengar dari orang lain atau tulisan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; KESEHATAN &amp;amp; PENGOBATAN: Penelitian Tentang Minyak Zaitun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Minyak zaitun sudah tidak asing lagi sebagai salah satu bahan thibbun nabawi. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan nasihat agar mengkonsumsi minyak zaitun dan menjadikannya minyak oles. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pada tanggal 21 April 1997 diselenggerakan pertemuan di Roma, yang dihadiri 16 pakar medis paling terkenal di dunia. Mereka mengkupas, mengkaji dan mengeluarkan satu keputusan penting tentang minyak zaitun dan makanan rumput laut putih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; CELAH LELAKI: Lelaki adalah Milik Orang Tua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita, apabila sudah menikah, maka ia menjadi “milik” suaminya. Ia harus lebih mengutamakan taat pada suaminya, daripada kepada orangtuanya. Berbeda dengan lelaki. Ia tetaplah “milik” orangtuanya, dan harus mengutamakan untuk taat kepada orangtuanya, terutama ibunya.&lt;br /&gt;Suatu saat seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta izin untuk berjihad. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah bapak ibumu masih hidup?” Orang itu menjawab, “Ya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah kamu berbakti kepada keduanya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; NUANSA WANITA: Meski Boleh, Jangan Sering Dilakukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ziarah kubur adalah sunah. Selain mendoakan keselamatan kepada penghuninya, dengan ziarah seseorang akan teringat dengan kematian dan akhirat. Semua ulama sepakat bahwa ziarah adalah sunah. Itu hukum bagi kaum pria. Sementara hukum ziarah kubur bagi kaum wanita menjadi perselisihan di kalangan ulama. Ada yang mengharamkan secara mutlak atau makruh litahrim. Ada yang menetapkannya semagai amalan yang makruh li­tanzih. Ada pula yang mengaskan sebagai amal yang boleh bahkan sunah sebagaimana kaum pria.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; JELANG PERNIKAHAN: Mau Nikah, Pekerjaan Belum Mapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di antara ikhwan, banyak sekali yang sebenarnya sudah punya keinginan kuat untuk menikah, namun mereka belum berani, karena merasa penghasilannya belum mencukupi. Untuk diri sendiri saja masih pas-pasan, bagaimana kalau untuk menghidupi keluarga? Masalahnya, di saat kebutuhan untuk menikah sudah begitu mendesak, syahwat tak bisa dikendalikan lagi dengan puasa, apakah hal seperti ini bisa dijadikan alasan untuk menunda nikah? Bukankah Allah berjanji akan membantu seorang pemuda yang menikah demi menyelamatkan agamanya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; RUMAH TANGGAKU: Tidak Tahan Akhlak Suami&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya, “Bagaimana hukum syariat bila saya sebagai seorang wanita meminta cerai karena hubungan suami istri tidak mungkin dipertahankan, yakni karena beberapa sebab berikut: Pertama, suami saya jahil dan tidak mengetahui hak istri, seringkali mencaci saya dan ayah saya, bahkan menyebut saya sebagai orang Yahudi, orang Nashrani atau Syi’ah Rafidhah. Akan tetapi saya masih bisa bersabar terhadap akhlak buruknya tersebut demi masa depan anak-anak. Namun ketika saya menderita sejenis penyakit radang persendian, saya menjadi lemah, tidak bisa bersabar lagi menghadapinya…&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-7819640485707219910?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/7819640485707219910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/tetesan-air-mata-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7819640485707219910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/7819640485707219910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/tetesan-air-mata-surga.html' title='Tetesan Air mata surga'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-2797568559241453638</id><published>2008-10-22T02:47:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T02:49:16.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Islam'/><title type='text'>Seputar Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ilma95.com pemandu download Seputar Islami……&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;table class="Semua" style="height: 646px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="478"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;strong&gt; Jenis &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;strong&gt;Nama File&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;strong&gt; Ukuran &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;strong&gt; Download &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/excel.gif" alt="Icon File Microsoft Excel" height="34" width="33" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Indeks Al-Qur’an&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;754 Kb&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/indeks_quran.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/excel.gif" alt="Icon File Microsoft Excel" height="34" width="33" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Hitung Zakat&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;55 Kb&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.sobat-azzam.info/file/doc/calcs/zakat.xls"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/excel.gif" alt="Icon File Microsoft Excel" height="34" width="33" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Program Evaluasi Harian&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;17 Kb&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.sobat-azzam.info/file/doc/calcs/amal_yaumi.xls"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/excel.gif" alt="Icon File Microsoft Excel" height="34" width="33" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Simulasi Diri (Muhasabah)&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;39 Kb&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/muhasabah-simulasi_diri.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/access.gif" alt="Icon File Microsoft Access" height="34" width="33" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Zakat Sistem&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;750 Kb&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/rar.gif" alt="Icon File Zip" height="24" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://dida.vbaitullah.or.id/download/zakat.rar"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/txt.gif" alt="Icon File Text" height="38" width="31" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Rahasia Al-Quran&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;451 Kb&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.wayofmuslim.com/ebook-islam/RahasiaAl-Quran.rtf"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/rtf.gif" alt="Icon File Rich Text Format" height="38" width="33" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Menangkal Bahaya JIL Dan FLA&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;241 Kb&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/sabiluna/zip/mcb033-Bahaya_JIL_dan_FLA.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/excel.gif" alt="Icon File Microsoft Excel" height="34" width="33" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Kalender Puasa Sunnah Tahun 1900-2078&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;259 KB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/kalender_puasa_sunnah_tahun_1900-2078.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/lain2.gif" alt="Icon File Lain2" height="32" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Kisah Muhammad SAW&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;393 Kb&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/kisah_muhammad_saw.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Kisah Khulafaur Rasyidin&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;641 Kb&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/kisah_khulafaur_rasyidin.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Wives &amp;amp; Children of Prophet&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;971 KB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/wives-children_of_prophet.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Biographies of Companions&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;1,28 MB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/biographies_of_companions.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Al-Tirmidhi Hadith&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;1,10 MB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/al-tirmidhi_hadith.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;A Source of Civilization, Yusuf Al-Qaradawi&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;518 KB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/the_sunnah_a_source_of_civilization.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;20 Hujah Golongan Anti Hadis &amp;amp; Jawabannya&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;516 KB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/20hujah_golongan_anti_hadis-jawabannya.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Pedoman Bermazhab Dalam Islam&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;420 KB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/pedoman_bermazhab_dalam_islam.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;   &lt;table class="Semua" style="height: 82px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="485"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Panduan Lengkap Puasa Ramadhan&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;457 KB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/panduan_lengkap_puasa_ramadhan.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/ebook.gif" alt="Icon File Ebook" height="33" width="35" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru1"&gt;Hadits Untuk Pegangan Sehari-Hari&lt;/td&gt; &lt;td class="BPutih"&gt;343 KB&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ilma95.net/images/zip.gif" alt="Icon File Zip" height="26" width="29" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="BBiru2"&gt;&lt;a href="http://www.ilma95.net/download/hadits_untuk_pegangan_sehari-hari.zip"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-2797568559241453638?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/2797568559241453638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/seputar-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2797568559241453638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/2797568559241453638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/seputar-islam.html' title='Seputar Islam'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-8725586176761083559</id><published>2008-10-22T02:46:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T02:46:55.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Kisah Nabi'/><title type='text'>Peperangan Di Masa Rasulullah (bagian 1)</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;          &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Tak lama setelah Rasulullah saw. menetap di Madinah mulailah terjadi peperangan antara kaum Muslimin dengan kafir Quraisy. Oleh sejarawan Muslim, peperangan yang diikuti langsung oleh Nabi diistilahkan dengan ghazwah, sedangkan yang tidak disertai Nabi diistilahkan dengan sariyyah. Sedang dalam hidup Nabi terjadi dua puluh enam kali ghaz¬wah dan tiga puluh delapan kali sariyyah. Terdapat tiga belas kali peperangan yang terpenting, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Perang Badar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perang Badar Raya terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 2 Hijriah. Perang ini bermula dari kesalah¬pahaman kafilah dagang kaum Musyrikin Makkah yang sedang kembali dari Syam menuju Makkah. Rasulullah memerintahkan sejumlah sahabatnya untuk mengamati kafilah Quraisy yang sedang lewat di wilayah Madinah itu tanpa berrnaksud untuk berperang di bawah pimpinan Nabi saw. sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu melihat rombongan orang Madinah yang mendekati kafilahnya, segeralah Abu Sofyan, pim¬pinan kafilah, mengutus anak buahnya untuk segera minta bantuan dari Makkah. Segeralah datang pasukan dari Makkah dengan kekuatan 1.000 orang tentara, 600 orang di antaranya berkuda (kavaleri) yang merangkap sebagai kompi perbeka¬lan (logistik), dan 300 orang tentara cadangan yang merangkap sebagai regu musik. Di samping itu mereka juga membawa 700 ekor unta. Regu musiknya sepanjang jalan menggemakan lagu-lagu perang, terutama yang berisikan ejekan terhadap Nabi saw. dan kaum Muslimin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kompi patroli yang dikerahkan Nabi saw. sendiri berke¬kuatan 313 prajurit, dengan 70 ekor unta, dan tidak lebih dari 3 ekor kuda. Mereka kebanyakan terdiri dan penduduk asli Madinah. Mereka mengendarai tunggangan yang ada itu secara bergantian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa saat sebelum berangkat Nabi Muham¬mad saw. bermusyawarah dengan para sahabatnya dari kalangan Anshar, tentang kelompok mana yang lebih dulu diterjunkan ke medan laga. Kelompok Muhajirin segera menawarkan diri dan menyatakan sanggup. Sementara itu kelompok Anshar juga paham, Nabi saw. menghendaki agar merekalah yang lebih dahulu terjun walaupun Nabi belum berterus terang menyatakan maksudnya itu. Karena itulah Saad bin Mu’az, sebagai sesepuh kaum Anshar, bangkit menyatakan kesiapannya untuk diterjunkan lebih dahulu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saad bin Mu’az berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh kami ini telah beriman kepadamu, telah seratus persen meyakini agama dan telah mengakui kebenaran agama yang engkau bawa kepada kami. Kami telah bersumpah setia untuk melaksanakan semua yang telah kami janjikan kepadamu. Oleh karena itu, segeralah laksanakan apa yang telah menjadi keputusanmu, ya Rasulullah, dan kami setia kepadamu. Demi Allah yang telah membangkitkanmu dengan membawa kebenaran, kalau engkau perintahkan kami untuk mengarungi lautan ini (perang), niscayalah kami arungi bersamamu. Tak seorang pun di antara kami ini yang akan menolak komandomu dan tak seorang pun yang akan mundur dari medan laga, hari ini atau besok. Kami sanggup tabah menjalani peperangan ini dan telah siap sedia untuk syahid di dalamnya. Mudah-mudahan Allah swt. merestui apa-apa yang engkan percayakan kepada kami dan marilah berangkat bersama kami, dalam berkah Ilahi.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak lagi kalangan Anshar yang memberikan pernyataan serupa, sehingga legalah hati Nabi Saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seusai rapat itu, Nabi saw. bersabda, “Berangkatlah kamu bersama inayah Allah, dan berbesar hatilah. Allah telah menggariskan dua pilihan menang atau kalah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Nabi saw. berangkat dengan pasu¬kannya untuk segera menduduki sebuah telaga kecil yang ada di Gunung Badar itu. Setiba di sana, berka¬talah Habbab bin Munzir, “Ya Rasulullah, tempat atau daerah ini telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu (telah diduduki lebih dahulu) dan janganlah engkau maju atau mundur dari tempat ini, apa pun yang terjadi, baik pasukan kita maju atau mundur, atau terjadi kejar mengejar. Kita harus bertahan di daerah ini.” Rasulullah menjawab, “Memang begitulah seharusnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Habbab menunjuk sebuah telaga lain dan berjalan ke sana bersama-sama untuk lebih da¬hulu menguasainya, sehingga memungkinkan ten¬tara-tentara Islam untuk memutuskan jalur suplai air. Di dekat telaga inilah pasukan dipusatkan, dan Saad bin Muaz mengerahkan kawan-kawannya untuk mendirikan kemah dan dikawal oleh beberapa prajurit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi Rasulullah heran terhadap komando dan kerja Saad itu, lalu beliau bertanya kepada Saad, “Untuk apa itu kau lakukan.” “Sudah banyak kaum yang bergabung dengan kami, tetapi belum ada orang yang sangat kami cintai selain engkau, ya Rasulullah. Kami boleh mati saat ini juga, tetapi engkau harus kembali dalam keadaan selamat,” jawab Saad. “Jika mereka ini (prajurit-prajurit Anshar) tahu engkau terancam, tentulah mereka tidak mau jauh darimu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar penjelasan itu berdoalah Nabi saw. agar ia (Saad) dan seluruh tentaranya selamat dan memenangkan peperangan, dan apa yang diusulkan Saad tadi diperkenankan olehnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tatkala kedua belah pihak telah berhadap-¬hadapan untuk memulai penyerbuan, tampillah Nabi saw. mengatur barisan seraya memberi semangat kepada seluruh prajurit, “Demi Allah yang nyawaku ini ditangannya, musuh-musuh kita sekarang akan menghadapi pahlawan¬-pahlawan yang sabar dan tangguh, serta akan memenang¬kan peperangan. Jika satu di antaranya terbunuh, maka Allah yang akan memasukkannya ke surga.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Nabi kembali ke kemahnya bersama Abu Bakar, sementara Saad bin Muaz mengawalnya dengan pedang terhunus. Nabi berdoa, “Ya Allah, aku nantikan janji-Mu. Ya Allah, jika pasukanku ini kalah, niscaya tidak ada lagi orang yang akan menyembahmu di bumi ini.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau terus melakukan shalat khauf dan sujud agak lama, lalu diingatkan oleh Abu Bakar dengan ucapan, “Bangunlah, sebentar lagi Allah akan menunaikan janjinya kepadamu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak berapa lama ternyata perang telah berhenti dan kemenangan diraih oleh pihak Islam. Dan pihak Quraisy kurang lebih 70 orang terbunuh, termasuk orang yang paling musyrik, Abu Jahal, dan pemim¬pin lainnya, 70 orang lainnya tertawan. Setelah mayat-mayat tentara itu dimakamkan kembalilah Nabi saw. dengan pasukannya ke Madinah. Kemu¬dian beliau bermusyawarah dengan beberapa orang sahabat guna membicarakan tindakan yang akan diambil terhadap tawanan-tawanan perang itu. Umar bin Khattab mengusulkan agar mereka dibunuh saja. Tetapi, Abu Bakar mengusulkan agar mereka dibebaskan dengan syarat memberikan tebu¬san. Pendapat inilah yang disetujui untuk ditetapkan sebagai keputusan resmi. Maka ditebuslah tawanan-tawanan itu oleh kaum musyrikin Makkah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang Perang Badar ini turun ayat, “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu pada waktu itu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya. Cukuplah jika kamu sabar dan siaga, dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Ingatlah ketika kamu mengatakan kepada orang-orang Mukmin, apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit). Dan Allah tidak menja¬dikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Untuk membinasakan golongan orang-orang kafir, atau untuk menjadikan mereka itu hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.” (QS. Ali Imran: 123 - 127)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di samping itu turunlah pula ayat yang berisi teguran buat Nabi saw. atas keputusannya membe¬baskan tawanan-tawanan perang dengan rnensyarat¬kan tebusan, yaitu, “Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedang Allah menghendaki (pahala) akhirat. Dan Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil. Maka makanlah sebagian harta rampasan perang, dan Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Anfal:67-69)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7102526980454678360-8725586176761083559?l=yudi1986.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yudi1986.blogspot.com/feeds/8725586176761083559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/peperangan-di-masa-rasulullah-bagian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8725586176761083559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7102526980454678360/posts/default/8725586176761083559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yudi1986.blogspot.com/2008/10/peperangan-di-masa-rasulullah-bagian-1.html' title='Peperangan Di Masa Rasulullah (bagian 1)'/><author><name>Dunia Islam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13950715090578178425</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://1.bp.blogspot.com/_WRRHF1ui_Lk/SQ6BZW_HpLI/AAAAAAAAAC0/esR59snTZA0/S220/yudikelana.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7102526980454678360.post-7651720853036509747</id><published>2008-10-22T02:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T02:45:52.296-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Kisah Nabi'/><title type='text'>Peperangan di Masa Rasulullah (bagian 2)</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;          &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;2. Perang Uhud&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perang Uhud terjadi pada hari Sabtu tanggal 15 Syawal 3 Hijriah. Orang-orang Quraisy Makkah berambisi sekali membalas kekalahannya pada perang Badar Raya. Dipersiapkannya suatu pasukan besar dengan kekuatan 3.000 orang serdadu. Dalam pasukan itu terdapat 700 ratus infanteri, 200 orang tentara berkuda (kavaleni) dan 17 orang wanita. Seorang di antara mereka yang tujuh belas ini adalah Hindun bin Utbah, isteri Abu Sofyan. Ayahnya yang bernama Utbah telah terbunuh pada perang Badar Raya.Pasukan Quraisy ini dipusatkan di suatu lembah di pegunungan Uhud, suatu pegunungan yang terletak 2 kilometer sebelah utara Madinah.Menghadapi tantangan ini, Nabi saw. dan beberapa orang sahabatnya berpendapat kaum Muslimin tidak perlu menemui musuh-musuh yang sudah siap siaga itu. Sebaliknya orang-orang Islam tetap siaga di Madinah dengan taktik bertahan (defensif). Akan tetapi sekelompok orang Islam (Muhajirin dan Anshar) terutama pemuda-pemuda yang tidak ikut ambil bagian dalam perang Badar mendesak untuk menemui tentara-tentara Quraisy dan ingin menghajarnya di gunung Uhud. Atas desakan itu Nabi surut dari pendapatnya semula. Masuklah beliau ke rumahnya, lal
